ZTE Mengatakan Sedikitnya $ 3 Miliar Dalam Kerugian Dari Larangan AS
Wednesday, 23 May 2018 10:45 WIB | GLOBAL |Global

ZTE Corp memperkirakan kerugian setidaknya 20 miliar yuan ($ 3,1 miliar) dari larangan teknologi AS yang menghentikan operasi besar karena klien menarik diri dari penawaran dan biaya meningkat, orang yang akrab dengan masalah tersebut mengatakan.

Para pembuat peralatan telekom dan smartphone bagaimanapun berharap untuk segera mencapai kesepakatan dan telah memiliki rencana di tempat - dijuluki "T0" - untuk mengayunkan pabrik yang menganggur untuk aksi dalam beberapa jam setelah Washington setuju untuk mencabut moratorium tujuh tahun atas pembelian chips dan komponen Amerika, kata orang-orang, yang meminta untuk tidak diidentifikasi berbicara tentang negosiasi pribadi. Perusahaan menolak berkomentar.

ZTE Shenzhen, yang berbasis di China bergantung pada komponen AS, seperti chip dari Qualcomm Inc., untuk membangun perangkat smartphone dan jaringannya. Larangan itu, karena melanggar ketentuan penyelesaian atas penjualan penghentian sanksi ke Iran, telah membuat semua pembuat perlengkapan telekomunikasi terbesar kedua China dan menjadi terlibat dalam sengketa perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia. Pada hari Selasa, Presiden Donald Trump mengatakan dia mempertimbangkan kembali hukuman AS sebagai bantuan kepada Presiden China Xi Jinping dan mungkin malah membenarkan perusahaan lebih dari $ 1 miliar.

Sumber : Bloomberg

RELATED NEWS

Trump: AS akan Mulai Pangkas Bantuan untuk Guatemala, Honduras dan El Salvador
Tuesday, 23 October 2018 03:58 WIB

Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat akan mulai memotong atau secara substansial mengurangi jumlah bantuan untuk Guatemala, Honduras dan El Salvador. Menurutnya, negara-negara tersebut tidak mampu menghentikan arus para migran untuk meninggalkan negara mereka dan œdatang secara i...

Trump Siapkan 'Upaya Penuh' untuk Cegah Karavan Migran Honduras ke AS
Monday, 22 October 2018 18:51 WIB

Presiden AS Donald Trump mengatakan sedang "berupaya penuh" untuk mencegah karavan para migran Honduras untuk menyeberang ke AS dari Meksiko. "Orang-orang harus mengajukan suaka di Meksiko terlebih dulu dan apabila mereka tidak melakukannya, AS akan menolak mereka," tweet Trump. Dia menambahkan "pe...

Lotre 'Mega Millions' Hampir Capai $1 Miliar
Saturday, 20 October 2018 00:31 WIB

Siapa yang ingin menjadi miliarder? Warga Amerika punya kesempatan meskipun peluangnya kecil, ketika nomor lotre Mega Millions diundi Jumat (19/10) malam. Hadiahnya bertambah sejak nomor pemenang terakhir diundi pada Juli dan meningkat ke jumlah mencengangkan, yaitu $ 970 juta. Undian tersebut bis...

AS Skeptis akan Klaim terbaru Rusia Terkait ISIS
Friday, 19 October 2018 20:36 WIB

Amerika menolak klaim Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa kelompok teror ISIS mulai mengeksekusi ratusan sandera di Suriah, termasuk warga Amerika dan Eropa. Putin, Kamis (18/10), menyampaikan klaim itu selama forum Valdai di Kota Sochi di Laut Hitam. Kata Putin, ISIS telah menyandera 700 orang dar...

Twitter Rilis Cuitan Upaya Rusia, Iran Intervensi Politik AS
Friday, 19 October 2018 10:30 WIB

Twitter merilis lebih dari 10 juta cuitan terkait dengan ribuan akun yang berafiliasi dengan organisasi propaganda Badan Riset Internet Rusia, serta ratusan akun troll lainnya, termasuk banyak yang berbasis di Iran. Data yang dianalisa dan dirilis dalam laporan Lab Riset Digital Forensic, The Atlan...

ANOTHER NEWS
Emas Stabil, Palladium Dekati Rekor Seiring Gain Dolar
Tuesday, 23 October 2018 10:49 WIB Emas stabil karena dolar diperdagangkan di sekitar level tertingginya dalam dua bulan terakhir di tengah berlanjutnya ketegangan antara AS dan Arab Saudi atas pembunuhan seorang kritikus terkemuka kerajaan. Paladium diperdagangkan mendekati rekor...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.