China akan Berlakukan Tarif Balasan Baru Terhadap Produk AS
Friday, 10 August 2018 10:07 WIB | GLOBAL |Global

China, Rabu malam (8/8), mengumumkan, akan memberlakukan tarif tambahan 25 persen terhadap produk-produk impor AS bernilai 16 miliar dolar.

Tarif baru akan mulai berlaku 23 Agustus, bertepatan dengan mulai diberlakukannya tarif baru AS terhadap produk-produk asal China, sebagaimana diumumkan pemerintahan Trump, Selasa (7/8).

Aksi saling balas pemberlakun tarif ini mempercepat terjadinya perang dagang antara kedua negara yang dimulai sejak 6 Juli, ketika Washington secara resmi memberlakukan tarif 25 persen terhadap 800 jenis produk China bernilai 34 miliar dolar. Beijing membalas dengan memberlakukan tarif balasan terhadap 545 produk AS, yang juga bernilai 34 miliar dolar.

Pemerintah Trump juga mengancam akan memberlakukan tarif tambahan 25 persen terhadap produk-produk China yang bernilai 200 miliar dolar.

Presiden AS Donald Trump menyebut praktik dagang China yang tidak adil dan pencurian hak katas kekayaan inelektual sebagai alasan pemberlakuan tarif tersebut.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Emir Qatar Lewatkan KTT Teluk di Arab Saudi
Monday, 10 December 2018 11:17 WIB

Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani tidak menghadiri KTT Teluk yang diselenggarakan oleh Arab Saudi, yang telah memimpin pemboikotan terhadap negara itu selama lebih dari satu tahun. Pemimpin-pemimpin lain dari enam negara Dewan Kerjasama Teluk yang datang, hari Minggu (9/12) menuruni tangga...

Pasca Kasus Huawei, AS Tetap Tegas Dalam Pembicaraan Dagang
Saturday, 8 December 2018 04:20 WIB

Gedung Putih akan meneruskan sikap keras dalam pembicaraan perdagangan antara Amerika dengan China, menyusul penahanan eksekutif Huawei, sebuah perusahaan telekomunikasi besar di China. Beberapa kalangan khawatir hal ini bisa menggagalkan kesepakatan penghentian pertikaian perdagangan selama 90 har...

Intelijen AS Tak Heran Korea Utara Tingkatkan Pangkalan Misil
Friday, 7 December 2018 20:21 WIB

Upaya-upaya Korea Utara untuk meningkatkan dan memperluas pangkalan misil jarak jauh, tidak mengherankan pejabat-pejabat intelijen AS, yang telah lama was-was pada janji-janji Korea Utara untuk melucuti senjata nuklirnya. Foto-foto baru dari satelit menunjukkan apa yang tampak sebagai perbaikan di ...

Perancis Kerahkan 65 Ribu Polisi untuk Cegah Kekerasan Baru
Friday, 7 December 2018 11:49 WIB

Perdana Menteri Perancis, Edouard Philippe mengatakan, lebih dari 65.000 polisi akan digelar untuk mencegah aksi-kekerasan lain semasa demonstrasi mendatang. Pengumuman itu diambil, meskipun keputusan Presiden Emmanuel Macron hari Rabu (5/12) untuk membatalkan kenaikan pajak BBM, yang telah memicu ...

Dua Pesawat Militer Amerika Bertubrukan dan Jatuh di Lepas Pantai Jepang
Thursday, 6 December 2018 17:54 WIB

Upaya SAR sedang berlangsung setelah dua pesawat militer Amerika bertubrukan di udara, dan jatuh di Samudra Pasifik di lepas pantai Jepang Kamis pagi, demikian kata Korps Marinir Amerika. Paling sedikit satu marinir berhasil diselamatkan oleh Pasukan Bela Diri Maritim Jepang. Juga lima anggota krew...

ANOTHER NEWS
Harga Emas Menguat Terhadap Dolar AS Yang Melemah
Monday, 10 December 2018 13:39 WIB Harga emas naik tipis pada hari Senin di Asia karena dolar AS jatuh. Emas berjangka untuk pengiriman Februari diComexdivision dari New YorkMercantileExchange diperdagangkan 0,2% lebih tinggi pada $ 1,254.75a troy ounce pada pukul 1: 24 AM ET (05:...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.