Draghi: ECB Akan Bertindak apabila Gejolak Pasar Ancam Prospek ECB
Monday, 15 February 2016 21:45 WIB | FISCAL |Fiskal ECBMario Draghi

Bank Sentral Eropa akan mengambil langkah-langkah untuk memastikan kebijakan moneter mencapai ekonomi riil apabila muncul ancaman dari turbulensi pasar keuangan, kata Presiden Mario Draghi.

"Dalam gejolak keuangan baru-baru ini, kita akan menganalisis keadaan transmisi impuls moneter oleh sistem keuangan dan khususnya oleh bank," Draghi mengatakan kepada anggota parlemen Parlemen Eropa di Brussels pada hari Senin. Selain itu, ECB akan mengkaji dampak dari penurunan baru dalam harga energi dan "apabila salah satu dari dua faktor ini memerlukan risiko ke bawah untuk stabilitas harga, kami tidak akan ragu-ragu untuk bertindak," katanya.

ECB yang berbasis di Frankfurt menghadapi keputusan kebijakan berikutnya pada tanggal 10 Maret pada saat kenaikan harga di blok mata uang berada jauh di bawah target bank sentral yakni hanya di bawah 2 persen, tertekan oleh perlambatan pertumbuhan global dan surplus stok = energi. Sell-off ekuitas yang dipimpin sektor perbankan dalam seminggu terakhir sekarang mengancam untuk menghalangi pemulihan yang rentan di kredit dan menghalangi pemulihan kawasan euro.

Mengacu pada ekonomi global, Draghi mengatakan bahwa "kelanjutan dari proses penyeimbangan kembali yang diperlukan untuk mengamankan pertumbuhan yang berkelanjutan dalam jangka menengah." Dia juga mengatakan ini "bisa berarti beberapa hadangan dalam jangka pendek, yang akan memerlukan pemantauan ketat terkait risiko".

Prospek Perbankan

Draghi menegaskan upaya ECB sejak tahun 2014 untuk memperbaiki kepercayaan di sektor perbankan di kawasan itu.

"Penurunan harga saham bank yang diperkuat oleh persepsi bahwa sektor perbankan mungkin harus berbuat lebih banyak untuk menyesuaikan model bisnis mereka ke lingkungan pertumbuhan yang lebih rendah / suku bunga yang lebih rendah dan menguatnya peraturan kerangka kerja internasional yang telah ada sejak krisis, "katanya. "Namun, kita harus mengakui bahwa perbaikan regulasi sejak awal krisis telah meletakkan dasar-dasar untuk peningkatan ketahanan yang tahan lama tidak hanya dari lembaga individu tetapi juga dari sistem keuangan secara keseluruhan."

Dia juga mengatakan bank daerah euro berada dalam "posisi yang baik" untuk menurunkan pinjaman non-performing secara teratur selama beberapa tahun ke depan. (sdm)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS

Shinzo Abe Mengumumkan Rencana Paket Ekonomi 2 Triliun Yen
Monday, 25 September 2017 15:27 WIB

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengumumkan pada hari Senin bahwa dia akan berusaha untuk menerapkan paket stimulus ekonomi terbaru sebersar 2 triliun yen ($ 18 miliar) untuk memperluas akses terhadap pendidikan dan pemangkasan waktu tunggu di pusat penitipan anak. Dia membuat komentar sesaat se...

Draghi, ECB: Kita Belum Sampai Di Sana Untuk Inflasi
Friday, 22 September 2017 16:33 WIB

Lebih banyak komentar dari pidato Presiden ECB Mario Draghi di ECB Youth Dialogue di Trinity College, di Dublin: Kutipan utama (via LiveSquawk): ¢ Kita belum sampai sana untuk inflasi ¢ Kita belum melihat banyak risiko stabilitas keuangan ¢ Sistem keuangan jauh lebih tahan banting berkat r...

Kuroda, BoJ: Akan Lanjutkan Pelonggaran Terus-Menerus Untuk Target Harga
Thursday, 21 September 2017 13:58 WIB

Bank of Japan (BoJ) Kuroda diberitakan saat ini, melalui Reuters, menyampaikan pidatonya pada konferensi pers pasca pertemuan kebijakan moneter. Poin Utama: Akan menyesuaikan kebijakan yang tepat untuk menjaga momentum menuju target harga 2% Kondisi moneter sangat longgar karena yield curve contr...

RBA Stevens: Post-Boom Ekonomi Tampak Cukup Layak
Wednesday, 2 December 2015 08:52 WIB

Gubernur Reserve Bank of Australia Glenn Stevens mengatakan ekonomi msmpu menyesuaikan dengan baik dalam menghadapi penurunan harga komoditas dan penurunan investasi sumber daya saat ia berusaha untuk meredakan kekhawatiran di pusat pertambangan Australia Barat. "Tekanan inflasi secara relatif ...

BOJ Jaga Kebijakan Tidak Berubah Meski Pasca Resesi, Inflasi Lemah
Thursday, 19 November 2015 10:42 WIB

Bank of Japan meninggalkan stimulus moneter tidak berubah pada hari Kamis, menunjukkan bahwa resesi kedua Jepang sejak Perdana Menteri Shinzo Abe menjabat tidak cukup untuk mengubah pandangan Gubernur Haruhiko Kuroda bahwa tren inflasi membaik. Keputusan BOJ untuk menjaga stimulus tidak berubah yan...

ANOTHER NEWS
Ekuitas Asia Turun, Terkait Kekhawatiran Atas Pertumbuhan dan Perang Perdagangan
Wednesday, 23 January 2019 08:43 WIB Saham Asia melemah pada hari Rabu di tengah meningkatnya tanda-tanda perlambatan pertumbuhan global dan kekhawatiran atas perang perdagangan antara Sino-AS yang belum terselesaikan. Indeks Nikkei Jepang turun sebanyak 0,7 persen sementara Indeks...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.