Starbucks Izinkan Pengunjung Kafe Bersantai Tanpa Beli Kopi
Tuesday, 22 May 2018 01:50 WIB | GLOBAL |Starbucks

Kedai kopi waralaba raksasa Starbucks dalam kebijakan terbaru mengatakan para pengunjung boleh bersantai di kedai-kedai kopinya atau menggunakan toilet meski tidak membeli apapun. Kebijakan itu diumumkan akhir pekan lalu.

Sebelumnya, peraturan itu diserahkan kepada manajer masing-masing toko untuk menetapkan apakah orang boleh menggunakan tempat di Starbucks tanpa membeli apapun.

"Kami bertekad menciptakankehangatan dan keramahan di mana semua orang boleh datang," kata Starbucks dalam sebuah pernyataan.

Perusahaan itu meminta karyawannya untuk mematuhi prosedur yang ditetapkan dalam menangani "perilaku yang mengganggu," dan diminta menghubungi nomer polisi 911 apabila ada keadaan gawat-darurat terhadap pelanggan atau karyawan.

Starbucks mengubah aturan tersebut setelah dua pria kulit hitam diusir dari kedai kopi di Kota Philadelphia bulan lalu karena tidak membeli apapun. Mereka memberi tahu manajer toko bahwa mereka sedang menunggu seorang teman untuk bergabung dengan mereka. Kedua orang itu diminta untuk pergi dan seorang karyawan menelepon polisi, yang menyebabkan mereka ditangkap, memicu protes dan tuduhan rasisme.

Insiden 12 April, dan video yang diunggah di media sosial, sangat memalukan bagi perusahaan waralaba kopi itu.

Karena banyaknya komentar atas penangkapan itu, Starbucks memutuskan untuk menutup lebih dari 8.000 kedai kopinya di AS pada sore hari 29 Mei, untuk memberikanpelatihan kepada karyawannya supaya jangan berprasangka rasial.

Sumber: VOA news

RELATED NEWS

AS dapat mengenakan tarif terhadap China secepatnya pada Jumat
Thursday, 14 June 2018 11:05 WIB

Administrasi Trump, memperdalam serangan perdagangan globalnya, di mana mereka sedang mempersiapkan untuk memungut tarif pada puluhan miliar dolar barang-barang China dalam minggu mendatang, mungkin secepatnya pada hari Jumat - sebuah langkah yang kemungkinan akan memicu pembalasan berat dari Beijin...

Trump: Tidak Ada Lagi Ancaman Nuklir dari Korut
Thursday, 14 June 2018 03:48 WIB

Presiden AS Donald Trump, Rabu (13/6/2018), sepulang dari KTT dengan pemimpin Korea Utara di Singapura menyatakan "Tidak akan ada lagi ancaman nuklir dari Korea Utara." Dalam cuitannya di Twitter, Trump mengatakan, "Baru mendarat “sebuah perjalanan panjang, namun kini semua orang merasa lebih ama...

Rouhani: Butuh Tindakan untuk Selamatkan Perjanjian Nuklir
Wednesday, 13 June 2018 22:50 WIB

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan sulit bagi Iran untuk mempertahankan perjanjian nuklir 2015 yang ditandatanganinya dengan sejumlah negara besar, kalau Iran tidak mendapat keuntungan. Rouhani mengatakan kepada Presiden Perancis Emmanuelle Macron dalam percakapan telepon, Selasa (12/6/2018), ...

Petikan Wawancara dengan Presiden Trump tentang Korea Utara
Wednesday, 13 June 2018 11:14 WIB

Presiden Donald Trump memberikan kesempatan wawancara kepada VOA seusai perundingan bersejarah yang dilakukannya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Singapura. VOA : Apa yang mengejutkan Anda tentang Kim Jong Un? Trump : 'Ia memiliki kepribadian luar biasa. Ia seorang tokoh yang lucu, sanga...

AS Buka Kedubes De-Facto di Taiwan, Picu Kemarahan China
Wednesday, 13 June 2018 04:28 WIB

Amerika Serikat telah membuka fasilitas mutakhir di Taiwan yang berfungsi sebagai kedutaan de facto Washington di pulau yang memiliki pemerintahan sendiri tapi yang juga diklaim Beijing sebagai bagian dari wilayahnya. Presiden Taiwan Tsai Ing-wen dan Asisten Menteri Luar Negeri Amerika, Marie Royce...

ANOTHER NEWS
Saham AS dibuka lebih rendah seiring meningkatnya gejolak dagang AS-Cina
Friday, 15 June 2018 20:42 WIB Saham AS dibuka lebih rendah pada hari Jumat karena gejolak perdagangan AS-Cina yang meningkat. Presiden Donald Trump mengumumkan tariff pada impor Cina senilai $ 50 miliar yang mendorong China yang akan melakukan aksi balasan. Saham Dow Jones...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.