Surat Lamaran Kerja Steve Jobs Terjual $174 ribu
Tuesday, 20 March 2018 01:24 WIB | GLOBAL |Apple

Selembar surat lamaran pekerjaan yang diisi oleh Steve Job lebih dari empat dekade lalu terjual seharga $174 ribu, tiga kali lebih tinggi dari perkiraan harga pada pra-penjualan. Surat itu menggambarkan aspirasi teknologi pendiri perusahaan teknologi, Apple.

Seorang pengusaha internet asal Inggris memenangkan lelang itu, kata balai lelang, RR Auction, dalam pernyataannya, Jumat (16/3). Namun pembeli meminta identitasnya dirahasiakan.

Surat lamaran pekerjaan yang tertanggal 1973, lengkap dengan kesalahan ejaan dan tanda baca, awalnya diperkirakan akan terjual $50 ribu.

Harga jual surat lamaran Jobs pada Kamis (15/3) mencapai $174.757, kata rumah lelang tersebut

Dokumen tersebut tidak mencantumlan posisi atau perusahaan yang dilamar. Jobs dan rekannya, Steve Wozniak, mendirikan Apple sekitar tiga tahun kemudian.

RR Auction mengatakan harga tinggi merefleksikan pengaruh besar Jobs yang masih terus berlanjut. Jobs meninggal pada 2011, pada usia 56 tahun, akibat kanker.

"Ada banyak kolektor yang mendapat rezeki nomplok dalam beberapa dekade terakhir karena menggunakan teknologi Apple dan kami mengharapkan hasil yang kuat dengan barang-barang terkait di masa depan," kata Bobby Livingston, Wakil Presiden Eksekutif di RR Auction, dalam pernyataannya.

Barang-barang penting lainnya dalam lelang online, termasuk petunjuk teknis Apple Mac OS X yang ditandatangani Jobs pada 2001 dan terjual seharga $41.806. Kliping koran langka dari 2008 yang ditandatangani Jobs. Kliping yang terjual seharga $26.950 itu, menampilkan foto Jobs sedang berbicara di Konferensi Para Pengembang Apple.

Sumber: VOA news

RELATED NEWS

Pakistan: Peningkatan Konflik Bisa Gagalkan Upaya Perdamaian di Afghanistan
Friday, 19 April 2019 11:03 WIB

Pakistan hari Kamis (18/4) memperingatkan bahwa peningkatan konflik bisa menggagalkan usaha perdamaian pimpinan Amerika di Afghanistan, tapi tidak mengutuk permulaan serangan musim semi yang dilancarkan Taliban di Afghanistan. Taliban mengumumkan musim serangan baru Jumat lalu di tengah harapan aka...

Korut Tak Mau Lagi Menlu AS Terlibat dalam Perundingan Nuklir
Friday, 19 April 2019 03:19 WIB

Korea Utara meminta agar Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo tidak lagi ambil bagian dalam pembicaraan lebih jauh apapun yang melibatkan program senjata nuklir negara itu. Kwon Jong Gun, pejabat senior di Kementerian Luar Negeri Korea Utara, mengatakan, Pyongyang menghendaki seseorang yang œl...

Gempa Kuat Hantam Taiwan Timur
Thursday, 18 April 2019 20:59 WIB

Gempa berkekuatan 6,1 pada skala Richter menghantam pantai timur Taiwan Kamis sore (18/4), menurut Biro Cuaca Pusat negara itu. Rekaman televisi menunjukkan terjadinya tanah longsor setidaknya di satu wilayah, tetapi sejauh ini belum ada laporan langsung mengenai kerusakan besar atau korban cedera a...

Korea Utara Uji Coba Misil Taktis Baru
Thursday, 18 April 2019 12:55 WIB

Korea Utara telah menguji coba sebuah misil taktis baru dalam unjuk kemampuan terbaru militer Pyongyang, demikian laporan media pemerintah, Kamis. Kim Jong Un mengawasi dan memandu uji coba pada hari Rabu dan menyebutnya operasi "sangat penting," kata kantor berita resmi KCNA. Laporan KCNA itu tid...

Warga Paris dan Turis Berbondong-bondong untuk Melihat 'Bunda' Prancis yang Lumpuh
Wednesday, 17 April 2019 19:02 WIB

Hanya beberapa hari yang lalu, Severine Vilbert berjalan-jalan di sekitar Notre Dame dengan putri sulungnya pada hari yang dingin namun cerah. Bunga-bunga bermekaran dan katedral berkilau cahaya. "Kami memandang Notre Dame dan mengatakan monumen yang begitu indah, betapa bangganya menjadi orang Par...

ANOTHER NEWS
USD/JPY Tertahan Dekati Level 111,90 Jelang Data Perumahan AS
Friday, 19 April 2019 16:33 WIB Pasangan USD/JPY memperpanjang tren datarnya ke sesi Eropa, goyah bolak-balik dalam kisaran 10-pips yang sangat sempit tepat di bawah 112. Tarik menarik antara bulls dan bears berlanjut untuk sesi keenam berturut-turut, meskipun beberapa...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.