AS Berlakukan Sanksi terhadap Rusia atas Peracunan Warga Inggris
Friday, 10 August 2018 04:08 WIB | GLOBAL |

Amerika hari Rabu (8/8) mengumumkan sanksi-sanksi baru atas Rusia setelah mengukuhkan bahwa Rusia bertanggung jawab atas usaha pembunuhan seorang mantan mata-mata Rusia dan putrinya di Inggris bulan Maret lalu.

Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan Rusia telah melanggar peraturan internasional karena menggunakan racun saraf atas warganya sendiri.

Seorang polisi Inggris menemukan Sergei Skripal dan putrinya Yulia ditemukan tidak sadar di bangku taman di kota Salisbury. Mereka terkena racun novichok, bahan beracun yang berasal dari era Uni Soviet. Keduanya selamat dari keracunan gawat itu setelah dirawat berbulan-bulan di rumah sakit.

Sanksi-sanksi Amerika itu akan mulai berlaku tanggal 22 Agustus, dan pada umumnya menyangkut larangan export barang-barang atau bahan-bahan yang bisa menjadi masalah keamanan nasional, seperti barang-barang elektronik.

Pejabat senior departemen LN Amerika mengatakan, Rusia akan dikenai sanksi-sanksi yang lebih berat lagi dalam waktu 90 hari kalau tidak menunjukkan pernyataan yang bisa dipercaya bahwa negara itu tidak lagi menggunakan senjata kimia atau senjata biologi.

Sanksi-sanksi yang diumumkan hari Rabu itu adalah sanksi standar karena Rusia melanggar UU tahun 1991 yang dikeluarkan Kongres Amerika.

"Pemerintah Federasi Rusia telah menggunakan senjata kimia atau biologi yang melanggar hukum internasional," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Heather Nauert dalam sebuah pernyataan.

Pemerintah Inggris menyambut baik keputusan Amerika itu. œRangkaian reaksi internasional atas penggunaan senjata kimia di jalan-jalan di kota Salisbury mengirim pesan yang kuat kepada Rusia, bahwa tindakan provokatif dan sembrono itu tidak akan dibiarkan berlalu begitu saja, kata pernyataan Kementerian LN Inggris.

Rusia belum memberikan reaksi atas sanksi Amerika itu, tapi sebelum ini telah membantah keterlibatan dalam peracunan Skripal dan putrinya. Rusia juga mengatakan tidak terlibat atas peracunan pasangan Inggris dekat kota Salisbury bulan Juni lalu, setelah mereka menemukan botol yang berisi racun novichok. Dawn Sturgess yang berumur 44 tahun meninggal karena racun keras itu, tapi kawannya Charlie Rowley selamat.

Pejabat Inggris mengatakan telah mengidentifikasi sedikitnya dua tersangka dalam serangan atas Skripal. Laporan suratkabar mengatakan, kedua orang itu kini berada di Rusia dan Inggris sedang bersiap untuk minta supaya mereka diekstradisi.

Sumber: marketwatch

RELATED NEWS

Trump: AS akan Mulai Pangkas Bantuan untuk Guatemala, Honduras dan El Salvador
Tuesday, 23 October 2018 03:58 WIB

Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat akan mulai memotong atau secara substansial mengurangi jumlah bantuan untuk Guatemala, Honduras dan El Salvador. Menurutnya, negara-negara tersebut tidak mampu menghentikan arus para migran untuk meninggalkan negara mereka dan œdatang secara i...

Trump Siapkan 'Upaya Penuh' untuk Cegah Karavan Migran Honduras ke AS
Monday, 22 October 2018 18:51 WIB

Presiden AS Donald Trump mengatakan sedang "berupaya penuh" untuk mencegah karavan para migran Honduras untuk menyeberang ke AS dari Meksiko. "Orang-orang harus mengajukan suaka di Meksiko terlebih dulu dan apabila mereka tidak melakukannya, AS akan menolak mereka," tweet Trump. Dia menambahkan "pe...

Lotre 'Mega Millions' Hampir Capai $1 Miliar
Saturday, 20 October 2018 00:31 WIB

Siapa yang ingin menjadi miliarder? Warga Amerika punya kesempatan meskipun peluangnya kecil, ketika nomor lotre Mega Millions diundi Jumat (19/10) malam. Hadiahnya bertambah sejak nomor pemenang terakhir diundi pada Juli dan meningkat ke jumlah mencengangkan, yaitu $ 970 juta. Undian tersebut bis...

AS Skeptis akan Klaim terbaru Rusia Terkait ISIS
Friday, 19 October 2018 20:36 WIB

Amerika menolak klaim Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa kelompok teror ISIS mulai mengeksekusi ratusan sandera di Suriah, termasuk warga Amerika dan Eropa. Putin, Kamis (18/10), menyampaikan klaim itu selama forum Valdai di Kota Sochi di Laut Hitam. Kata Putin, ISIS telah menyandera 700 orang dar...

Twitter Rilis Cuitan Upaya Rusia, Iran Intervensi Politik AS
Friday, 19 October 2018 10:30 WIB

Twitter merilis lebih dari 10 juta cuitan terkait dengan ribuan akun yang berafiliasi dengan organisasi propaganda Badan Riset Internet Rusia, serta ratusan akun troll lainnya, termasuk banyak yang berbasis di Iran. Data yang dianalisa dan dirilis dalam laporan Lab Riset Digital Forensic, The Atlan...

ANOTHER NEWS
Emas Stabil, Palladium Dekati Rekor Seiring Gain Dolar
Tuesday, 23 October 2018 10:49 WIB Emas stabil karena dolar diperdagangkan di sekitar level tertingginya dalam dua bulan terakhir di tengah berlanjutnya ketegangan antara AS dan Arab Saudi atas pembunuhan seorang kritikus terkemuka kerajaan. Paladium diperdagangkan mendekati rekor...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.