Sejumlah tersangka koruptor Arab Saudi sepakat penyelesaian tanpa hukum
Wednesday, 6 December 2017 14:06 WIB | GLOBAL |Global

Jaksa penuntut Arab Saudi mengatakan sebagian besar yang ditahan dalam gerakan antikorupsi sepakat untuk mencapai penyelesaian di luar pengadilan.

Lewat sebuah pernyataan, disebutkan total 320 orang sudah diminta untuk memberi informasi tentang dugaan korupsi. Sekitar 159 masih tetap berada di dalam tahanan dan sejumlah di antara mereka akan dirujuk ke pengadilan.

Mereka yang diduga korupsi itu -termasuk para pangeran dan miliuner- ditahan di sebuah hotel mewah di Riyadh, Ritz-Carlton.

Salah seorang yang ditahan, Pangeran Miteb bin Abdullah, sudah dibebaskan pekan lalu setelah dilaporkan menyerahkan lebih dari US$1 miliar atau sekitar Rp13,5 triliun.

Aparat keamanan Saudi menangkapi ratusan pangeran, mantan menteri, dan pengusaha atas perintah putra mahkora, Pangeran Mohammed bin Salman, sebagai bagian dari kebijakan antikorupsi.

Sebuah sumber di pemerintah Arab Saudi mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa gelombang utama penangkapan sudah berakhir dan pihak berwenang mengharapkan bisa mennghimpun kenbali dana sekitar US$50 miliar sampai US$100 miliar yang akan digunakan untuk proyek pembangunan ekonomi.

Pernyataan dari kejaksaan, Selasa (05/12), menyebutkan komisi antikorupsi pimpinan Pangeran Mohammed rencananya akan menyelesaikan tahap penyelesaian tanpa pengadilan dalam beberapa pekan ini.

"Komisi sudah mengikuti prosedur yang diterapkan secara internasional dengan berunding bersama para tahanan dan menawarkan mereka penyelesaian yang bisa memfalisitasi pengembalian dana dan aset negara untuk meniadakan proses litigasi yang panjang."

Ditambahkan bahwa para tersangka yang ditahan mendapat kebebasan untuk menghubungi pihak-pihak yang mereka inginkan dan boleh menolak tawaran penyelesaian di luar hukum.

Sementara yang menandatangani kesepakatan akan mendapat rekomendasi pengampunan dan penghentian proses hukum.

Sedangkan yang menolak akan dirujuk kepada kejaksaan untuk penyelidikan lebih lanjut dengan kemungkinan didakwa dengan masa penahanan enam bulan dan bisa diperpanjang lewat perintah pengadilan.

Pihak kejaksaan juga menyatakan rekening bank dari 376 orang yang ditahan dan yang terkait tetap dibekukan.

Para pengkritik megatakan kebijakan antikorupsi ini lebih merupakan langkah terselubung untuk memapankan kekuasaan putra mahkota Pangeran Mohammed namun dibantah tegas pihak berwenang.

Sumber: BBC

RELATED NEWS

Uni Eropa Tak Dukung Seruan China untuk Melawan Proteksionisme Trump
Tuesday, 17 July 2018 11:34 WIB

Sementara Amerika Serikat meningkatkan ancaman perdagangan, hari Senin (16/7), China mengalami kemunduran terkait seruannya bagi kerja sama internasional untuk melawan apa yang mereka sebut kebijakan proteksionisme Presiden AS Donald Trump. Luca Jahier, Ketua Komite Ekonomi dan Sosial Eropa, mengat...

Trump Cap Rusia, China dan Eropa œMusuh
Monday, 16 July 2018 17:49 WIB

Presiden AS Donald Trump mencap Rusia, China dan Uni Eropa sebagai musuh Amerika Serikat, Namun Trump secara khusus menyerang sekutu-sekutu Amerika di Eropa dan menuduh mereka mengambil keuntungan dari Amerika lewat kesepakatan perdagangan. œSaya merasa kita punya banyak musuh, kata pemimpin A...

Perancis Boyong Piala Dunia, Bungkam Kroasia 4-2
Monday, 16 July 2018 07:29 WIB

Prancis memenangkan kejuaraan Piala Dunia keduanya, mengalahkan Kroasia 4-2 hari Minggu di Stadion Luzhniki Moskow Prancis memimpin 2-1 pada babak pertama, berkat gol bunuh diri dari Kroasia Mario Mandzukic, yang menyundul tendangan bebas ke gawang timnya sendiri, dan tendangan penalti Antoine Grie...

Latihan Bersama AL di Laut China Selatan, Perkuat Hubungan AS-Filipina
Saturday, 14 July 2018 02:10 WIB

Para analis menyatakan latihan militer bersama Angkatan Laut Filipina dan Amerika Serikat di Laut China Selatan merupakan indikasi bahwa Filipina semakin dekat dengan bekas penjajah sekaligus temannya itu setelah beberapa tahun mengupayakan hubungan yang lebih hangat dengan musuh Amerika dalam Peran...

Trump: Putin Bukan Teman, Bukan Juga Musuh
Friday, 13 July 2018 11:16 WIB

Presiden AS Donald Trump mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin bukan teman bukan juga musuh, beberapa hari sebelum mereka bertemu di Helsinki. Kedua pemimpin dijadwalkan bertemu hari Senin (16/7), di mana Trump mengatakan akan membicarakan mengenai Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis, pelan...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong turun tajam pada jam istirahat perdagangan
Tuesday, 17 July 2018 11:40 WIB Bursa Hong Kong terperosok pada Selasa pagi, terseret oleh aksi jual besar di perusahaan-perusahaan energi sehari setelah harga minyak terpukul oleh kekhawatiran melimpahnya pasokan baru. Indeks Hang Seng kehilangan 1,00 persen, atau 284,81 poin,...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.