RBA Stevens: Post-Boom Ekonomi Tampak Cukup Layak
Wednesday, 2 December 2015 08:52 WIB | FISCAL | AustraliaRBA

Gubernur Reserve Bank of Australia Glenn Stevens mengatakan ekonomi msmpu menyesuaikan dengan baik dalam menghadapi penurunan harga komoditas dan penurunan investasi sumber daya saat ia berusaha untuk meredakan kekhawatiran di pusat pertambangan Australia Barat.

"Tekanan inflasi secara relatif menahankenaikan, dan sementara pertumbuhan agregat sedikit mengecewakan untuk beberapa tahun, dengan keadaan yang kita hadapi - termasuk kondisi global yang sangat sulit pasca krisis keuangan “ hasilnya, saya pikir, cukup layak, "kata Stevens dalam teks pidato di Perth Rabu.

Gubernur mengakui persyaratan perdagangan nasional, atau harga ekspor relatif terhadap harga impor, bisa jatuh lebih jauh seiring permintaan sumber dari China berkurang dan peningkatan pasokan mineral terus didapatkan. Namun, prospek perekonomian nasional berlanjut untuk menjadi pertumbuhan moderat, katanya.

Australia Barat - ruang mesin komoditas global selama satu dekade - sekarang mengalami peningkatan pengangguran dan harga rumah jatuh seiringberkurangnya sumber keuntungan. RBA mengadakan pertemuan kebijakan di Perth hari ini untuk pertama kalinya dalam empat tahun dan suku bunga tidak berubah pada rekor rendah 2 persen.

Bijih besi diperdagangkan pada sekitar level $ 170 per ton dibandingkan dengan sekitar $ 40 sekarang

Batubara keras dulu berada di level $ 300 per ton dibandingkan dengan $ 75 sekarang

Dolar Australia berada di sekitar level $ 1,07 dibandingkan dengan sekitar 73 sen US sekarang; dan

Investasi di industri sumber daya pada tahun 2011 menjadi tiga kali lipat sejak tahun 2005 dan akan mencapai puncaknya pada tahun berikutnya setelah naik lagi 50%

Stevens mencatat investasi besar-besaran masih berlangsung di gas alam cair dan seiring proyek di Australia Barat datang on line, kapasitas produksi LNG negara itu akan mencapai lebih dari 80 juta ton per tahun dari 10 juta ton satu dekade lalu.

"Ke depan, secara nasional, tampaknya prospek untuk kelanjutan pertumbuhan bersifat moderat," kata Stevens. "Tingkat pengangguran diproyeksikan tetap sekitar 6 persen atau sedikit di atas untuk tahun depan, sebelum secara bertahap menurun."

Stevens tidak membuat komentar baru pada prospek kebijakan moneter dalam teks pidato. (sdm)

Sumber: Bloomberg

 

RELATED NEWS

Shinzo Abe Mengumumkan Rencana Paket Ekonomi 2 Triliun Yen
Monday, 25 September 2017 15:27 WIB

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengumumkan pada hari Senin bahwa dia akan berusaha untuk menerapkan paket stimulus ekonomi terbaru sebersar 2 triliun yen ($ 18 miliar) untuk memperluas akses terhadap pendidikan dan pemangkasan waktu tunggu di pusat penitipan anak. Dia membuat komentar sesaat se...

Draghi, ECB: Kita Belum Sampai Di Sana Untuk Inflasi
Friday, 22 September 2017 16:33 WIB

Lebih banyak komentar dari pidato Presiden ECB Mario Draghi di ECB Youth Dialogue di Trinity College, di Dublin: Kutipan utama (via LiveSquawk): ¢ Kita belum sampai sana untuk inflasi ¢ Kita belum melihat banyak risiko stabilitas keuangan ¢ Sistem keuangan jauh lebih tahan banting berkat r...

Kuroda, BoJ: Akan Lanjutkan Pelonggaran Terus-Menerus Untuk Target Harga
Thursday, 21 September 2017 13:58 WIB

Bank of Japan (BoJ) Kuroda diberitakan saat ini, melalui Reuters, menyampaikan pidatonya pada konferensi pers pasca pertemuan kebijakan moneter. Poin Utama: Akan menyesuaikan kebijakan yang tepat untuk menjaga momentum menuju target harga 2% Kondisi moneter sangat longgar karena yield curve contr...

Draghi: ECB Akan Bertindak apabila Gejolak Pasar Ancam Prospek ECB
Monday, 15 February 2016 21:45 WIB

Bank Sentral Eropa akan mengambil langkah-langkah untuk memastikan kebijakan moneter mencapai ekonomi riil apabila muncul ancaman dari turbulensi pasar keuangan, kata Presiden Mario Draghi. "Dalam gejolak keuangan baru-baru ini, kita akan menganalisis keadaan transmisi impuls moneter oleh sistem ke...

BOJ Jaga Kebijakan Tidak Berubah Meski Pasca Resesi, Inflasi Lemah
Thursday, 19 November 2015 10:42 WIB

Bank of Japan meninggalkan stimulus moneter tidak berubah pada hari Kamis, menunjukkan bahwa resesi kedua Jepang sejak Perdana Menteri Shinzo Abe menjabat tidak cukup untuk mengubah pandangan Gubernur Haruhiko Kuroda bahwa tren inflasi membaik. Keputusan BOJ untuk menjaga stimulus tidak berubah yan...

ANOTHER NEWS
Ekuitas Asia Turun, Terkait Kekhawatiran Atas Pertumbuhan dan Perang Perdagangan
Wednesday, 23 January 2019 08:43 WIB Saham Asia melemah pada hari Rabu di tengah meningkatnya tanda-tanda perlambatan pertumbuhan global dan kekhawatiran atas perang perdagangan antara Sino-AS yang belum terselesaikan. Indeks Nikkei Jepang turun sebanyak 0,7 persen sementara Indeks...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.