Usaha Anti-Korupsi di Saudi Masih Dipertanyakan Pihak Asing
Tuesday, 14 November 2017 13:15 WIB | GLOBAL |Global

Sepekan setelah penindakan yang tak pernah terjadi terhadap beberapa pangeran dan pengusaha kaya Arab Saudi, pemerintah negara-negara asing dan penanam modal masih sedang berusaha menjawab pertanyaan mendasar tentang penangkapan yang disebut oleh pihak berwenang Saudi usaha anti-korupsi yang dipelopori Putra Mahkota kerajaan teluk itu.

Apakah Mohammad bin Salman yang berusia 32 tahun itu hendak memperkuat kekuasaan untuk memastikan suksesinya tidak akan terganggu ketika ayahnya yang sakit-sakitan meninggal dunia? Atau apakah dia memang seperti yang dikatakannya seorang reformis yang bertekad untuk memoderninasi kerajaan yang terkenal mempunyai system pemerintahan yang kaku yang dibebani oleh tuntutan berbagai cabang keluarga besar kerajaan?

Desas-desus banyak di ibukota Saudi bahwa pembersihan belum selesai dan masih ada lagi penangkapan dalam beberapa hari mendatang diperkirakan oleh para diplomat asing di Saudi, yang masih kaget oleh besarnya penindakan itu.

Golongan menengah muda warga Saudi, yang sudah lama kecewa oleh penyuapan dan kebiasaan yang korup di kerajaan itu, menyambut baik pembersihan oleh Putra Mahkota itu, tetapi investor asing berhati-hati, khawatir Mohammad bin Salman mungkin telah melakukan tindakan yang terlalu besar.

Sebagai negara yang sudah lama dipandang sebagai tempat yang stabil melakukan kegiatan usaha, pembersihan terbaru telah menangkap kira-kira 500 orang, termasuk pria terkaya negara itu, Pangeran Waleed bin Talal, pengusaha milyarder yang turut memiliki jaringan hotel Four Seasons dan hingga baru-baru ini seorang investor besar dalam perusahaan media raksasa sedunia Rupert Murdoch. Ia ditangkap di kamp gurun pasirnya yang mewah itu.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

UE akan Berlakukan Tarif Baru terhadap Produk AS
Saturday, 23 June 2018 00:16 WIB

Uni Eropa, Jumat (22/6/2018), akan menerapkan tarif baru terhadap berbagai produk Amerika yang bernilai miliaran dolar, termasuk jeans, wiski dan sepeda motor. Tindakan ini merupakan pembalasan terbaru terhadap keputusan Presiden Amerika Donald Trump untuk menerapkan bea impor terhadap baja dan alu...

Pentagon akan Tampung 20 Ribu Anak Migran
Friday, 22 June 2018 19:08 WIB

Pentagon telah setuju untuk menampung sampai 20 ribu anak migran yang secara ilegal melintasi perbatasan selatan Amerika tanpa pendamping, di pangkalan-pangkalan militerAmerika. Juru bicara Pentagon, Letnan Kolonel AS Jamie Davis mengatakan kepada VOA, Kamis (21/6/2018), Departemen Pertahanan mener...

Turki Terima Jet Tempur F-35
Friday, 22 June 2018 10:04 WIB

Meskipun ada tentangan dari Kongres Amerika, Turki akan mendapat jet tempur F-35nya yang pertama pekan ini, kata para pejabat Pentagon dan industri penerbangan. Lockheed Martin, pembuat jet F-35 itu, akan mengadakan upacara penyerahan pesawat tempur canggih itu di Forth Worth, Texas, kata juru bica...

Pemerintahan Trump akan Ungkap Rencana Merger Departemen Pendidikan dan Tenaga Kerja
Friday, 22 June 2018 00:07 WIB

Pemerintahan presiden Donald Trump diperkirakan akan mengusulkan penggabungan Departemen Pendidikan dan Departemen Tenaga kerja, sebut beberapa media. Rencana tersebut, yang mungkin diumumkan sedini hari ini, Kamis (21/6), akan menjadi bagian dari perombakan besar-besaran pemerintah federal, dengan...

Malmstrom: UE siap buka pembicaraan dengan AS untuk perbaiki cekcok perdagangan
Thursday, 21 June 2018 19:39 WIB

Uni Eropa siap untuk berunding dengan Amerika Serikat guna menyelesaikan cekcok perdagangan yang dipicu oleh keputusan Washington untuk memberlakukan tarif pajak logam, Komisaris Perdagangan Ini Eropa Cecilia Malmstrom mengatakan pada hari Kamis. "Kami selalu terbuka untuk berbicara dengan AS. Selu...

ANOTHER NEWS
Isu perang dagang buat saham HK bukukan penurunan mingguan terbesar dalam 3 bulan (Review)
Saturday, 23 June 2018 04:10 WIB Indeks saham acuan Hong Kong berakhir sedikit lebih tinggi pada hari Jumat, tetapi mencatat penurunan mingguan terbesar dalam tiga bulan di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara Beijing dan Washington. Indeks Hang Seng naik 0,2 persen...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.