Trump Perintahkan Penyelidikan untuk Cari Penyusup dalam Tim Kampanye Pemilunya
Monday, 21 May 2018 10:15 WIB | GLOBAL |Global

Presiden Amerika Donald Trump hari Senin (21/5) akan memerintahkan penyelidikan untuk mencari œsumber rahasia dalam badan penyidikan federal atau FBI, yang menurutnya telah menyusup ke dalam tim kampanye pemilunya tahun 2016. Langkah ini akan membuka kemungkinan konfrontasi besar antara Trump dan Departemen Kehakiman yang mengatasi kegiatan FBI.

Presiden Trump hari Minggu (20/5) mengirim pesan Twitter dari Gedung Putih dan mengatakan, œDengan ini saya menuntut, dan akan melakukannya besok, supaya Departemen Kehakiman menyelidiki apakah FBI atau Departemen Kehakiman telah menyusupi dan memantau kampanye Trump untuk tujuan-tujuan politik, dan apakah langkah-langkah atau permintaan seperti itu dilakukan oleh para pejabat dalam pemerintahan Obama!

Hanya dalam waktu beberapa menit, para mantan pejabat pemerintahan Obama memberikan reaksi keras, karena melihat ancaman Trump itu sebagai campur tangan paling gawat dalam sistem judisial Amerika, khususnya karena Presiden tahun lalu memecat direktur FBI James Comey, yang waktu itu sedang menyelidiki tim kampanye Trump sehubungan adanya tuduhan keterlibatan dengan Rusia.

Tuduhan Trump itu berbahaya bagi demokrasi Amerika, karena dengan begitu Presiden œsecara resmi membongkar dinding pemisah antara bidang eksekutif dan yudikatif, suatu hal yang sangat penting bagi pelaksanaan rule of law, kata Ned Price, pejabat pemerintahan Obama kepada VOA.

œTrump melakukan hal ini untuk kepentingannya sendiri, tukas Ned Price, mantan pejabat Dinas Intelijen Pusat Amerika atau CIA, yang pernah bertugas dalam Dewan Keamanan Nasional Amerika atau NSC.

Mantan juru bicara NSC Tommy Vietor mentweet: œTindakan ini berarti melanggar garis merah yang sangat penting. Trump agaknya akan memaksa Departemen Kehakiman untuk mengadakan penyelidikan yang bersifat politik, sesuatu yang ia sendiri pernah mengatakan tidak akan dilakukannya.

Masih belum jelas apakah Trump akan minta diadakan penyelidikan secara umum atau minta Departemen Kehakiman supaya mengumumkan dokumen-dokumen tertentu tentang pekerjaan FBI dan bidang kontra-intelijen, atau menunjuk sumber-sumber laporannya.

Dua bulan yang lalu Inspektur Jenderal Departemen Kehakiman Michael Horovitz mengumumkan ia akan menyelidiki sejumlah pemantauan atas penasihat kampanye Trump, Carter Page.

œTidak diragukan bahwa Trump punya kekuasaan untuk melakukan hal itu, kata Benyamin Wittes, pejabat senior pada Brookings Institution yang mengkhususkan diri pada undang-undang keamanan Amerika.

Wittes dalam serangkaian pesan Twitternya mengatakan, ia yakin bahwa Jaksa Agung Jeff Sessions, Wakil Jaksa Agung Rod Rosenstein dan Direktur FBI Christopher Wray tidak akan menjalankan perintah Trump itu.

Sumber : VOA News

RELATED NEWS

AS dapat mengenakan tarif terhadap China secepatnya pada Jumat
Thursday, 14 June 2018 11:05 WIB

Administrasi Trump, memperdalam serangan perdagangan globalnya, di mana mereka sedang mempersiapkan untuk memungut tarif pada puluhan miliar dolar barang-barang China dalam minggu mendatang, mungkin secepatnya pada hari Jumat - sebuah langkah yang kemungkinan akan memicu pembalasan berat dari Beijin...

Trump: Tidak Ada Lagi Ancaman Nuklir dari Korut
Thursday, 14 June 2018 03:48 WIB

Presiden AS Donald Trump, Rabu (13/6/2018), sepulang dari KTT dengan pemimpin Korea Utara di Singapura menyatakan "Tidak akan ada lagi ancaman nuklir dari Korea Utara." Dalam cuitannya di Twitter, Trump mengatakan, "Baru mendarat “sebuah perjalanan panjang, namun kini semua orang merasa lebih ama...

Rouhani: Butuh Tindakan untuk Selamatkan Perjanjian Nuklir
Wednesday, 13 June 2018 22:50 WIB

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan sulit bagi Iran untuk mempertahankan perjanjian nuklir 2015 yang ditandatanganinya dengan sejumlah negara besar, kalau Iran tidak mendapat keuntungan. Rouhani mengatakan kepada Presiden Perancis Emmanuelle Macron dalam percakapan telepon, Selasa (12/6/2018), ...

Petikan Wawancara dengan Presiden Trump tentang Korea Utara
Wednesday, 13 June 2018 11:14 WIB

Presiden Donald Trump memberikan kesempatan wawancara kepada VOA seusai perundingan bersejarah yang dilakukannya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Singapura. VOA : Apa yang mengejutkan Anda tentang Kim Jong Un? Trump : 'Ia memiliki kepribadian luar biasa. Ia seorang tokoh yang lucu, sanga...

AS Buka Kedubes De-Facto di Taiwan, Picu Kemarahan China
Wednesday, 13 June 2018 04:28 WIB

Amerika Serikat telah membuka fasilitas mutakhir di Taiwan yang berfungsi sebagai kedutaan de facto Washington di pulau yang memiliki pemerintahan sendiri tapi yang juga diklaim Beijing sebagai bagian dari wilayahnya. Presiden Taiwan Tsai Ing-wen dan Asisten Menteri Luar Negeri Amerika, Marie Royce...

ANOTHER NEWS
Saham AS dibuka lebih rendah seiring meningkatnya gejolak dagang AS-Cina
Friday, 15 June 2018 20:42 WIB Saham AS dibuka lebih rendah pada hari Jumat karena gejolak perdagangan AS-Cina yang meningkat. Presiden Donald Trump mengumumkan tariff pada impor Cina senilai $ 50 miliar yang mendorong China yang akan melakukan aksi balasan. Saham Dow Jones...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.