Trump Cap Rusia, China dan Eropa “Musuh”
Monday, 16 July 2018 17:49 WIB | GLOBAL |Global

Presiden AS Donald Trump mencap Rusia, China dan Uni Eropa sebagai musuh Amerika Serikat, Namun Trump secara khusus menyerang sekutu-sekutu Amerika di Eropa dan menuduh mereka mengambil keuntungan dari Amerika lewat kesepakatan perdagangan.

œSaya merasa kita punya banyak musuh, kata pemimpin Amerika itu kepada CBS News dalam wawancara Minggu yang direkam sehari sebelumnya di resor golf miliknya di Turnberry, Skotlandia.

œSaya berpendapat Uni Eropa adalah musuh, karena apa yang mereka lakukan terhadap kita dalam perdagangan, katanya. œAnda tidak terpikir demikian, tetapi mereka musuh. Rusia adalah musuh dari segi-segi tertentu. China adalah musuh dari segi ekonomi, tetapi jelas mereka musuh. Tetapi itu tidak berarti mereka buruk. Itu berarti mereka kompetitif.

œSaya menghormati pemimpin negara-negara itu, kata Trump, mengacu kepada Uni Eropa. œTetapi dari segi perdagangan, mereka benar-benar mengambil keuntungan dari kami dan banyak dari negara-negara itu ada di dalam NATO dan tidak membayar rekening mereka untuk memenuhi sasaran NATO. Setiap negara anggota harus membelanjakan dua persen dari PDB mereka untuk pertahanan.

Trump mengritik Jerman, sebagaimana dilakukannya minggu lalu di KTT NATO yang tidak berlangsung secara bersahabat di Brussels. Katanya, Rusia membangun jaringan pipa gas alam di Laut Baltik yang akan mengirim bahan bakar gas Rusia ke Jerman.

œJerman membuat kesepakatan jaringan pipa dengan Rusia, kata Trump. œMereka akan membayar Rusia miliaran dolar per tahun untuk energi, dan menurut saya itu tidak baik, tidak adil. Anda seharusnya melawan, bukan memberi miliaran dolar kepada pihak yang seharusnya Anda waspadai. Saya rasa itu konyol, jadi itu saya ungkapkan kali ini. Menurut saya banyak kemarahan atas fakta bahwa Jerman membayar Rusia miliaran dolar. Menurut saya itu buruk untuk Jerman. Karena itu seperti kita mengibarkan sebuah bendera putih?.

Kanselir Jerman Angela Merkel, yang pernah mengalami hidup di Jerman Timur yang komunis di masa lalu, menampik kritik Trump itu, katanya, saya œmengalami sendiri bagaimana sebagian Jerman di kuasai oleh Uni Soviet dan dia senang dengan status negaranya sekarang, dimana Jerman Timur dan Jerman Barat berhasil dipersatukan sejak 1990, serta menyusun kebijakan dan keputusan yang independen.

Donald Tusk, ketua Dewan Eropa, menampik kritik Trump itu, katanya, œAmerika dan Uni Eropa adalah sahabat karib. Siapapun yang mengatakan kami adalah musuh menyebarkan berita palsu, meminjam istilah favorit Trump untuk laporan berita yang tidak disukainya.

Uni Eropa, yang tahun lalu menikmati surplus perdagangan sebesar $151 miliar dengan Amerika, sedang terlibat dalam pertikaian sengit seputar tarif bea impor dengan Amerika, dan memberlakukan bea masuk lebih tinggi terhadap produk Amerika yang populer di Eropa seperti minuman keras bourbon, celana jeans, dan sepeda motor setelah Trump menaikkan tarif bea impor terhadap aluminium dan baja dari Eropa.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Duta Besar Rusia di Caracas Menolak Kebangkitan Doktrin Monroe
Friday, 19 April 2019 19:37 WIB

Ketika ketergantungan Venezuela pada Rusia tumbuh di tengah-tengah krisis yang sedang berlangsung di negara itu, orang penting Vladimir Putin di Caracas mendorong kembali pada kebangkitan A.S. sebuah doktrin yang digunakan secara turun-temurun untuk membenarkan intervensi militer di wilayah tersebut...

Pakistan: Peningkatan Konflik Bisa Gagalkan Upaya Perdamaian di Afghanistan
Friday, 19 April 2019 11:03 WIB

Pakistan hari Kamis (18/4) memperingatkan bahwa peningkatan konflik bisa menggagalkan usaha perdamaian pimpinan Amerika di Afghanistan, tapi tidak mengutuk permulaan serangan musim semi yang dilancarkan Taliban di Afghanistan. Taliban mengumumkan musim serangan baru Jumat lalu di tengah harapan aka...

Korut Tak Mau Lagi Menlu AS Terlibat dalam Perundingan Nuklir
Friday, 19 April 2019 03:19 WIB

Korea Utara meminta agar Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo tidak lagi ambil bagian dalam pembicaraan lebih jauh apapun yang melibatkan program senjata nuklir negara itu. Kwon Jong Gun, pejabat senior di Kementerian Luar Negeri Korea Utara, mengatakan, Pyongyang menghendaki seseorang yang œl...

Gempa Kuat Hantam Taiwan Timur
Thursday, 18 April 2019 20:59 WIB

Gempa berkekuatan 6,1 pada skala Richter menghantam pantai timur Taiwan Kamis sore (18/4), menurut Biro Cuaca Pusat negara itu. Rekaman televisi menunjukkan terjadinya tanah longsor setidaknya di satu wilayah, tetapi sejauh ini belum ada laporan langsung mengenai kerusakan besar atau korban cedera a...

Korea Utara Uji Coba Misil Taktis Baru
Thursday, 18 April 2019 12:55 WIB

Korea Utara telah menguji coba sebuah misil taktis baru dalam unjuk kemampuan terbaru militer Pyongyang, demikian laporan media pemerintah, Kamis. Kim Jong Un mengawasi dan memandu uji coba pada hari Rabu dan menyebutnya operasi "sangat penting," kata kantor berita resmi KCNA. Laporan KCNA itu tid...

ANOTHER NEWS
Dolar stabil di dekat 2-minggu tertinggi di perdagangan Jumat Agung yang tenang
Friday, 19 April 2019 20:40 WIB Dolar AS bertahan dekat 2-minggu tertinggi pada hari Jumat, pada apa yang seharusnya menjadi sesi tenang untuk mata uang dengan sebagian besar AS dan pertukaran global ditutup untuk menaati Jumat Agung. Indeks Dolar ICE, mengukur kekuatan...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.