BOJ Pertahankan Kebijakan Moneternya Tidak Berubah
Wednesday, 31 October 2018 10:33 WIB | FISCAL & MONETARY |JepangBank of JapanBOJ

Bank of Japan membiarkan stimulus moneternya tidak berubah seiring mereka memperbarui perkiraan harga yang mengkonfirmasi bahwa itu tidak akan memenuhi target inflasi untuk tahun-tahun mendatang.

Seperti yang diperkirakan oleh 46 ekonom yang disurvei Bloomberg, BOJ terjebak dengan kebijakan suku bunga dan target pembelian aset, sebuah pernyataan menunjukkan hari Rabu. Perkiraan bank sentral dalam laporan kuartalannya memperlihatkan bahwa inflasi akan tetap di bawah target 2 persen hingga setidaknya awal 2021.

Ini akan membuat BOJ tertinggal lebih jauh di belakang rekan-rekan globalnya dalam bergeser dari kebijakan-kebijakan moneter era krisis, dengan Federal Reserve menaikkan suku bunga dan Bank Sentral Eropa menghentikan program pembelian obligasinya. Seraya berlanjut dengan biaya pinjaman ultra-rendah dan program pembelian aset besar-besaran yang berkontribusi terhadap meningkatnya utang dan risiko keuangan di Jepang, Kebiajakan itu juga membatasi keuntungan dalam yen, yang membantu eksportir dan pasar saham.

BOJ mengubah pandangannya pada risiko terhadap ekonomi pada tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2019, mengatakan mereka condong ke sisi negatifnya, dibandingkan dengan "umumnya seimbang" sebelumnya.

Setiap komentar dari Kuroda tentang dampak stimulus pada bank Jepang juga akan menjadi sorotan. BOJ mencatat profitabilitas bank melemah dalam laporan sistem keuangan semi-tahunan yang dirilis pekan lalu, dan menyatakan kekhawatiran bahwa karena kondisi mereka, kejutan eksternal dapat menyebabkan mereka mundur dari pinjaman lebih dari biasanya sehingga menempatkan ekonomi pada risiko. (sdm)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS

Draghi : Ekonomi Lebih Lemah Dari yang Diperkirakan Ditengah Ketidakpastian Global
Tuesday, 15 January 2019 23:46 WIB

Data ekonomi yang lemah menggarisbawahi perlunya stimulus Bank Sentral Eropa yang berkelanjutan, menurut Presiden Mario Draghi. "Perkembangan ekonomi baru-baru ini lebih lemah dari yang diharapkan dan ketidakpastian, terutama terkait dengan faktor global, tetap menonjol," Draghi mengatakan kepada a...

Powell Mengatakan Fed Menunggu dan Melihat Dengan Kesabaran Tentang Suku Bunga
Friday, 11 January 2019 04:06 WIB

Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bank sentral AS dapat bersabar sebelum menyesuaikan kenaikan suku bunga selanjutnya karena menunggu untuk melihat bagaimana risiko global yang berdampak pada ekonomi domestik. "Kami berada di tempat di mana kami bisa sabar dan fleksibel dan menunggu da...

Risalah Fed: Beberapa Anggota Menentang Kenaikan Suku Bunga di Desember
Thursday, 10 January 2019 02:11 WIB

Beberapa pejabat Federal Reserve menginginkan bank sentral untuk mempertahankan kebijakan pada Desember di tengah kenaikan volatilitas pasar keuangan, menurut risalah pertemuan kebijakan Desember mereka yang dirilis Rabu ini. FOMC memilih dengan suara bulat untuk menaikkan suku bunga seperempat poi...

Powell Mengatakan Dia Tidak Akan Mengundurkan Diri jika Diminta oleh Presiden
Friday, 4 January 2019 22:55 WIB

Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan dia tidak akan mengundurkan diri jika diminta oleh Presiden Donald Trump. Berbicara di sebelah pendahulunya Janet Yellen dan Ben Bernanke, Powell mengatakan pada konferensi American Economic Association di Atlanta bahwa dia belum memiliki jadwal pertemu...

BOE Pertahankan Suku Bunga Tidak Berubah Seiring Ketidakpastian Brexit Meningkat
Thursday, 20 December 2018 19:17 WIB

Bank of England mengatakan ketidakpastian seputar perceraian Inggris dari Uni Eropa semakin meningkat seiring mereka memutuskan untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah. Komite Kebijakan Moneter bank, yang dipimpin oleh Gubernur Mark Carney, memberikan suara 9-0 untuk mempertahankan suku bunga...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong, Shanghai Akhiri Pekan Dengan Gain (Review)
Saturday, 19 January 2019 05:20 WIB Saham-saham Hong Kong mengakhiri pekan yang sehat dengan catatan positif pada hari Jumat karena para investor menyambut laporan bahwa AS sedang mempertimbangkan untuk menaikkan tarif China dalam upaya untuk menuntaskan kesepakatan perdagangan...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.