Kecelakaan Pesawat Rusia Dekat Moskow, 71 Orang Tewas
Monday, 12 February 2018 11:01 WIB | GLOBAL |Global

71 Orang tewas di dalam pesawat penumpang Rusia yang jatuh di dekat Moskow, demikian dikatakan pejabat-pejabat Rusia hari Minggu (11/2).

"65 Penumpang dan enam awak di dalam pesawat itu, semuanya tewas," bunyi pernyataan kantor investigasi transportasi Rusia.

Pesawat berusia tujuh tahun itu menghilang dari radar beberapa menit setelah berangkat dari bandara terbesar kedua di ibu kota Rusia, Domodedovo, dan jatuh sampai 6.700 meter per menit pada detik-detik terakhir kecelakaan, demikian dilaporkan pelacak penerbangan FlightRadar24.

Jet regional An-148, yang dioperasikan Saratov Airlines, sedang dalam perjalanan dari Domodedovo ke kota Orsk, ketika jatuh di dekat Argunovo, sekitar 80 kilometer tenggara Moskow.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan "belasungkawa mendalam kepada mereka yang kehilangan anggota keluarga dalam kecelakaan itu," ujar juru bicaranya, Dmitry Peskov.

Lokasi kecelakaan tertutup salju tebal, menunda akses ke daerah itu karena petugas penyelamat harus memarkir mobil dan jalan kaki ke lokasi kecelakaan.

Penyebab kecelakaan belum diketahui, namun kementerian transportasi Rusia sedang menyelidiki apakah cuaca buruk dan kesalahan manusia mungkin penyebabnya.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Imigran Sudan Disebut Sebagai Pelaku Serangan Mobil London
Thursday, 16 August 2018 21:15 WIB

Polisi kontraterorisme Inggris menggeledah beberapa properti, sambil mencoba menentukan penyebab pemuda berusia 29 tahun, kelahiran Sudan, menabrakkan mobil di luar gedung Parlemen Inggris. Polisi menganggap insiden itu tindakan terorisme. Salih Khater, warga Inggris asal Sudan, ditangkap di lokasi...

Qatar dikatakan akan berinvestasi $ 15 miliar di Turki
Thursday, 16 August 2018 04:03 WIB

Qatar akan menginvestasikan $ 15 miliar di Turki, situs berita Turki NTV melaporkan hari Rabu, mengutip para pejabat Turki. Berita itu menyusul pertemuan antara Presiden Turki Recep Tayyip Erodgan dan Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani dari Qatar pada hari sebelumnya. Lira Turki melonjak ke sesi terti...

Aktivis Kemerdekaan Hong Kong Katakan China ˜Rusak™ Kota Itu
Wednesday, 15 August 2018 18:39 WIB

Andy Chan, pendiri Partai Nasional Hong Kong, mengatakan kepada para anggota Klub Koresponden Wartawan Asing (FCC) bahwa Hong Kong, sebagai suatu bangsa œdengan cepat dicaplok dan dihancurkan oleh China. Chan adalah satu dari banyak aktivis muda yang secara terbuka mengkritik cengkeraman China...

Ratusan pastor di AS 'melecehkan ribuan anak'
Wednesday, 15 August 2018 13:12 WIB

Mahkamah Negara Bagian Pennsylvania, Amerika Serikat, merilis laporan panel juri berisi rincian dugaan pelecehan seksual di Gereja Katolik yang menuduh lebih dari 300 pastor. Laporan investigasi panel juri selama 18 bulan menemukan lebih dari 1.000 anak telah dilecehkan oleh pastor-pastor dari enam...

Presiden Erdogan Ingin Boikot Barang Elektronik AS
Wednesday, 15 August 2018 04:12 WIB

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Selasa (14/8) mengancam akan memboikot barang-barang elektronik Amerika, untuk menanggapi apa yang ia sebut sebagai perang ekonomi yang dilancarkan Amerika Serikat terhadap Turki. Perselisihan diplomatik antara kedua negara itu turut memicu krisis ekonomi di Tur...

ANOTHER NEWS
Dolar Melemah, Menuju Penurunan Mingguan Pertama dalam Satu Bulan
Friday, 17 August 2018 21:26 WIB Dolar AS tampak lesu pada hari Jumat, meluncur melawan serangkaian saingan utamanya tetapi rally terhadap beberapa pasar yang muncul di tengah kekhawatiran atas sanksi lebih lanjut terhadap Turki. Indeks Dolar AS yang mengukur greenback terhadap...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.