Uni Eropa Sepakati Sanksi Ekonomi Terhadap Venezuela
Tuesday, 14 November 2017 03:55 WIB | GLOBAL |Uni Eropa

Uni Eropa telah menyetujui sanksi ekonomi, termasuk embargo senjata terhadap Venezuela, Senin.

Para menteri luar negeri Uni Eropa yang mengadakan pertemuan di Brussels mengumumkan langkah itu sebagai tanggapan atas pemilihan daerah atau pilkada bulan lalu, yang kata mereka memperburuk krisis negara tersebut.

Larangan senjata itu dimaksudkan untuk mencegah pemerintahan Presiden Nicolas Maduro membeli peralatan militer yang dapat digunakan untuk penindasan atau pengintaian.

Sanksi itu juga mencakup pembuatan sistem untuk pembekuan asset dan larangan perjalanan terhadap beberapa pejabat Venezuela masa lampau dan yang sekarang yang dekat pada Maduro.

Spanyol telah lama mengusahakan sanksi terhadap orang-orang yang dekat dengan Maduro, tetapi Uni Eropa terpecah mengenai siapa yang harus dikenakan sanksi.

Namun, para menteri mengatakan dalam pernyataan hari Senin bahwa mereka memusatkan perhatian pada pasukan keamanan dan para menteri serta lembaga yang dituduh melanggar hak azasi manusia, dan tidak menghormati azas demokrasi atau kekuasaan hukum.

Kamis lalu, Amerika mengenakan sanksi keuangan terhadap 10 mantan pejabat Venezuela serta pejabat yang sekarang karena tuduhan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan yang berhubungan dengan penindakan Maduro terhadap oposisi.

Sumber : VOA news

RELATED NEWS

Masjid di Mesir diserang saat salat Jumat, 235 meninggal, tak ada korban WNI
Saturday, 25 November 2017 01:30 WIB

Kelompok militan melakukan serangan di satu masjid di Sinai Utara, Mesir, hari Jumat (24/11) menewaskan setidaknya 235 orang, 120 orang lainnya mengalami luka-luka, kata stasiun televisi milik pemerintah. Dubes Republik Indonesia untuk Mesir, Helmy Fauzi, mengatakan dalam serangan tersebut tak ada ...

Hari Ini, Mnangagwa Dilantik Jadi Presiden Zimbabwe
Friday, 24 November 2017 18:07 WIB

Emmerson Mnangagwa, yang dipecat dari jabatan sebagai wakil presiden Zimbabwe pada 5 November, dilantik sebagai presiden Jumat siang, mengakhiri pemerintahan otoriter Robert Mugabe selama 37 tahun. Mnangagwa, yang dipecat ditengah-tengah pergulatan untuk menggantikan Mugabe dengan istri Mugabe, Gra...

Manfaat Kesehatan dalam Tiga Cangkir Kopi Sehari
Friday, 24 November 2017 11:08 WIB

Bagi penikmat kopi, minuman berkafein ini ternyata tidak sekedar mengusir kantuk. Para ilmuwan mengatakan, orang-orang yang mengonsumsi tiga hingga empat cangkir kopi sehari akan lebih cenderung mendapat banyak manfaat kesehatan, ketimbang kerugian. Dibandingkan mereka yang tidak minum kopi sama sek...

Pembom Bunuh Diri Tewaskan 8 di Afghanistan Timur
Friday, 24 November 2017 01:27 WIB

Sebuah ledakan bom bunuh diri hari Kamis (23/11) di bagian timur Afghanistan menewaskan sedikitnya 8 orang dan melukai 16 lainnya. Sejumlah pejabat mengatakan, ledakan di Jalalabad, ibukota propinsi Nangarhar, itu terjadi di tengah kerumunan orang di luar tempat kediaman seorang mantan komandan pol...

Politisi Hindu Tawarkan 1,5 Juta Dolar untuk Penggal Aktris Bollywood
Thursday, 23 November 2017 18:21 WIB

Seorang tokoh partai Bharatiya Janata, BJP, yang berkuasa di India menawarkan hadiah 1,5 juta dolar untuk siapapun yang memenggal kepala seorang aktris dan seorang sutradara Bollywood. Surajpal Singh Amu, anggota BJP di negara bagian Haryana, marah karena film Padmavati, yang dibintangi Deepika Pad...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong dan China Menguat Pasca sell-off (Review)
Saturday, 25 November 2017 06:00 WIB Saham Hong Kong kembali menguat pada hari Jumat dari kerugian hari sebelumnya, sementara saham Shanghai naik tipis setelah penurunan tajam, namun para pedagang tetap mengawasi tindakan keras China terhadap investasi spekulatif. Indeks Hang Seng...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.