Draghi : Ekonomi Lebih Lemah Dari yang Diperkirakan Ditengah Ketidakpastian Global
Tuesday, 15 January 2019 23:46 WIB | FISCAL & MONETARY |Mario DraghiEkonomi Eropa

Data ekonomi yang lemah menggarisbawahi perlunya stimulus Bank Sentral Eropa yang berkelanjutan, menurut Presiden Mario Draghi.

"Perkembangan ekonomi baru-baru ini lebih lemah dari yang diharapkan dan ketidakpastian, terutama terkait dengan faktor global, tetap menonjol," Draghi mengatakan kepada anggota Parlemen Eropa di Strasbourg. "Sejumlah besar stimulus kebijakan moneter masih diperlukan untuk mendukung peningkatan tekanan harga domestik lebih lanjut dan perkembangan inflasi utama dalam jangka menengah."

Euro jatuh setelah pidato itu keluar dan turun 0,6 persen pada pukul 5:35 malam. di Frankfurt, diperdagangkan pada $ 1,1397.

Presiden ECB membuat penampilan publik pertamanya tahun ini pada hari Selasa setelah sebuah laporan menunjukkan bahwa sementara Jerman menghindari resesi pada akhir 2018, pertumbuhan tahunan di ekonomi terbesar Eropa tersebut melambat ke yang terlemah dalam lima tahun. Sebelumnya pada hari itu, Draghi menandai peringatan 20 tahun euro dengan seruan untuk reformasi lebih lanjut. Dia akan berbicara lagi malam ini.

Serangkaian data yang lemah dari seluruh wilayah 19 negara euro dalam beberapa pekan terakhir telah menyebabkan investor mempertanyakan apakah ECB akan dapat mulai menaikkan suku bunga tahun ini setelah menghentikan program pembelian obligasi pada akhir Desember. Dewan Pengatur mengadakan pertemuan kebijakan berikutnya pada 24 Januari.

"Toolbox yang dilengkapi dengan baik, yang terdiri dari instrumen standar dan non-standar, telah terbukti sangat diperlukan dalam kondisi di mana transmisi kebijakan moneter terganggu atau di mana ruang untuk penurunan suku bunga terbatas," kata Draghi.(mrv)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS

The Fed Membuat Pemangkasan Suku Bunga Kedua Beruntun, Terpisah pada Tindakan Lebih Lanjut
Thursday, 19 September 2019 01:20 WIB

Pembuat kebijakan Federal Reserve menurunkan suku bunga utama mereka untuk kedua kalinya tahun ini sementara masih terpisah karena perlunya pelonggaran lebih lanjut, terjebak antara ketidakpastian perdagangan dan pertumbuhan global dan ekonomi domestik yang bertahan dengan baik. "Meskipun pengeluar...

RBA Meninjau Risiko Lonjakan Harga Properti seiring Menurunnya Pembangunan
Tuesday, 17 September 2019 09:03 WIB

Bank sentral Australia mengatakan akan ada potensi kenaikan harga rumah karena konstruksi rumah melemah, sementara menegaskan siap untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut. Dalam risalah pertemuan kebijakan 3 September yang dirilis di Sydney Selasa, Reserve Bank juga mencatat bahwa "tren kenaikan p...

ECB Pangkas Suku Bunga, Mengaktifkan QE untuk Melawan Perlambatan seiring Berakhirnya Era Draghi
Thursday, 12 September 2019 19:18 WIB

Bank Sentral Eropa memangkas suku bunga lebih lanjut di bawah nol dan mengatakan akan melanjutkan pembelian obligasi dimana Presiden Mario Draghi mengatasi kritik kebijakan stimulusnya demi membuat langkah terakhir untuk menggambarkan ekonomi kawasan euro. Dewan Pemerintahan mengurangi suku bunga d...

Pidato Powell : Laporan pekerjaan Agustus adalah pertanda kekuatan Ekonomi AS
Saturday, 7 September 2019 01:23 WIB

Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan Jumat sore bahwa ukuran bulanan terbaru dari pasar tenaga kerja AS cocok dengan gambaran keseluruhan dari ekonomi yang sehat. Dalam sesi tanya jawab di Zurich, Powell mengatakan prospek ekonomi tetap baik, menggambarkan masa depan sebagai salah satu ya...

Carney: Skenario Terburuk Brexit Sekarang Tidak Separah Tahun 2018
Wednesday, 4 September 2019 20:51 WIB

Saat bersaksi di hadapan Komite Treasury sebagai bagian dari dengar pendapat laporan inflasi Bank of England (BoE), Gubernur Mark Carney mengatakan skenario terburuk Brexit mereka tidak separah dari perkiraan tahun lalu dan menambahkan bahwa hasil terburuk Brexit sekarang diperkirakan menyebabkan pe...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong Jatuh Untuk Hari Ketiga (Review)
Thursday, 19 September 2019 03:32 WIB Saham-saham Hong Kong berakhir dengan penurunan pada Rabu ini, yang melanjutkan aksi jual hari ketiga karena para pelaku pasar resah atas dampak protes di kota tersebut, sementara mereka sedang menunggu keputusan kebijakan utama Federal...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.