Goldman : Harga Minyak Bisa Anjlok Sampai $20 Per Barel
Friday, 11 September 2015 18:14 WIB | GLOBAL ECONOMY |Crude Oil

Melimpahnya pasokan global di pasar minyak bahkan lebih besar dari ekspektasi dan bisa mendorong harga ke level $20 per barel, Goldman Sachs memperingatkan dalam sebuah laporan, hari ini.

Selama dua bulan terakhir, minyak mentah telah jatuh dari sekitar $60 per barel ke level $40 per barel pada satu titik, menggarisbawahi fundamental yang lemah di pasar energi, menurut analis di bank investasi tersebut. Minyak Brent berjangka telah anjlok dari sekitar $65 pada bulan Juni hingga di bawah level $50 dalam beberapa hari terakhir.

"Faktanya, pasar minyak bahkan telah lebih kelebihan pasokan dari yang kita duga dan kita sekarang memperkirakan kelebihan akan terus bertahan hingga 2016 disaat lebih lanjut [Organisasi Negara Pengekspor Minyak] meningkatkan produksinya, ditambah pasokan minyak negara non-OPEC dan perlambatan pertumbuhan permintaan, dengan spekulasi melemahnya permintaan akibat perlambatan China dan dari negara-negara emerging market, "menurut analis termasuk Damien Courvalin dan Jeffrey Currie.

Proyeksi untuk 2016 analis dari Goldman kembali memangkas proyeksi harga bearish mereka lagi: sekarang mereka mengharapkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) rata-rata berkisar pada level $45 per barel tahun depan, turun dari level $57 diharapkan sebelumnya. Dan perkiraan untuk beberapa bulan ke depan bahkan lebih suram.

Untuk Brent, bank memangkas proyeksi untuk 2016 menjadi $49,50 per barel dari $62 per barel diharapkan sebelumnya, mengutip potensi peningkatan produksi minyak Iran pada tahun 2016 serta pasokan minyak dari OPEC yang sangat tinggi.

Untuk menghapus kelebihan pasokan tersebut, harga minyak akan perlu tetap pada level terendah lebih lama untuk memaksa pengurangan produksi, para analis berpendapat.

"potensi harga minyak jatuh ke level tersebut, yang kami perkirakan mendekati level $20 per barel, menjadi lebih besar seiring melimpahnya pasokan semakin buruk," kata mereka dalam laporan.

Dalam vena itu, Badan Energi Internasional mengatakan dalam sebuah laporan pada hari Jumat bahwa kemerosotan harga minyak baru-baru ini bisa memaksa AS dan negara-negara non-OPEC lainnya untuk memotong produksi tahun depan, terbesar sejak awal 1990-an.

Goldman juga mencatat mengharapkan produksi AS jatuh "cukup untuk memulai menyeimbangkan harga pasar", yang seharusnya membantu harga minyak menemukan level terendahnya selama enam sampai sembilan bulan ke depan.

"Kami harapkan ekuitas juga mengikuti penurunan harga komoditas," kata analis, meningkatkan pandangan cakupan mereka pada perusahaan-perusahaan minyak yang terintegrasi Eropa untuk lebih netral. (izr)

Sumber: MarketWatch

RELATED NEWS

Trump Mengatakan China Akan `Mengurangi dan Mengeluarkan' Tarif Impor Kendaraan
Monday, 3 December 2018 12:08 WIB

Presiden AS Donald Trump mengatakan China telah setuju untuk "mengurangi dan menghapus" tarif terhadap mobil-mobil Amerika dari 40 persen saat ini. Dia tidak memberikan rincian lain dalam tweet-nya pada larut malam, yang muncul tak lama setelah ia dengan Presiden Xi Jinping meyetujui gencatan senja...

Klaim pengangguran berada di dekat level terendah dalam 45 tahun
Thursday, 2 August 2018 19:56 WIB

Klaim pengangguran diawali,dengan maraknya pemecatan di AS yang merayap lebih tinggi pada akhir Juli tetapi itu merupakan berada di dekat level terendah dalam setengah abad terakhir. Klaim baru naik tipis dari 1.000 menjadi 218.000 dalam tujuh hari dari 22 Juli hingga 28 Juli. Para ekonom yang disu...

Tensi Perdagangan Berdampak pada Perusahaan Perancis Membuat Menurunnya Ekspor
Tuesday, 24 July 2018 14:35 WIB

Tensi perdagangan yang meningkat antara AS dan Uni Eropa mungkin mulai meninggalkan jejaknya di Prancis. Ekspor barang-barang manufaktur dari negara itu turun pada bulan Juli untuk pertama kalinya dalam hampir dua tahun, IHS Markit mengatakan pada hari Selasa, mencatat penurunan bertepatan dengan l...

Ketenagakerjaan Australia Naik 22.600 pada bulan April; Estimasi Naik 20.000
Thursday, 17 May 2018 08:59 WIB

Bank sentral Australia sedang berupaya melakukan pengetatan tenaga kerja untuk mendorong upah yang lebih tinggi dan memacu inflasi sebelum mempertimbangkan menaikkan suku bunga. Biro statistik merilis data di Sydney pada hari Kamis. Lowongan Pekerjaan naik 22.600 dari Maret, ketika revisi turun 700...

Laba Samsung Electronics Turun 8% Pada Kuartal Kedua
Thursday, 30 July 2015 08:20 WIB

Raksasa elektronik Samsung mengalami penurunan laba bersih sebesar 8% pada kuartal kedua tahun ini. Laba kuartal bulan April-Juni turun menjadi 5.75 triliun won (£ 3.2 milyar, $ 4.9 milyar), atau turun 8% dari tahun lalu. Hasil tersebut sejalan dengan bantuan laba perusahaan Korea Selatan, ya...

ANOTHER NEWS
Saham HK turun terkait lemahnya data China, kekhawatiran perdagangan (Review)
Tuesday, 11 December 2018 04:38 WIB Saham Hong Kong turun pada Senin menyusul lemahnya data ekonomi China, sementara investor juga mengkhawatirkan prospek pembicaraan perdagangan China-AS. Indeks Hang Seng merosot 1,19%, atau 311,38 poin, menjadi 25.752,38. Indeks Shanghai...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.