Suku Bunga The Fed Dipotong Seperempat Poin Untuk Ketiga kalinya Tahun ini
Thursday, 31 October 2019 01:29 WIB | FISCAL & MONETARY |Ekonomi ASThe FedFOMCFederal Reserve

Pejabat Federal Reserve mengurangi suku bunga sebesar seperempat poin untuk ketiga kalinya tahun ini dan mengisyaratkan mereka sekarang dapat menahan kebijakan moneter, setidaknya untuk satu pertemuan.

Komite Pasar Terbuka Federal mengubah bahasa dalam pernyataannya setelah pertemuan dua hari Rabu, memberikan janjinya untuk "bertindak sesuai untuk mempertahankan ekspansi," sambil menambahkan janji untuk memantau data karena "menilai jalur yang sesuai dari kisaran target" untuk tingkat dana federal. "

Seperti dengan pernyataan September, FOMC mengutip implikasi perkembangan global dalam memutuskan untuk menurunkan kisaran target suku bunga acuan bank sentral yang tadinya ke 1,5% menjadi 1,75%.

Treasuries melemah seiring pengumuman The Fed, mendorong imbal hasil 10-tahun naik tipis menjadi 1,81% dari 1,80%. Saham sedikit berubah dan dolar AS naik. Pedagang juga memangkas spekulasi pada penurunan suku bunga keempat berturut-turut pada bulan Desember.

Perubahan pada pernyataan itu menyarankan para pembuat kebijakan siap untuk membiarkan suku bunga ditahan selama beberapa waktu dan menilai dampaknya terhadap ekonomi dari pengurangan mereka selama tiga pertemuan terakhir. Ketua Jerome Powell akan mengadakan konferensi pers pada jam 2:30 malam. dengan wartawan cenderung menekannya untuk menjelaskan perubahan.

Powell mengatakan bahwa dia tidak mengharapkan serangkaian pengurangan suku bunga yang diperpanjang, sambil menggambarkan pelonggaran sebagai upaya untuk menyediakan asuransi bagi ekspansi ekonomi yang berlama-lama yang terancam oleh ketegangan perdagangan dan menggoyahkan pertumbuhan global. Namun, dia belum mengatakan berapa banyak asuransi yang cukup.(mrv)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS

Pejabat Fed lebih optimis akan prospek ekonomi tahun ini
Thursday, 20 February 2020 02:35 WIB

Pejabat Federal Reserve dan staf bank sentral mengatakan ekonomi AS tampak lebih kuat pada akhir Januari dari yang yang harapkan, menurut risalah pertemuan akhir Januari yang dirilis Rabu. Risiko terhadap prospek lebih menguntungkan daripada yang muncul pada pertemuan mereka pada pertengahan Desemb...

RBA Meninjau Kasus untuk Memangkas Suku Bunga Lebih Lanjut, Khawatir tentang Peminjaman
Tuesday, 18 February 2020 08:02 WIB

Bank sentral Australia meninjau kembali kasus untuk penurunan suku bunga lebih lanjut, tetapi memutuskan untuk tidak mendorong pinjaman tambahan saat harga rumah naik, risalah dari pertemuan 4 Februari di Sydney menunjukkan. RBA juga memperkirakan wabah virus Corona untuk "mengurangi pertumbuhan ek...

Jerome Powell: Siap menggunakan QE, panduan 'agresif' dalam penurunan, USD stabil
Wednesday, 12 February 2020 22:41 WIB

Jerome Powell, Ketua Federal Reserve, mengatakan bahwa bank siap menggunakan Quantitative Easing (QE) dan juga meneruskan panduan "secara agresif" dalam penurunan. Powell bersaksi di hadapan Komite Perbankan Senat di Washington. Dolar AS telah naik tipis di ditengah imbal hasil obligasi yang lebih ...

Carney : Tingkat Suku Bunga Rendah Menambah Kapasitas Fiskal Pemerintah
Tuesday, 11 February 2020 23:02 WIB

Tingkat suku bunga yang rendah menambah kebijakan fiskal pemerintah, Gubernur Bank of England (BoE) Mark Carney mengatakan pada hari Selasa dalam pidatonya di depan Komite Urusan Ekonomi. "Tingkat suku bunga yang rendah memberikan tekanan pada margin bank Inggris tetapi harus tetap dalam perspektif,...

Lagarde: Inflasi Masih Agak Jauh Di Bawah Tujuan Jangka Menengah Kami
Tuesday, 11 February 2020 21:25 WIB

Momentum pertumbuhan kawasan euro telah melambat sejak 2018 karena ketidakpastian global dan perdagangan internasional yang lebih lemah, kata Presiden  European Central Bank (ECB) Christine Lagarde dalam sambutan yang sebelumnya sudah disiapkan di sesi pleno Parlemen Eropa. "Pertumbuhan yang m...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong Ditutup Lebih Rendah Ditengah Kekhawatiran Virus (Review)
Saturday, 22 February 2020 04:19 WIB Saham-saham Hong Kong ditutup melemah tajam pada hari Jumat karena meningkatnya korban dari virus korona mematikan di luar China mengipasi kekhawatiran dampak wabah tersebut pada pendapatan dan pertumbuhan ekonomi yang bisa lebih buruk daripada...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.