Surat Kabar Australia Kembali Tampilkan Kartun Kontroversial Serena Williams
Friday, 14 September 2018 02:09 WIB | GLOBAL |Amerika Australia

Surat kabar Australia "The Herald Sun", Rabu (12/9), kembali menampilkan gambar kartun petenis besar AS Serena Williams yang mengundang kontroversi. Tindakan surat kabar itu mengabaikan kecaman luas bahwa kartun itu bernuansa rasial.

Kartun karya Mark Knight itu pertama kali diterbitkan suratkabar yang berkantor pusat di Melbourne tersebut Senin lalu. Kartun itu menggambarkan, Willliams sedang dengan menginjak-nginjak raketnya yang rusak sementara wasit di belakangnya terlihat membujuk lawan Williams dengan mengatakan, œbisakah kau biarkan dia menang?

Kartun itu menyoroti pertikaian hebat Williams dengan wasit Carlos Ramos dalam kekalahannya pekan lalu di final Turnamen Tenis AS Terbuka dari bintang yang sedang naik daun Naomi Osaka dari Jepang. Ramos memperingatkan dan menghukum Williams atas tiga pelanggaran peraturan, termasuk membanting raketnya di lapangan.

Kartun itu membangkitkan kemarahan karena penggambaran Knights mengenai Williams sebagai perempuan berukuran besar dengan bibir yang luar biasa tebal, stereotipe penggambaran perempuan-perempuan kulit hitam.

The Herald Sun menampilkan kembali kartun Knight itu bersama karikatur-karikatur orang-orang terkenal lainnya di halaman muka edisi Rabunya, dengan judul "Welcome to the PC World."

Marketwatch

RELATED NEWS

Senat AS Konfirmasi Jaksa Agung William Barr
Saturday, 16 February 2019 04:17 WIB

Senat Amerika hari Kamis (14/2) mengukuhkan William Barr sebagai jaksa agung pilihan Presiden Donald Trump,. Senat memberikan 54 suara mendukung dan 45 menentang untuk konfirmasi itu. Barr, yang menjabat sebagai jaksa agung di bawah Presiden George H. W. Bush, dipilih oleh Trump untuk menggantikan ...

Menlu AS: AS dan UE Masih Bisa Kerja Sama Terkait Iran
Friday, 15 February 2019 19:11 WIB

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan Amerika dan Eropa masih tetap dapat bekerja bersama mengenai isu Iran biar pun ada perbedaan tentang apa yang disebut Amerika œnegara sponsor utama teror di dunia. Pompeo mengemukakan hal tersebut pada penutupan konferensi diplomatik di Warsawa. Ia...

Trump Akan Nyatakan Darurat Nasional seiring Dia Tandatangi RUU Keamanan Perbatasan
Friday, 15 February 2019 11:07 WIB

Presiden Donald Trump akan mengumumkan keadaan darurat nasional sehingga ia dapat melewati Kongres dan mendapatkan uang untuk membangun tembok di sepanjang perbatasan dengan Meksiko. Baik Senat dan DPR telah mengesahkan RUU keamanan perbatasan yang menghindari penutupan pemerintah federal lainnya p...

Senat AS Adakan Voting untuk Konfirmasi Jaksa Agung
Friday, 15 February 2019 04:22 WIB

Senat Amerika dijadwalkan memberikan suara pada hari Kamis (14/2) untuk mengukuhkan William Barr sebagai jaksa agung pilihan Presiden Donald Trump. Barr, yang menjabat sebagai jaksa agung di bawah Presiden George H. W. Bush, dipilih oleh Trump untuk menggantikan Jeff Sessions, yang dipecat oleh pre...

Pakistan Jadi Tuan Rumah Pembicaraan Damai AS-Taliban
Thursday, 14 February 2019 18:19 WIB

Amerika dan Taliban siap melakukan perundingan damai pada Senin (18/2) di Pakistan untuk mencari penyelesaian politik bagi perang yang sudah berlangsung 17 tahun di Afghanistan. Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan, Rabu (13/2), pertemuan Senin nanti diadakan di Islamabad atas undang...

ANOTHER NEWS
Saham HK Jatuh pada Ketidakpastian Pembicaraan Perdagangan (Review)
Saturday, 16 February 2019 04:19 WIB Saham Hong Kong jatuh pada Jumat di tengah ketidakpastian hasil pembicaraan perdagangan AS-China di Beijing, menyusul hasil negatif Wall Street pada penjualan ritel AS yang lemah. Indeks Hang Seng kehilangan 1,87%, atau 531,21 poin, menjadi...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.