China Lakukan Stimulus Dengan Kembali Pangkas Suku Bunga
Monday, 11 May 2015 06:33 WIB | MONETARY |StimuluschinaSuku BungaPBOC

Bank Sentral China kembali memangkas suku bunga untuk yang ketiga kalinya dalam 6 bulan terakhir menyusul Negeri Tirai Bambu menopang perekonomian yang sedang berhadapan dengan hutang dan penurunan sektor properti.

PBOC (People Bank of China) akan memangkas tingkat suku bunga pinjaman dalam setahun sebesar 0.25% poin menjadi 5.1% dan memangkas tingkat suku bunga deposito setahun sebesar 2.25% yang akan berlaku Senin ini, hal tersebut diutarakan oleh Bank Sentral China pada hari Minggu kemarin melaui situs resminya.

Laju inflasi masih lemah dan ekspor maupun impor pada bulan April kemarin merosot – hal tersebut menegaskan laju perekonomin yang berupaya memenuhi target pertumbuhan ekonomi Perdana Menteri Li Keqiang di tahun 2015 ini sebesar 7%. Dengan adanya arus  modal yang mengalir keluar dan pemerintah lokal yang terlibat dalam pelunasan hutang yang kompleks, para ekonom mengantisipasi pelonggaran lebih lanjut.

Pemangkasan suku bunga terakhir menambah upaya-upaya China sendiri dan termasuk dalam 30 negara yang telah melakukan pelonggaran kebijakan moneter sepanjang tahun ini ditengah penurunan harga komoditas yang telah memberikan ruang untuk melakukan stimulus. Hal tersebut juga mengilustrasikan adanya arah kebijakan yang divergen diantara negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut, dengan para analis memperkirakan bahwa Federal Reserve AS akan menaikkan suku bunga pinjaman pada akhir tahun ini untuk pertama kalinya sejak tahun 2006 silam. (bgs)

Sumber : Bloomberg

RELATED NEWS

BOJ Menjaga Kebijakan Tidak Berubah, Mengurangi Perkiraan Inflasi
Friday, 15 June 2018 10:01 WIB

Bank of Japan meninggalkan kebijakan moneter tidak berubah bahkan ketika menurunkan penilaian inflasi, turun lebih jauh di belakang rekan globalnya pada akhir minggu yang sibuk bagi bank-bank sentral. BOJ mempertahankan pengaturan pada program kontrol kurva imbal hasil dan pembelian aset, katanya d...

BOE Pangkas Persyaratan Modal Bank Karena Brexit Vote Menantang Stabilitas
Tuesday, 5 July 2016 17:00 WIB

Bank of England (BOE) memangkas persyaratan modal untuk bank-bank Inggris dan berjanji untuk menerapkan langkah-langkah lain yang diperlukan untuk menopang stabilitas keuangan setelah keputusan mengejutkan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa. Komite Kebijakan Keuangan, yang dipimpin oleh Guber...

BOJ Menahan Diri Dari Meningkatkan Stimulus, Berspekulasi Ekonomi Akan Berputar
Tuesday, 15 September 2015 10:53 WIB

Bank of Japan menahan diri dari meningkatkan stimulus bahkan pasca menyusutnya ekonomi pada kuartal terakhir, berspekulasi bahwa kembalinya pertumbuhan akan cukup untuk menghidupkan kembali inflasi. Langkah yang diambil oleh Gubernur Haruhiko Kuroda dan rekan-rekannya telah meninggalkan tanggun...

ECB Pertahankan Suku Bunga 0,05%
Wednesday, 15 April 2015 18:59 WIB

ECB (European Central Bank) mempertahankan suku bunga pada rekor terendah ditengah fokus terhadap program pembelian obligasi guna mendorong pemulihan perekonomian Zona Eropa.Sebanyak 25 anggota Dewan Gubernur menyatakan suku bunga acuan sebesar 0.05% pada pertemuan di Frankfurt yang berlangsung hari...

BOJ Mempertahankan Rekor Stimulus Pasca Kembali Anjloknya Inflasi
Wednesday, 8 April 2015 11:15 WIB

BOJ (Bank of Japan) mempertahankan kebijakannya ditengah Gubernur Haruhiko Kuroda mengupayakan untuk mencegah penurunan pada Indeks Harga Konsumen dalam 2 tahun terakhir ini setelah Dia mulai memberikan stimulus pada perekonomian Negeri Sakura tersebut.Bank Sentral Jepang mempertahankan rencana untu...

ANOTHER NEWS
Ekuitas Asia Turun, Terkait Kekhawatiran Atas Pertumbuhan dan Perang Perdagangan
Wednesday, 23 January 2019 08:43 WIB Saham Asia melemah pada hari Rabu di tengah meningkatnya tanda-tanda perlambatan pertumbuhan global dan kekhawatiran atas perang perdagangan antara Sino-AS yang belum terselesaikan. Indeks Nikkei Jepang turun sebanyak 0,7 persen sementara Indeks...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.