BOJ Menahan Diri Dari Meningkatkan Stimulus, Berspekulasi Ekonomi Akan Berputar
Tuesday, 15 September 2015 10:53 WIB | MONETARY |JAPANBOJ

Bank of Japan menahan diri dari meningkatkan stimulus bahkan pasca menyusutnya ekonomi pada kuartal terakhir, berspekulasi bahwa kembalinya pertumbuhan akan cukup untuk menghidupkan kembali inflasi.

Langkah yang diambil oleh Gubernur Haruhiko Kuroda dan rekan-rekannya telah meninggalkan tanggung jawab pada pemerintah, Perdana Menteri Shinzo Abe, untuk mengkompilasi paket stimulus untuk meningkatkan bukti yang menunjukan indikasi semangat pemulihan di paruh kedua tahun ini.

Fokus sekarang beralih ke pengarahan Kuroda pada siang ini di Tokyo dan petunjuk tentang kesediaannya untuk berbuat lebih banyak dalam mencegah risiko dari lemahnya minat belanja konsumen dan produksi rumahan untuk perlambatan di China. Dengan indeks inflasi BOJ adalah nol, beberapa pejabat di bank melihat kesempatan yang tumbuh dari keterlambatan lain dalam mencapai target harga 2 persen mereka. Ekonom dari Goldman Sachs Group Inc dan Citigroup Inc adalah di antara mereka yang memproyeksikan dorongan stimulus pada 30 Oktober nanti.

"BOJ berada di bawah tekanan yang meningkat," Masaaki Kanno, seorang ekonom JPMorgan dan mantan pejabat di bank sentral, mengatakan jelang keputusan. "Ini masalahnya adalah kapan, bukannya jika, akan dipermudah oleh BOJ."

Bank sentral akan terus meningkatkan basis moneter pada laju tahunan sebesar 80 triliun yen ($ 666 miliar), dikatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa, sebagai diperkirakan oleh 33 dari 35 ekonom yang disurvei Bloomberg. Dua sisanya memperkirakan dorongan.(mrv)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS

BOJ Menjaga Kebijakan Tidak Berubah, Mengurangi Perkiraan Inflasi
Friday, 15 June 2018 10:01 WIB

Bank of Japan meninggalkan kebijakan moneter tidak berubah bahkan ketika menurunkan penilaian inflasi, turun lebih jauh di belakang rekan globalnya pada akhir minggu yang sibuk bagi bank-bank sentral. BOJ mempertahankan pengaturan pada program kontrol kurva imbal hasil dan pembelian aset, katanya d...

BOE Pangkas Persyaratan Modal Bank Karena Brexit Vote Menantang Stabilitas
Tuesday, 5 July 2016 17:00 WIB

Bank of England (BOE) memangkas persyaratan modal untuk bank-bank Inggris dan berjanji untuk menerapkan langkah-langkah lain yang diperlukan untuk menopang stabilitas keuangan setelah keputusan mengejutkan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa. Komite Kebijakan Keuangan, yang dipimpin oleh Guber...

China Lakukan Stimulus Dengan Kembali Pangkas Suku Bunga
Monday, 11 May 2015 06:33 WIB

Bank Sentral China kembali memangkas suku bunga untuk yang ketiga kalinya dalam 6 bulan terakhir menyusul Negeri Tirai Bambu menopang perekonomian yang sedang berhadapan dengan hutang dan penurunan sektor properti.PBOC (People Bank of China) akan memangkas tingkat suku bunga pinjaman dalam setahun s...

ECB Pertahankan Suku Bunga 0,05%
Wednesday, 15 April 2015 18:59 WIB

ECB (European Central Bank) mempertahankan suku bunga pada rekor terendah ditengah fokus terhadap program pembelian obligasi guna mendorong pemulihan perekonomian Zona Eropa.Sebanyak 25 anggota Dewan Gubernur menyatakan suku bunga acuan sebesar 0.05% pada pertemuan di Frankfurt yang berlangsung hari...

BOJ Mempertahankan Rekor Stimulus Pasca Kembali Anjloknya Inflasi
Wednesday, 8 April 2015 11:15 WIB

BOJ (Bank of Japan) mempertahankan kebijakannya ditengah Gubernur Haruhiko Kuroda mengupayakan untuk mencegah penurunan pada Indeks Harga Konsumen dalam 2 tahun terakhir ini setelah Dia mulai memberikan stimulus pada perekonomian Negeri Sakura tersebut.Bank Sentral Jepang mempertahankan rencana untu...

ANOTHER NEWS
Ekuitas Asia Turun, Terkait Kekhawatiran Atas Pertumbuhan dan Perang Perdagangan
Wednesday, 23 January 2019 08:43 WIB Saham Asia melemah pada hari Rabu di tengah meningkatnya tanda-tanda perlambatan pertumbuhan global dan kekhawatiran atas perang perdagangan antara Sino-AS yang belum terselesaikan. Indeks Nikkei Jepang turun sebanyak 0,7 persen sementara Indeks...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.