Korea Utara Kecam Trump karena Berupaya Sudahi Program Misil dan Nuklir
Monday, 13 November 2017 13:09 WIB | GLOBAL |Global

Korea Utara mengecam keras Presiden Amerika Donald Trump karena berupaya menyudahi program misil dan nuklir Korea Utara.

Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengeluarkan pernyataan pertama tentang lawatan Trump ke Asia, dengan mengatakan œperjalanan ini memancing konfrontasi dengan negara kita, dengan berupaya menyudahi program pertahanan nuklir kita."

Pyongyang juga menuduh Trump mencoba mengucilkan negara itu dari masyarakat internasional dan melemahkan pemerintahannya.

"Ucapan yang sembrono oleh orang tua yang gila seperti Trump tidak akan pernah membuat kita gentar atau menghentikan kemajuan kita," tambah pernyataan itu.

Sebagian besar lawatan Trump ke lima negara Asia memang difokuskan pada Korea Utara. Trump secara pribadi menekan Presiden China Xi Jinping dalam isu nuklir Korea Utara, demikian ujar beberapa pejabat pemerintahan Trump. Menurut Menteri Luar Negeri Rex Tillerson, Trump mengatakan kepada Xi œAnda sosok yang kuat, saya yakin Anda bisa menyelesaikan masalah ini demi saya."

Xi Jinping mendesak mitranya di Korea Selatan untuk membuka kembali perundingan dengan Korea utara, guna membantu mengatasi ancaman keamanan yang disampaikan Korea Utara; demikian menurut kantor berita Reuters mengutip kantor berita pemerintah China Xinhua.

Di sela-sela KTT APEC di Vietnam itu, Xi dilaporkan telah mendorong Presiden Korea Selatan Moon Jae-in untuk kembali terlibat dengan Korea Utara guna mendorong negara itu menyudahi program misil dan nuklirnya, yang telah melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.

Pemimpin Korea Selatan dan China sepakat tentang perlunya mencapai resolusi damai terhadap ancaman Korea Utara, demikian pernyataan juru bicara kepresidenan Korea Selatan. Ditambahkan, kedua negara akan terlibat dalam pembicaraan yang lebih intensif di semua lapisan.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

UE Tetapkan Sistem Pembayaran dengan Iran untuk Pertahankan Perdagangan
Wednesday, 26 September 2018 03:44 WIB

Lima pihak yang tersisa dalam perjanjian nuklir dengan Iran telah sepakat untuk membentuk suatu sistem pembayaran khusus yang memungkinkan perusahaan-perusahaan melanjutkan bisnisnya dengan rezim Iran, guna menghindari sanksi-sanksi baru yang diberlakukan Amerika Serikat. Para utusan Inggris, Peran...

Rusia akan Pasok Sistem Misil Pertahanan Terbaru untuk Suriah
Tuesday, 25 September 2018 19:04 WIB

Rusia mengatakan akan memberi Suriah misil pertahanan jenis S-300 yang lebih modern dalam beberapa pekan ke depan, meski mendapat tentangan dari Israel. Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan Presiden Vladimir Putin memerintahkan pemberian misil yang lebih mutakhir itu setelah barisan pe...

Hong Kong Resmi Melarang Partai Pro-Kemerdekaan
Tuesday, 25 September 2018 11:28 WIB

Hong Kong telah melarang sebuah partai politik yang mendukung kemerdekaan dari China. Ini merupakan isyarat lebih jauh tentang menguatnya cengkeraman China daratan terhadap wilayah semiotonom tersebut. Menteri Keamanan, John Lee, Senin (24/9) mengumumkan bahwa Partai Nasional Hong Kong dilarang ber...

Trump Janjikan KTT ke-2 dengan Kim dalam Waktu Sangat Dekat
Tuesday, 25 September 2018 00:02 WIB

Presiden Amerika Donald Trump mengatakan ia akan mengadakan pertemuan puncak kedua dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un œdalam waktu sangat dekat.™ Trump, yang mengeluarkan pernyataan itu hari Senin di PBB, juga menyebut tentang œkemajuan luar biasa yang dicapai pemerintahannya menge...

Pompeo: Amerika akan Menangkan Perang Dagang dengan China
Monday, 24 September 2018 19:53 WIB

Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo bertekad Amerika akan memenangkan perang dagang apapun dengan China, sehari sebelum pemberlakuan tarif impor terbaru terhadap impor barang-barang China. Pompeo hari Minggu (23/9) mengatakan kepada stasiun televisi FOX, œkita akan berhasil memaksa China untu...

ANOTHER NEWS
Saham Asia Turun, Pedagang Menunggu Komentar Fed
Wednesday, 26 September 2018 10:23 WIB Saham Asia melemah seiring ekuitas Jepang menghentikan reli tujuh hariya dan investor menunggu keputusan dari pertemuan Federal Reserve AS. Indeks MSCI AC Asia Pacific turun 0,1 persen pada pukul 10:42 pagi di Hong Kong, dipimpin oleh saham...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.