BOJ Menjaga Kebijakan Tidak Berubah, Mengurangi Perkiraan Inflasi
Friday, 15 June 2018 10:01 WIB | MONETARY |Fiskal & MoneterMoneter

Bank of Japan meninggalkan kebijakan moneter tidak berubah bahkan ketika menurunkan penilaian inflasi, turun lebih jauh di belakang rekan globalnya pada akhir minggu yang sibuk bagi bank-bank sentral.

BOJ mempertahankan pengaturan pada program kontrol kurva imbal hasil dan pembelian aset, katanya dalam sebuah pernyataan Jumat, hasil perkiraan oleh 45 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg. Bank sentral menurunkan penilaian inflasi setelah menaikkannya pada bulan Januari. Dikatakannya bahwa sekarang melihat indeks harga konsumen dalam kisaran 0,5 persen hingga 1,0 persen.

Sementara BOJ berjuang, Federal Reserve pekan ini menaikkan suku bunga untuk keenam kalinya dalam 18 bulan dan menetapkan lintasan kenaikan suku bunga yang lebih curam, sementara Bank Sentral Eropa merencanakan akhir pembelian asetnya pada tahun ini.

"Minggu ini hanya memperdalam pandangan pasar bahwa Fed dan ECB berada di grup normalisasi dan Jepang tidak," Masamichi Adachi, seorang ekonom senior di JPMorgan Chase & Co., mengatakan sebelum keputusan BOJ dirilis. "Itu seharusnya membantu melemahkan yen. 

Gubernur Haruhiko Kuroda menekankan perlunya mempertahankan jalannya dengan stimulus. Pada pertemuan terakhir, bank sentral menghapus bahasa yang mengatakan pihaknya memperkirakan inflasi mencapai target 2 persen sekitar tahun fiskal yang dimulai pada April 2019.

JPMorgan dan Bank of America Merrill Lynch termasuk di antara mereka yang dalam beberapa minggu terakhir telah mengubah perkiraan mereka, mendorong kembali perkiraan waktu mereka tentang langkah pertama BOJ menuju normalisasi kebijakan. Dalam survei Bloomberg, 88 persen analis mengatakan tidak akan dimulai hingga 2019 atau setelahnya.

Kuroda hampir pasti akan menghadapi pertanyaan tentang momentum harga selama konferensi persnya pada hari Jumat. Inflasi inti, yang tidak termasuk makanan segar, melambat untuk bulan kedua berturut-turut pada bulan April, menjadi 0,7 persen.

"Inflasi jelas lebih rendah dari yang diperkirakan," kata Presiden Federal Reserve Bank of St. Louis James Bullard di Tokyo bulan lalu. "Ini telah membuat frustrasi di Jepang, tetapi itu juga menjadi pelajaran bagi seluruh dunia untuk memahami hal-hal seperti apa yang dapat terjadi jika ekspektasi inflasi berakar pada tingkat yang rendah." (frk)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS

BOE Pangkas Persyaratan Modal Bank Karena Brexit Vote Menantang Stabilitas
Tuesday, 5 July 2016 17:00 WIB

Bank of England (BOE) memangkas persyaratan modal untuk bank-bank Inggris dan berjanji untuk menerapkan langkah-langkah lain yang diperlukan untuk menopang stabilitas keuangan setelah keputusan mengejutkan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa. Komite Kebijakan Keuangan, yang dipimpin oleh Guber...

BOJ Menahan Diri Dari Meningkatkan Stimulus, Berspekulasi Ekonomi Akan Berputar
Tuesday, 15 September 2015 10:53 WIB

Bank of Japan menahan diri dari meningkatkan stimulus bahkan pasca menyusutnya ekonomi pada kuartal terakhir, berspekulasi bahwa kembalinya pertumbuhan akan cukup untuk menghidupkan kembali inflasi. Langkah yang diambil oleh Gubernur Haruhiko Kuroda dan rekan-rekannya telah meninggalkan tanggun...

China Lakukan Stimulus Dengan Kembali Pangkas Suku Bunga
Monday, 11 May 2015 06:33 WIB

Bank Sentral China kembali memangkas suku bunga untuk yang ketiga kalinya dalam 6 bulan terakhir menyusul Negeri Tirai Bambu menopang perekonomian yang sedang berhadapan dengan hutang dan penurunan sektor properti.PBOC (People Bank of China) akan memangkas tingkat suku bunga pinjaman dalam setahun s...

ECB Pertahankan Suku Bunga 0,05%
Wednesday, 15 April 2015 18:59 WIB

ECB (European Central Bank) mempertahankan suku bunga pada rekor terendah ditengah fokus terhadap program pembelian obligasi guna mendorong pemulihan perekonomian Zona Eropa.Sebanyak 25 anggota Dewan Gubernur menyatakan suku bunga acuan sebesar 0.05% pada pertemuan di Frankfurt yang berlangsung hari...

BOJ Mempertahankan Rekor Stimulus Pasca Kembali Anjloknya Inflasi
Wednesday, 8 April 2015 11:15 WIB

BOJ (Bank of Japan) mempertahankan kebijakannya ditengah Gubernur Haruhiko Kuroda mengupayakan untuk mencegah penurunan pada Indeks Harga Konsumen dalam 2 tahun terakhir ini setelah Dia mulai memberikan stimulus pada perekonomian Negeri Sakura tersebut.Bank Sentral Jepang mempertahankan rencana untu...

ANOTHER NEWS
Ekuitas Asia Turun, Terkait Kekhawatiran Atas Pertumbuhan dan Perang Perdagangan
Wednesday, 23 January 2019 08:43 WIB Saham Asia melemah pada hari Rabu di tengah meningkatnya tanda-tanda perlambatan pertumbuhan global dan kekhawatiran atas perang perdagangan antara Sino-AS yang belum terselesaikan. Indeks Nikkei Jepang turun sebanyak 0,7 persen sementara Indeks...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.