Uni Eropa Sepakati Sanksi Ekonomi Terhadap Venezuela
Tuesday, 14 November 2017 03:55 WIB | GLOBAL |Uni Eropa

Uni Eropa telah menyetujui sanksi ekonomi, termasuk embargo senjata terhadap Venezuela, Senin.

Para menteri luar negeri Uni Eropa yang mengadakan pertemuan di Brussels mengumumkan langkah itu sebagai tanggapan atas pemilihan daerah atau pilkada bulan lalu, yang kata mereka memperburuk krisis negara tersebut.

Larangan senjata itu dimaksudkan untuk mencegah pemerintahan Presiden Nicolas Maduro membeli peralatan militer yang dapat digunakan untuk penindasan atau pengintaian.

Sanksi itu juga mencakup pembuatan sistem untuk pembekuan asset dan larangan perjalanan terhadap beberapa pejabat Venezuela masa lampau dan yang sekarang yang dekat pada Maduro.

Spanyol telah lama mengusahakan sanksi terhadap orang-orang yang dekat dengan Maduro, tetapi Uni Eropa terpecah mengenai siapa yang harus dikenakan sanksi.

Namun, para menteri mengatakan dalam pernyataan hari Senin bahwa mereka memusatkan perhatian pada pasukan keamanan dan para menteri serta lembaga yang dituduh melanggar hak azasi manusia, dan tidak menghormati azas demokrasi atau kekuasaan hukum.

Kamis lalu, Amerika mengenakan sanksi keuangan terhadap 10 mantan pejabat Venezuela serta pejabat yang sekarang karena tuduhan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan yang berhubungan dengan penindakan Maduro terhadap oposisi.

Sumber : VOA news

RELATED NEWS

Trump: Beri Senjata Kepada Guru 'Yang Ingin Menggunakannya'
Saturday, 24 February 2018 04:32 WIB

Untuk hari kedua berturut-turut, Presiden Donald Trump bicara panjang lebar tentang keamanan sekolah, menyarankan agar guru dipersenjatai untuk mencegah pembantaian di sekolah. œKecuali jika kita mempunyai kekuatan ofensif, itu akan terjadi lagi. Anda tidak akan bisa mempekerjakan petugas keamana...

Polisi Inggris Selidiki Paket 'Rasis' untuk Pangeran Harry
Friday, 23 February 2018 19:34 WIB

Polisi sedang menyelidiki paket mencurigakan yang dikirim kepada Pangeran Harry dan tunangannya Meghan Markle, dan memperlakukan kasus itu sebagai kejahatan kebencian terkait ras, demikian dikatakan Scotland Yard hari Kamis (22/2). Pasukan Kepolisian Metropolitan mengatakan œpaket berisi zat itu'...

China Bantah Kontak Militan Separatis di Pakistan
Friday, 23 February 2018 04:21 WIB

Sejumlah pejabat China membantah laporan-laporan yang menyebutkan bahwa mereka melakukan kontak dengan militan separatis di propinsi Baluchistan yang rusuh di Pakistan untuk memastikan keamanan proyek-proyek infrastruktur bernilai puluhan miliar dolar yang direncanakan di wilayah tersebut. Sebuah l...

AS Pertimbangkan Sanksi Baru Terhadap Rusia
Thursday, 22 February 2018 18:21 WIB

Pejabat senior Gedung Putih mengatakan bahwa pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan sanksi tambahan terhadap Rusia dan mewaspadai kemungkinan campur tangan dalam pemilihan kongres November. Partai Republik dan Demokrat mengkritik Presiden Donald Trump karena tidak menjatuhkan sanksi yang telah ...

Malaysia Tangkap 10 Tersangka Militan Islam
Thursday, 22 February 2018 05:16 WIB

Polisi Malaysia telah menangkap 10 tersangka yang berusaha membangun kubu pertahanan di pulau Borneo. Para tersangka ditangkap dalam serangkaian penggerebekan pada Januari dan awal Februari, menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan kepala polisi nasional Mohamad Fuzi Harun. Di dalam kelompok ter...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong Naik Seiring Membaiknya Sentimen Pasca Penurunan Terbaru (Review)
Saturday, 24 February 2018 04:39 WIB Saham Hong Kong naik pada hari Jumat, mencatatkan minggu perdagangan yang dipersingkat karena liburan, karena indeks utama berhasil memulihkan sebagian besar kekalahan yang terjadi selama masa penurunan baru-baru ini. Indeks Hang Seng naik 1,0...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.