Shinzo Abe Mengumumkan Rencana Paket Ekonomi 2 Triliun Yen
Monday, 25 September 2017 15:27 WIB | FISCAL |Ekonomi Jepang

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengumumkan pada hari Senin bahwa dia akan berusaha untuk menerapkan paket stimulus ekonomi terbaru sebersar 2 triliun yen ($ 18 miliar) untuk memperluas akses terhadap pendidikan dan pemangkasan waktu tunggu di pusat penitipan anak. Dia membuat komentar sesaat sebelum rekan koalisinya mengatakan akan diadakan pemilihan, kemungkinan pada 22 Oktober.

Abe mengatakan bahwa dia akan memanfaatkan pendapatan dari kenaikan pajak konsumsi yang direncanakan yang mulai berlaku pada bulan Oktober 2019. Pendapatan dari kenaikan retribusi penjualan sebelumnya telah ditandai terutama untuk menggantikan defisit pengeluaran untuk jaringan pengaman sosial.

Dia mengatakan bahwa dia ingin menyelesaikan rincian paket sebelum akhir tahun. Rencananya akan membuat pendidikan pra sekolah gratis untuk anak-anak berusia 3 hingga 5, dan memberikan perawatan anak gratis untuk mereka yang di bawah usia 2 untuk keluarga berpenghasilan rendah.

Abe mengatakan bahwa penting untuk menemukan keseimbangan antara pengeluaran untuk paket kebijakan dan memperbaiki keuangan Jepang. Negara ini memiliki salah satu beban utang publik terbesar di antara negara-negara maju, dengan rasio utang terhadap GDP hampir 240%, menurut Dana Moneter Internasional.

Abe mengatakan bahwa dia juga ingin mempertimbangkan langkah-langkah untuk meningkatkan upah dan mendorong investasi. Abe menggambarkan waktu dari tahun fiskal berikutnya melalui fiskal 2020 sebagai investasi intensif tiga tahun untuk meningkatkan produktivitas dan upah.(yds)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS

Draghi, ECB: Kita Belum Sampai Di Sana Untuk Inflasi
Friday, 22 September 2017 16:33 WIB

Lebih banyak komentar dari pidato Presiden ECB Mario Draghi di ECB Youth Dialogue di Trinity College, di Dublin: Kutipan utama (via LiveSquawk): ¢ Kita belum sampai sana untuk inflasi ¢ Kita belum melihat banyak risiko stabilitas keuangan ¢ Sistem keuangan jauh lebih tahan banting berkat r...

Kuroda, BoJ: Akan Lanjutkan Pelonggaran Terus-Menerus Untuk Target Harga
Thursday, 21 September 2017 13:58 WIB

Bank of Japan (BoJ) Kuroda diberitakan saat ini, melalui Reuters, menyampaikan pidatonya pada konferensi pers pasca pertemuan kebijakan moneter. Poin Utama: Akan menyesuaikan kebijakan yang tepat untuk menjaga momentum menuju target harga 2% Kondisi moneter sangat longgar karena yield curve contr...

Draghi: ECB Akan Bertindak apabila Gejolak Pasar Ancam Prospek ECB
Monday, 15 February 2016 21:45 WIB

Bank Sentral Eropa akan mengambil langkah-langkah untuk memastikan kebijakan moneter mencapai ekonomi riil apabila muncul ancaman dari turbulensi pasar keuangan, kata Presiden Mario Draghi. "Dalam gejolak keuangan baru-baru ini, kita akan menganalisis keadaan transmisi impuls moneter oleh sistem ke...

RBA Stevens: Post-Boom Ekonomi Tampak Cukup Layak
Wednesday, 2 December 2015 08:52 WIB

Gubernur Reserve Bank of Australia Glenn Stevens mengatakan ekonomi msmpu menyesuaikan dengan baik dalam menghadapi penurunan harga komoditas dan penurunan investasi sumber daya saat ia berusaha untuk meredakan kekhawatiran di pusat pertambangan Australia Barat. "Tekanan inflasi secara relatif ...

BOJ Jaga Kebijakan Tidak Berubah Meski Pasca Resesi, Inflasi Lemah
Thursday, 19 November 2015 10:42 WIB

Bank of Japan meninggalkan stimulus moneter tidak berubah pada hari Kamis, menunjukkan bahwa resesi kedua Jepang sejak Perdana Menteri Shinzo Abe menjabat tidak cukup untuk mengubah pandangan Gubernur Haruhiko Kuroda bahwa tren inflasi membaik. Keputusan BOJ untuk menjaga stimulus tidak berubah yan...

ANOTHER NEWS
Bursa Saham Hong Kong Datar Saat Sesi Pembukaan Hari Selasa
Tuesday, 22 January 2019 09:21 WIB Saham-saham Hong Kong hampir tidak bergerak dalam beberapa menit pertama perdagangan hari Selasa karena pedagang memberikan jeda setelah mengalami kenaikan yang solid selama dua minggu terakhir. Indeks Hang Seng bergerak menurun 7,14 poin ke level...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.