Dubes AS di PBB: Hamas Penyebab Kekerasan di Gaza, Bukan Pemindahan Kedubes AS
Wednesday, 16 May 2018 11:07 WIB | GLOBAL |Global

Duta Besar Amerika untuk PBB Nikki Haley hari Selasa (15/5) mengatakan Israel telah "menahan diri" dalam menanggapi bentrokan mematikan dengan Palestina di perbatasan Gaza dan menyalahkan kelompok militan Hamas yang menguasai Gaza atas aksi kekerasan itu.

"Dalam beberapa hari terakhir ini, teroris Hamas, yang didukung Iran, telah menghasut serangan terhadap pasukan keamanan dan infrastruktur Israel," ujar Haley dalam rapat darurat Dewan Keamanan PBB mengenai situasi Gaza.

Haley menepis pernyataan bahwa aksi kekerasan itu dipicu pembukaan Kedutaan Besar Amerika di Yerusalem hari Senin (14/5).

"Pemindahan kedutaan besar tidak merusak prospek perdamaian apapun. Namun oleh sebagian orang ini dianggap sebagai penyebab aksi kekerasan. Kita harus ingat, organisasi teroris Hamas telah menghasut kekerasan selama bertahun-tahun, jauh sebelum Amerika memutuskan untuk memindahkan kedutaan besarnya."

Haley menambahkan bahwa kedutaan Amerika itu "mencerminkan kehendak rakyat Amerika hak penuh Amerika untuk memutuskan lokasi kedutaannya, hak yang diklaim setiap orang di ruangan ini untuk negara mereka."

Sumber : Voaindonesia

RELATED NEWS

Qatar dikatakan akan berinvestasi $ 15 miliar di Turki
Thursday, 16 August 2018 04:03 WIB

Qatar akan menginvestasikan $ 15 miliar di Turki, situs berita Turki NTV melaporkan hari Rabu, mengutip para pejabat Turki. Berita itu menyusul pertemuan antara Presiden Turki Recep Tayyip Erodgan dan Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani dari Qatar pada hari sebelumnya. Lira Turki melonjak ke sesi terti...

Aktivis Kemerdekaan Hong Kong Katakan China ˜Rusak™ Kota Itu
Wednesday, 15 August 2018 18:39 WIB

Andy Chan, pendiri Partai Nasional Hong Kong, mengatakan kepada para anggota Klub Koresponden Wartawan Asing (FCC) bahwa Hong Kong, sebagai suatu bangsa œdengan cepat dicaplok dan dihancurkan oleh China. Chan adalah satu dari banyak aktivis muda yang secara terbuka mengkritik cengkeraman China...

Ratusan pastor di AS 'melecehkan ribuan anak'
Wednesday, 15 August 2018 13:12 WIB

Mahkamah Negara Bagian Pennsylvania, Amerika Serikat, merilis laporan panel juri berisi rincian dugaan pelecehan seksual di Gereja Katolik yang menuduh lebih dari 300 pastor. Laporan investigasi panel juri selama 18 bulan menemukan lebih dari 1.000 anak telah dilecehkan oleh pastor-pastor dari enam...

Presiden Erdogan Ingin Boikot Barang Elektronik AS
Wednesday, 15 August 2018 04:12 WIB

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Selasa (14/8) mengancam akan memboikot barang-barang elektronik Amerika, untuk menanggapi apa yang ia sebut sebagai perang ekonomi yang dilancarkan Amerika Serikat terhadap Turki. Perselisihan diplomatik antara kedua negara itu turut memicu krisis ekonomi di Tur...

Kasus Penggelapan Pajak Manafort Dihentikan
Tuesday, 14 August 2018 18:54 WIB

Jaksa, Senin (13/8), menghentikan sementara kasus penghindaran pajak dan penipuan bank oleh Paul Manafort, tokoh ternama di Washington dan mantan ketua kampanye Presiden Donald Trump, kantor berita Associated Press melaporkan. Kasus kini beralih ke tim pembela Manafort, yang diperkirakan akan menim...

ANOTHER NEWS
Saham Asia Melemah Tajam Pasca Laba Yang Mengecewakan
Thursday, 16 August 2018 10:56 WIB Saham Asia turun untuk hari keduanya, karena laba yang mengecewakan dari Tencent Holdings Ltd., yang membebani Indeks Regional Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,7% menjadi 160,66 pada 11:40 pagi di Hong Kong, menuju penutupan terendah sejak...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.