Latihan Bersama AL di Laut China Selatan, Perkuat Hubungan AS-Filipina
Saturday, 14 July 2018 02:10 WIB | GLOBAL |Global

Para analis menyatakan latihan militer bersama Angkatan Laut Filipina dan Amerika Serikat di Laut China Selatan merupakan indikasi bahwa Filipina semakin dekat dengan bekas penjajah sekaligus temannya itu setelah beberapa tahun mengupayakan hubungan yang lebih hangat dengan musuh Amerika dalam Perang Dingin, China.

Latihan yang diadakan pada 9 hingga 16 Juli ini melibatkan dua kapal perang Filipina serta dua kapal perang plus satu kapal induk Amerika Serikat, demikian disebutkan dalam situs web Komando Indo-Pasifik Angkatan Laut Amerika. Lokasi latihan di lepas pantai sebelah barat Pulau Luzon itu berdekatan dengan suatu wilayah perairan di mana Filipina dan China memperebutkan kedaulatan di sana.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte, yang telah berkuasa selama dua tahun, menyisihkan sengketa kedaulatan itu untuk membangun hubungan dengan China dan mengesampingkan Amerika Serikat. Para analis menyatakan Duterte sekarang berupaya untuk memperbarui hubungan dengan Washington karena warga negara Filipina, angkatan bersenjatanya dan bahkan para anggota kabinetnya menginginkan pertahanan maritim yang lebih kuat.

Akan tetapi China diperkirakan tidak akan mengakhiri persahabatannya dengan negara di Asia Tenggara itu, kecuali apabila skala latihan gabungan tersebut semakin besar.

Sumber: voaindonesia

RELATED NEWS

Imigran Sudan Disebut Sebagai Pelaku Serangan Mobil London
Thursday, 16 August 2018 21:15 WIB

Polisi kontraterorisme Inggris menggeledah beberapa properti, sambil mencoba menentukan penyebab pemuda berusia 29 tahun, kelahiran Sudan, menabrakkan mobil di luar gedung Parlemen Inggris. Polisi menganggap insiden itu tindakan terorisme. Salih Khater, warga Inggris asal Sudan, ditangkap di lokasi...

Qatar dikatakan akan berinvestasi $ 15 miliar di Turki
Thursday, 16 August 2018 04:03 WIB

Qatar akan menginvestasikan $ 15 miliar di Turki, situs berita Turki NTV melaporkan hari Rabu, mengutip para pejabat Turki. Berita itu menyusul pertemuan antara Presiden Turki Recep Tayyip Erodgan dan Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani dari Qatar pada hari sebelumnya. Lira Turki melonjak ke sesi terti...

Aktivis Kemerdekaan Hong Kong Katakan China ˜Rusak™ Kota Itu
Wednesday, 15 August 2018 18:39 WIB

Andy Chan, pendiri Partai Nasional Hong Kong, mengatakan kepada para anggota Klub Koresponden Wartawan Asing (FCC) bahwa Hong Kong, sebagai suatu bangsa œdengan cepat dicaplok dan dihancurkan oleh China. Chan adalah satu dari banyak aktivis muda yang secara terbuka mengkritik cengkeraman China...

Ratusan pastor di AS 'melecehkan ribuan anak'
Wednesday, 15 August 2018 13:12 WIB

Mahkamah Negara Bagian Pennsylvania, Amerika Serikat, merilis laporan panel juri berisi rincian dugaan pelecehan seksual di Gereja Katolik yang menuduh lebih dari 300 pastor. Laporan investigasi panel juri selama 18 bulan menemukan lebih dari 1.000 anak telah dilecehkan oleh pastor-pastor dari enam...

Presiden Erdogan Ingin Boikot Barang Elektronik AS
Wednesday, 15 August 2018 04:12 WIB

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Selasa (14/8) mengancam akan memboikot barang-barang elektronik Amerika, untuk menanggapi apa yang ia sebut sebagai perang ekonomi yang dilancarkan Amerika Serikat terhadap Turki. Perselisihan diplomatik antara kedua negara itu turut memicu krisis ekonomi di Tur...

ANOTHER NEWS
Dolar Melemah, Menuju Penurunan Mingguan Pertama dalam Satu Bulan
Friday, 17 August 2018 21:26 WIB Dolar AS tampak lesu pada hari Jumat, meluncur melawan serangkaian saingan utamanya tetapi rally terhadap beberapa pasar yang muncul di tengah kekhawatiran atas sanksi lebih lanjut terhadap Turki. Indeks Dolar AS yang mengukur greenback terhadap...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.