Latihan Bersama AL di Laut China Selatan, Perkuat Hubungan AS-Filipina
Saturday, 14 July 2018 02:10 WIB | GLOBAL |Global

Para analis menyatakan latihan militer bersama Angkatan Laut Filipina dan Amerika Serikat di Laut China Selatan merupakan indikasi bahwa Filipina semakin dekat dengan bekas penjajah sekaligus temannya itu setelah beberapa tahun mengupayakan hubungan yang lebih hangat dengan musuh Amerika dalam Perang Dingin, China.

Latihan yang diadakan pada 9 hingga 16 Juli ini melibatkan dua kapal perang Filipina serta dua kapal perang plus satu kapal induk Amerika Serikat, demikian disebutkan dalam situs web Komando Indo-Pasifik Angkatan Laut Amerika. Lokasi latihan di lepas pantai sebelah barat Pulau Luzon itu berdekatan dengan suatu wilayah perairan di mana Filipina dan China memperebutkan kedaulatan di sana.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte, yang telah berkuasa selama dua tahun, menyisihkan sengketa kedaulatan itu untuk membangun hubungan dengan China dan mengesampingkan Amerika Serikat. Para analis menyatakan Duterte sekarang berupaya untuk memperbarui hubungan dengan Washington karena warga negara Filipina, angkatan bersenjatanya dan bahkan para anggota kabinetnya menginginkan pertahanan maritim yang lebih kuat.

Akan tetapi China diperkirakan tidak akan mengakhiri persahabatannya dengan negara di Asia Tenggara itu, kecuali apabila skala latihan gabungan tersebut semakin besar.

Sumber: voaindonesia

RELATED NEWS

Trump Mengatakan Perubahan Iklim Bukan Hoaks
Monday, 15 October 2018 20:19 WIB

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjaga jarak dari klaimnya yang mengatakan perubahan iklim adalah hoaks. Dalam sebuah wawancara yang disiarkan Minggu (14/10), Trump mengatakan kepada stasiun televisi CBS "Saya rasa sesuatu sedang terjadi. Sesuatu berubah dan akan berbalik lagi... Saya tidak ...

Presiden Iran Remehkan Sanksi Amerika
Monday, 15 October 2018 10:05 WIB

Presiden Iran hari Minggu (14/10) meremehkan sanksi-sanksi Amerika yang menarget sektor minyak dan gas yang merupakan bagian vital negara itu, yang akan diberlakukan bulan depan. Berbicara di Universitas Teheran untuk menandai dimulainya tahun akademik baru, Hassan Rouhani mengatakan sanksi yang ak...

Disaksikan Musisi, Trump Tandatangani RUU Royalti
Saturday, 13 October 2018 00:36 WIB

Presiden Donald Trump menyambut musisi Kid Rock dan bintang musik kantri John Rich ke Gedung Putih hari Kamis (11/10) sementara ia menandatangani undang-undang yang merombak lisensi musik dan kompensasi bagi penulis lagu. Trump menandatangani Undang-Undang Modernisasi Musik Orrin B. Hatch yang mend...

Florida Pulih dari Hempasan Badai Michael
Friday, 12 October 2018 11:26 WIB

Sementara Florida hari Kamis (11/10) mulai pulih dari jejak kehancuran yang ditinggalkan, Badai Michael menimbulkan angin kencang dan hujan lebat di beberapa negara bagian di tenggara Amerika Serikat sambil bergerak ke arah timur laut. Gubernur Florida Rick Scott hari Kamis menjanjikan upaya bantua...

Tersandung Sanksi HAM Eropa, Ekonomi Kamboja Bisa Terpuruk
Friday, 12 October 2018 01:18 WIB

Perdana Menteri Kamboja Hun Sen menghadapi tekanan ekonomi agar menghentikan upaya membungkam kelompok oposisi dan memulihkan kebebasan mendasar di negara tersebut. Uni Eropa mengatakan kepada Kamboja, Jumat (5/10), bahwa negara itu akan kehilangan akses bebas pajak ke pasar Uni Eropa karena tindak...

ANOTHER NEWS
Wall Street Dibuka Lebih Rendah Seiring Ketegangan Saudi Menambah Kekhawatiran
Monday, 15 October 2018 20:52 WIB Saham AS turun pada pembukaan pada hari Senin karena meningkatnya ketegangan antara kekuatan Barat dan Arab Saudi ditambah kekhawatiran atas meningkatnya biaya pinjaman dan dampak tarif menyusul penurunan mingguan terbesar ketiga indeks dalam lebih...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.