China Bidik Ekspor Keledai Australia
Monday, 16 April 2018 19:58 WIB | GLOBAL |Global

Pemerintah negara bagian Northern Territory di Australia mengatakan hampir 50 perusahaan China telah menyatakan minat membeli lahan untuk dijadikan peternakan keledai. Permintaan akan produk-produk keledai, terutama gelatin dari keledai semakin meningkat di China, sedangkan pasokan global mulai berkurang.

Pemerintahan Northern Territory telah membeli sekawanan kecil keledai liar untuk stasiun riset di dekat Kota Katherine di pedalaman. Awal bulan ini, delegasi pebisnis dari China mengunjungi fasilitas itu, dan hampir 50 perusahaan dari China telah menyatakan tertarik untuk membeli lahan untuk dijadikan peternakan keledai.

Diperkirakan ada hampir 60 ribu keledai liar di Northern Territory. Keledai dibawa ke Australia dari Afrika sebagai hewan pengangkut pada 1860an. Banyak yang dibebaskan ketika hewan itu tidak lagi diperlukan. Selama bertahun-tahun keledai liar dianggap sebagai hama besar oleh para petani. Hewan itu menginjak-injak tanaman asli, menyebarkan rumput liar dan bersaing dengan hewan ternak domestik untuk memperebutkan makanan dan air.

Kini pihak berwenang meyakini ada dampak ekonomi dari kawanan keledai liar.

Alister Trier, kepala departemen industri utama Northern Territory,yakin perdagangan keledai punya masa depan yang cerah.

œSaya memperkirakan industri ini akan berkembang, tapi tidak akan mengganggu industri peternakan, contohnya, saya yakin itu tidak akan terjadi. Yang akan terjadi adalah menambah peluang diversifikasi bagi penggunaan lahan penggembalaan dan tanah Aborigin di Wilayah Utara, kata Trier.

Di China, kulit keledai direbus untuk membuat gelatin, yang kemudian digunakan dalam obat-obatan alternatif dan kosmetik China.

Para aktivis hak-hak binatang menekan pihak berwenang untuk tidak mengijinkan ekspor keledai hidup ke China, mengklaim bahwa kondisi di lokasi persinggahan kejam dan tidak dapat diterima.

Para aktivis juga berkeras bahwa kesehatan keledai menderita apabila mereka ditempatkan dalam kawanan besar.

The Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animal di Australia ingin perdagangan kulit keledai dihentikan karena khawatir hewan itu akan dikuliti hidup-hidup di luar negeri dan diperlakukan dengan sangat kejam.

Sumber: voaindonesia

RELATED NEWS

Venezuela Tahan Pembantu Utama Pemimpin Oposisi
Friday, 22 March 2019 05:08 WIB

Pemimpin oposisi Venezuela yang menyatakan diri sebagai presiden sementara, Juan Guaido, mengatakan, para petugas intelijen telah menahan kepala stafnya. Pembantu Guaido, Roberto Marrero, dibawa ke tahanan setelah penggerebekan di rumahnya semalam. Kediaman anggota parlemen Sergio Vergara juga dige...

Keuntungan BMW akan Menurun karena Biaya Produksi dan Ketidakpastian Dagang
Thursday, 21 March 2019 17:50 WIB

Produsen kendaraan bermotor Jerman, BMW, mengatakan, Rabu (20/3), keuntungan mereka pada tahun 2019 akan lebih rendah dari tahun sebelumnya. Mereka mengatakan, penyebab penurunan ini terkait rencana mereka untuk memangkas biaya produksi sebesar 13,6 miliar dolar untuk mengompensasi pengeluaran bagi ...

Japan Times Meminta Maaf untuk 'Gejolak' Seputar Referensi Perang Dunia II
Thursday, 21 March 2019 10:06 WIB

The Japan Times, sebuah surat kabar berbahasa Inggris yang mengubah uraiannya tentang œwanita penghibur dan pekerja paksa tahun lalu, meminta maaf kepada stafnya bulan lalu, tetapi mengancam akan melakukan tindakan hukum terhadap siapa pun yang menemukan informasi rahasia bocor. Dalam catatan ...

Uni Eropa Perketat Sikapnya Terkait Brexit
Thursday, 21 March 2019 02:35 WIB

Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker mengatakan, Rabu (20/3), Uni Eropa tidak terbuka pada kemungkinan perundingan lebih lanjut mengenai keluarnya Inggris dari blok tersebut, dan tidak mungkin memutuskan apakah pekan ini akan memberi Inggris perpanjangan waktu setelah tengat waktu 29 Maret. PM...

Militer AS Bantah Tuduhan Tentang Korban Sipil di Somalia
Wednesday, 20 March 2019 18:19 WIB

Kelompok HAM Amnesty International mengatakan 14 warga sipil tewas dalam lima serangan udara militer Amerika di Somalia dalam dua tahun terakhir. Tuduhan itu dibantah keras Amerika. Laporan Amnesty International yang dikeluarkan Selasa (19/3) juga mencakup pernyataan dari 65 saksi mata, sejumlah fo...

ANOTHER NEWS
Venezuela Tahan Pembantu Utama Pemimpin Oposisi
Friday, 22 March 2019 05:08 WIB Pemimpin oposisi Venezuela yang menyatakan diri sebagai presiden sementara, Juan Guaido, mengatakan, para petugas intelijen telah menahan kepala stafnya. Pembantu Guaido, Roberto Marrero, dibawa ke tahanan setelah penggerebekan di rumahnya...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.