Mantan Presiden Dibunuh, Kekhawatiran Soal Kemanusiaan dan Politik Semakin Dalam di Yaman
Wednesday, 6 December 2017 03:17 WIB | GLOBAL |Global

Utusan PBB untuk Yaman dijadwalkan memberi penjelasan ringkas kepada para anggota Dewan Keamanan PBB hari Selasa ini (5/12), sehari setelah pemberontak membunuh mantan presiden Yaman yang juga mantan sekutu mereka, Ali Abdullah Saleh, menyusul kekerasan yang meningkat di ibukota dengan dibubarkannya aliansi mereka.

Juru bicara PBB Stephane Dujarric memberitahu wartawan bahwa utusan PBB untuk Yaman, Ismail Ould Cheikh Ahmed diharapkan akan membahas dampak politik tewasnya mantan presiden Ali Abdullah Saleh.

œIni jelas menambahkan tingkat kerumitan yang ekstrem terhadap situasi politik Yaman yang sekarang ini sangat sulit, kata Dujarric. Ia menegaskan bahwa badan dunia itu tetap siap memperantarai perundingan untuk menghentikan konflik yang telah menewaskan 10 ribu orang dan menyebabkan jutaan lainnya dalam kondisi sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan di Yaman sejak 2014.

Koordinator bantuan kemanusiaan PBB untuk Yaman, Jaime McGoldrick, menyerukan gencatan senjata kemanusiaan pada hari Selasa guna memberi waktu kepada warga sipil untuk mencari bantuan.

Dalam suatu pernyataan, McGoldrick mengemukakan, jalan-jalan di ibukota, Sana™a telah menjadi medan pertempuran dan warga terperangkap di rumah mereka, tidak dapat keluar rumah untuk mencari keselamatan dan layanan kesehatan serta untuk mendapatkan pasokan dasar seperti makanan, bahan bakar dan air bersih.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Uni Eropa Tak Dukung Seruan China untuk Melawan Proteksionisme Trump
Tuesday, 17 July 2018 11:34 WIB

Sementara Amerika Serikat meningkatkan ancaman perdagangan, hari Senin (16/7), China mengalami kemunduran terkait seruannya bagi kerja sama internasional untuk melawan apa yang mereka sebut kebijakan proteksionisme Presiden AS Donald Trump. Luca Jahier, Ketua Komite Ekonomi dan Sosial Eropa, mengat...

Trump Cap Rusia, China dan Eropa œMusuh
Monday, 16 July 2018 17:49 WIB

Presiden AS Donald Trump mencap Rusia, China dan Uni Eropa sebagai musuh Amerika Serikat, Namun Trump secara khusus menyerang sekutu-sekutu Amerika di Eropa dan menuduh mereka mengambil keuntungan dari Amerika lewat kesepakatan perdagangan. œSaya merasa kita punya banyak musuh, kata pemimpin A...

Perancis Boyong Piala Dunia, Bungkam Kroasia 4-2
Monday, 16 July 2018 07:29 WIB

Prancis memenangkan kejuaraan Piala Dunia keduanya, mengalahkan Kroasia 4-2 hari Minggu di Stadion Luzhniki Moskow Prancis memimpin 2-1 pada babak pertama, berkat gol bunuh diri dari Kroasia Mario Mandzukic, yang menyundul tendangan bebas ke gawang timnya sendiri, dan tendangan penalti Antoine Grie...

Latihan Bersama AL di Laut China Selatan, Perkuat Hubungan AS-Filipina
Saturday, 14 July 2018 02:10 WIB

Para analis menyatakan latihan militer bersama Angkatan Laut Filipina dan Amerika Serikat di Laut China Selatan merupakan indikasi bahwa Filipina semakin dekat dengan bekas penjajah sekaligus temannya itu setelah beberapa tahun mengupayakan hubungan yang lebih hangat dengan musuh Amerika dalam Peran...

Trump: Putin Bukan Teman, Bukan Juga Musuh
Friday, 13 July 2018 11:16 WIB

Presiden AS Donald Trump mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin bukan teman bukan juga musuh, beberapa hari sebelum mereka bertemu di Helsinki. Kedua pemimpin dijadwalkan bertemu hari Senin (16/7), di mana Trump mengatakan akan membicarakan mengenai Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis, pelan...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong turun tajam pada jam istirahat perdagangan
Tuesday, 17 July 2018 11:40 WIB Bursa Hong Kong terperosok pada Selasa pagi, terseret oleh aksi jual besar di perusahaan-perusahaan energi sehari setelah harga minyak terpukul oleh kekhawatiran melimpahnya pasokan baru. Indeks Hang Seng kehilangan 1,00 persen, atau 284,81 poin,...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.