Korban Tewas Gempa di Iran-Irak Naik Jadi Lebih Dari 200 Orang
Monday, 13 November 2017 15:50 WIB | GLOBAL |Global

Korban Tewas Gempa di Iran-Irak Naik Jadi Lebih Dari 200 Orang

Upaya penyelamatan dan pemberian bantuan terus berlangsung di Iran dan Irak, Senin (13/11), menyusul gempa 7,3 Skala Richter yang menewaskan lebih dari 200 orang.

Gempa mengguncang wilayah tersebut pada Minggu (12/11) dengan pusat gempa dekat Kota Halabja di wilayah Kurdistan, Irak.

Korban tewas paling banyak dilaporkan di Iran. Para pejabat Iran mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa sebanyak 1,650 orang lainnya juga terluka akibat gempa.

Daerah yang paling parah diguncang gempa adalah Provinsi Kermanshah di Iran, yang memgumumkan tiga hari masa berkabung.

Gempa awal yang diikuti dengan serangkaian gempa susulan membuat warga yang panik berhamburan keluar dari rumah mereka semalam.

Gempa telah memutus aliran listrik dan saluran telepon ke beberapa kota di Iran dan Irak, sehingga menyulitkan upaya penyelamatan.

Badan Survei Geologi AS mengatakan gempa pada Minggu itu, terjadi di jalur patahan sepanjang 1.500 yang melintasi Iran dan Irak

Iran telah beberapa kali dilanda gempa mematikan. Gempa pada 2003 di selatan Kota Bam menewaskan setidaknya 26.000 orang, sedangkan gempa pada 2012 di Provinsi Azerbaijan Timur membunuh lebih dari 300 orang.

Sumber: VOA

RELATED NEWS

Trump: Beri Senjata Kepada Guru 'Yang Ingin Menggunakannya'
Saturday, 24 February 2018 04:32 WIB

Untuk hari kedua berturut-turut, Presiden Donald Trump bicara panjang lebar tentang keamanan sekolah, menyarankan agar guru dipersenjatai untuk mencegah pembantaian di sekolah. œKecuali jika kita mempunyai kekuatan ofensif, itu akan terjadi lagi. Anda tidak akan bisa mempekerjakan petugas keamana...

Polisi Inggris Selidiki Paket 'Rasis' untuk Pangeran Harry
Friday, 23 February 2018 19:34 WIB

Polisi sedang menyelidiki paket mencurigakan yang dikirim kepada Pangeran Harry dan tunangannya Meghan Markle, dan memperlakukan kasus itu sebagai kejahatan kebencian terkait ras, demikian dikatakan Scotland Yard hari Kamis (22/2). Pasukan Kepolisian Metropolitan mengatakan œpaket berisi zat itu'...

China Bantah Kontak Militan Separatis di Pakistan
Friday, 23 February 2018 04:21 WIB

Sejumlah pejabat China membantah laporan-laporan yang menyebutkan bahwa mereka melakukan kontak dengan militan separatis di propinsi Baluchistan yang rusuh di Pakistan untuk memastikan keamanan proyek-proyek infrastruktur bernilai puluhan miliar dolar yang direncanakan di wilayah tersebut. Sebuah l...

AS Pertimbangkan Sanksi Baru Terhadap Rusia
Thursday, 22 February 2018 18:21 WIB

Pejabat senior Gedung Putih mengatakan bahwa pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan sanksi tambahan terhadap Rusia dan mewaspadai kemungkinan campur tangan dalam pemilihan kongres November. Partai Republik dan Demokrat mengkritik Presiden Donald Trump karena tidak menjatuhkan sanksi yang telah ...

Malaysia Tangkap 10 Tersangka Militan Islam
Thursday, 22 February 2018 05:16 WIB

Polisi Malaysia telah menangkap 10 tersangka yang berusaha membangun kubu pertahanan di pulau Borneo. Para tersangka ditangkap dalam serangkaian penggerebekan pada Januari dan awal Februari, menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan kepala polisi nasional Mohamad Fuzi Harun. Di dalam kelompok ter...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong Naik Seiring Membaiknya Sentimen Pasca Penurunan Terbaru (Review)
Saturday, 24 February 2018 04:39 WIB Saham Hong Kong naik pada hari Jumat, mencatatkan minggu perdagangan yang dipersingkat karena liburan, karena indeks utama berhasil memulihkan sebagian besar kekalahan yang terjadi selama masa penurunan baru-baru ini. Indeks Hang Seng naik 1,0...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.