Uni Eropa Tak Dukung Seruan China untuk Melawan Proteksionisme Trump
Tuesday, 17 July 2018 11:34 WIB | GLOBAL |Global

Sementara Amerika Serikat meningkatkan ancaman perdagangan, hari Senin (16/7), China mengalami kemunduran terkait seruannya bagi kerja sama internasional untuk melawan apa yang mereka sebut kebijakan proteksionisme Presiden AS Donald Trump.

Luca Jahier, Ketua Komite Ekonomi dan Sosial Eropa, mengatakan Uni Eropa tidak akan "mengeroyok" Amerika dengan China bahkan walaupun blok perdagangan itu menentang kebijakan-kebijakan tarif pemimpin AS.

Menjelang pertemuan tahunan China -Uni Eropa hari Senin di Beijing, Jahier mengaku sangat menentang proteksionisme, tetapi memperumit situasi bukan respons yang tepat, demikian lapoean surat kabar South China Morning Post.

Para analis mengatakan China mungkin salah kaprah jika negara itu berencana mengupayakan dukungan negara-negara Eropa dalam perang dagang melawan Amerika Serikat.

Seperti AS, Uni Eropa juga berjuang keras melawan praktik perdagangan China yang tidak adil dan pelanggaran hak kekayaan intelektual, meskipun tidak setuju dengan kebijakan tarif Trump yang agresif, kata Darson Chiu, seorang peneliti di Taiwan Institute of Economic Research.

"China mengimpor barang-barang Amerika hanya senilai $ 130 miliar setiap tahun, jadi itu sudah tidak sebanding ketika bicara soal tarif balasan," kata Chiu, menambahkan bahwa setiap pembahasan di China untuk melepas obligasi AS yang mereka miliki sebagai aksi pembalasan hanya akan menjadi bumerang dan merugikan ekonomi China sendiri.

Perselisihan itu telah meningkat dari volume perdagangan ke kepentingan ekonomi yang lebih luas dari kedua negara, kata Raymond Yeung, pakar ekonomi China di Australia and New Zealand Banking Group.

Dalam persiapan untuk perang dagang yang berlarut-larut, China tetap menyalahkan Amerika Serikat dan mengecilkan dampak tarif di dalam negeri, seraya memperketat sensor media. Wakil Menteri Perdagangan China, Wang Shouwen, pekan lalu menyebut Washington melakukan "intimidasi perdagangan".

Sebagian besar media di China katanya diminta untuk tidak membesar-besarkan isu perang dagang atau menghubungkannya dengan fluktuasi pasar saham, depresiasi yuan China, atau kerentanan ekonomi dan keuangan negara itu guna menghindari keresahan masyarakat.

Sumber: voaindonesia

RELATED NEWS

Imigran Sudan Disebut Sebagai Pelaku Serangan Mobil London
Thursday, 16 August 2018 21:15 WIB

Polisi kontraterorisme Inggris menggeledah beberapa properti, sambil mencoba menentukan penyebab pemuda berusia 29 tahun, kelahiran Sudan, menabrakkan mobil di luar gedung Parlemen Inggris. Polisi menganggap insiden itu tindakan terorisme. Salih Khater, warga Inggris asal Sudan, ditangkap di lokasi...

Qatar dikatakan akan berinvestasi $ 15 miliar di Turki
Thursday, 16 August 2018 04:03 WIB

Qatar akan menginvestasikan $ 15 miliar di Turki, situs berita Turki NTV melaporkan hari Rabu, mengutip para pejabat Turki. Berita itu menyusul pertemuan antara Presiden Turki Recep Tayyip Erodgan dan Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani dari Qatar pada hari sebelumnya. Lira Turki melonjak ke sesi terti...

Aktivis Kemerdekaan Hong Kong Katakan China ˜Rusak™ Kota Itu
Wednesday, 15 August 2018 18:39 WIB

Andy Chan, pendiri Partai Nasional Hong Kong, mengatakan kepada para anggota Klub Koresponden Wartawan Asing (FCC) bahwa Hong Kong, sebagai suatu bangsa œdengan cepat dicaplok dan dihancurkan oleh China. Chan adalah satu dari banyak aktivis muda yang secara terbuka mengkritik cengkeraman China...

Ratusan pastor di AS 'melecehkan ribuan anak'
Wednesday, 15 August 2018 13:12 WIB

Mahkamah Negara Bagian Pennsylvania, Amerika Serikat, merilis laporan panel juri berisi rincian dugaan pelecehan seksual di Gereja Katolik yang menuduh lebih dari 300 pastor. Laporan investigasi panel juri selama 18 bulan menemukan lebih dari 1.000 anak telah dilecehkan oleh pastor-pastor dari enam...

Presiden Erdogan Ingin Boikot Barang Elektronik AS
Wednesday, 15 August 2018 04:12 WIB

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Selasa (14/8) mengancam akan memboikot barang-barang elektronik Amerika, untuk menanggapi apa yang ia sebut sebagai perang ekonomi yang dilancarkan Amerika Serikat terhadap Turki. Perselisihan diplomatik antara kedua negara itu turut memicu krisis ekonomi di Tur...

ANOTHER NEWS
Dolar Melemah, Menuju Penurunan Mingguan Pertama dalam Satu Bulan
Friday, 17 August 2018 21:26 WIB Dolar AS tampak lesu pada hari Jumat, meluncur melawan serangkaian saingan utamanya tetapi rally terhadap beberapa pasar yang muncul di tengah kekhawatiran atas sanksi lebih lanjut terhadap Turki. Indeks Dolar AS yang mengukur greenback terhadap...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.