Carney Mempertahankan Asumsi Brexit dari Bank of England
Thursday, 1 August 2019 19:47 WIB | FISCAL & MONETARY |Mark Carney,

Mark Carney mempertahankan asumsi Bank of England (BoE) dalam perkiraan ekonomi terbaru bahwa Inggris akan menghindari Brexit tanpa kesepakatan, dengan mengatakan itu masih posisi resmi pemerintah untuk mencapai kesepakatan dengan Uni Eropa.

Berbicara kepada wartawan setelah bank sentral membiarkan suku bunga tidak berubah, Carney mengatakan bahwa sementara bank telah menyiapkan sistem keuangan untuk Brexit yang tidak ada kesepakatan, itu berbeda dengan menganggapnya sebagai hasil yang paling mungkin. Posisi itu membuat gubernur berselisih dengan investor yang semakin menghargai kemungkinan bahwa Inggris akan meninggalkan blok tanpa perjanjian penarikan.

Pound turun 0,4% ke level $ 1,2108 pada pukul 1:15 siang Waktu London, mendekati yang terlemah sejak awal 2017.

Boris Johnson, yang menjadi perdana menteri bulan lalu, mengatakan peluang hasil tidak adanya kesepakatan adalah sejuta banding satu, tetapi juga berjanji untuk membawa Inggris keluar dari UE dengan atau tanpa kesepakatan pada 31 Oktober. Pound mengalami penurunan sebagai hasilnya.

Tidak adanya kesepaktan Brexit kemungkinan akan mengarah pada peningkatan inflasi dan pertumbuhan, kata Carney. Sementara bisnis melakukan apa yang mereka bisa untuk mempersiapkan, mereka masih mengharapkan output mereka turun, katanya. Dia juga menegaskan bahwa respons kebijakan moneter terhadap Brexit tidak otomatis dan bisa melihat suku bunga bergerak di kedua arah.

Dia berbicara setelah pembuat kebijakan dengan suara bulat mempertahankan suku bunga acuan di 0,75% dan menjaga pembelian aset tidak berubah.

BOE berada dalam mode menunggu dan melihat, bahkan ketika bank sentral terbesar di dunia berbalik dovish di tengah melambatnya pertumbuhan global dan ketegangan perdagangan yang berkelanjutan. Federal Reserve pada hari Rabu memberikan potongan seperempat poin dan menyarankan masih ada lagi yang akan datang. Bank Sentral Eropa sedang mencari untuk menambahkan lebih banyak stimulus pada awal September. (knc)

Sumber : Bloomberg

RELATED NEWS

RBA Meninjau Kasus untuk Memangkas Suku Bunga Lebih Lanjut, Khawatir tentang Peminjaman
Tuesday, 18 February 2020 08:02 WIB

Bank sentral Australia meninjau kembali kasus untuk penurunan suku bunga lebih lanjut, tetapi memutuskan untuk tidak mendorong pinjaman tambahan saat harga rumah naik, risalah dari pertemuan 4 Februari di Sydney menunjukkan. RBA juga memperkirakan wabah virus Corona untuk "mengurangi pertumbuhan ek...

Jerome Powell: Siap menggunakan QE, panduan 'agresif' dalam penurunan, USD stabil
Wednesday, 12 February 2020 22:41 WIB

Jerome Powell, Ketua Federal Reserve, mengatakan bahwa bank siap menggunakan Quantitative Easing (QE) dan juga meneruskan panduan "secara agresif" dalam penurunan. Powell bersaksi di hadapan Komite Perbankan Senat di Washington. Dolar AS telah naik tipis di ditengah imbal hasil obligasi yang lebih ...

Carney : Tingkat Suku Bunga Rendah Menambah Kapasitas Fiskal Pemerintah
Tuesday, 11 February 2020 23:02 WIB

Tingkat suku bunga yang rendah menambah kebijakan fiskal pemerintah, Gubernur Bank of England (BoE) Mark Carney mengatakan pada hari Selasa dalam pidatonya di depan Komite Urusan Ekonomi. "Tingkat suku bunga yang rendah memberikan tekanan pada margin bank Inggris tetapi harus tetap dalam perspektif,...

Lagarde: Inflasi Masih Agak Jauh Di Bawah Tujuan Jangka Menengah Kami
Tuesday, 11 February 2020 21:25 WIB

Momentum pertumbuhan kawasan euro telah melambat sejak 2018 karena ketidakpastian global dan perdagangan internasional yang lebih lemah, kata Presiden  European Central Bank (ECB) Christine Lagarde dalam sambutan yang sebelumnya sudah disiapkan di sesi pleno Parlemen Eropa. "Pertumbuhan yang m...

Powell mengatakan risiko terhadap ekonomi AS tetap ada, terutama dari coronavirus
Tuesday, 11 February 2020 21:04 WIB

Beberapa kekuatan yang menahan pertumbuhan ekonomi AS tahun lalu telah mereda, tetapi risiko terhadap prospek tetap, terutama dari coronavirus, Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan pada Selasa. "Kami sedang memantau dengan cermat munculnya virus corona, yang dapat menyebabkan gangguan di ...

ANOTHER NEWS
Saham Tokyo Ditutup Lebih Tinggi Terkait Aksi Bargain Hunting
Wednesday, 19 February 2020 13:31 WIB Saham Tokyo ditutup lebih tinggi pada hari Rabu di tengah aksi bargain hunting menyusul penurunan baru-baru ini karena investor menyesuaikan posisi mereka di tengah kekhawatiran yang tersisa tentang dampak virus corona baru pada...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.