Pasar Tenaga Kerja Ketat, Upah Inggris Tumbuh pada Kecepatan Tercepat Sejak 2008
Tuesday, 22 January 2019 17:09 WIB | EUROPE |InggrisEkonomi inggris

Warga Inggris menikmati pertumbuhan upah terkuat sejak krisis keuangan satu dekade lalu seiring pasar tenaga kerja semakin ketat.

Pendapatan rata-rata tidak termasuk bonus terus meningkat 3,3 persen untuk tahunan dalam tiga bulan hingga November dan pengangguran turun menjadi 4 persen, tingkat terendah sejak 1975, Kantor Statistik Nasional mengatakan Selasa. Angka-angka terpisah menunjukkan defisit anggaran secara tak terduga melebar pada bulan Desember.

Pertumbuhan upah termasuk bonus meningkat menjadi 3,4 persen dalam tiga bulan terakhir, laju tercepat sejak 2008.

Dengan pendapatan diperkirakan untuk berakselerasi lebih lanjut, Bank of England biasanya bersiap untuk menaikkan suku bunga. Tetapi dengan adanya kekhawatiran ˜no deal Brexit™ yang meningkat, dan inflasi diperkirakan akan turun di bawah target bulan ini, pedagang menempatkan peluang kenaikan suku bunga tahun ini di kurang dari 70 persen.

Jumlah tenaga kerja melonjak 141.000, lebih besar dari perkiraan, membuat employment rate pada rekor 75,8 persen. Penciptaan pekerjaan didorong oleh pekerjaan penuh waktu. Pengangguran naik 8.000 karena aktivitas ekonomi turun tajam.

Yang menahan prospek saat ini adalah ekonomi dunia yang melambat dan Brexit, dengan Parlemen menemui jalan buntu kurang dari 10 minggu sebelum Inggris meninggalkan Uni Eropa.

Defisit anggaran 3 miliar pound ($ 4 miliar) pada bulan Desember meninggalkan kekurangan dalam sembilan bulan pertama tahun fiskal sebesar 35,9 miliar pound - hampir 27 persen lebih rendah dari tahun sebelumnya. (sdm)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS

Sektor Jasa Jerman Tahan Produksi Ketika Manufaktur Terpuruk
Friday, 21 June 2019 14:53 WIB

Produksi dari sektor swasta Jerman tetap tidak berubah pada bulan Juni, karena penurunan di sektor manufaktur diimbangi oleh pertumbuhan berkelanjutan dalam sektor layanan. Pembacaan cepat dari Indeks Pembelian Manajer komposit negara itu tetap berada di angka 52,6 pada bulan Juni, kata IHS Markit ...

Retailer Inggris Dapatkan Dorongan Black Friday seiring Penjualan Melonjak
Thursday, 20 December 2018 17:06 WIB

Black Friday memberikan pengecer Inggris dorongan tak terduga menjelang periode perdagangan kunci Natal. Volume barang yang dijual di toko dan online melonjak 1,4 persen pada bulan November, lonjakan terbesar dalam enam bulan, setelah dua bulan penurunan. Peningkatan hanya 0,3 persen diperkirakan d...

Kepercayaan bisnis Jerman merosot pada bulan Desember
Tuesday, 18 December 2018 17:36 WIB

Kepercayaan bisnis Jerman turun lebih dari yang diharapkan pada bulan Desember, menunjukkan bahwa ekonomi terbesar di Eropa bisa menghadapi patch lembut yang berlarut-larut di tengah ketegangan perdagangan internasional. Indeks iklim bisnis Ifo yang diawasi ketat turun menjadi 101 pada bulan Desemb...

Penjualan Ritel UK Secara Tak Terduga Turun, Jalani Awal Kuartal yang Buruk
Thursday, 15 November 2018 16:46 WIB

Pengecer UK menjalani awal kuartal keempat yang buruk seiring penjualan secara tak terduga turun untuk bulan kedua di bulan Oktober. Volume barang yang dijual di toko-toko dan online turun 0,5 persen dari September, Kantor Statistik Nasional mengatakan Kamis. Perkiraan median dalam survei Bloomberg...

Biaya Makanan Turun, Inflasi Inggris Secara Tak Terduga Tetap di 2,4%
Wednesday, 14 November 2018 16:52 WIB

Kenaikan yang diantisipasi dalam inflasi Inggris gagal terwujud bulan lalu seiring harga makanan, pakaian, dan transportasi menurun. Pertumbuhan harga konsumen tahunan tetap di 2,4 persen pada Oktober, Kantor Statistik Nasional mengatakan pada hari Rabu. Angka tersebut di bawah 2,5 persen yang dipr...

ANOTHER NEWS
Bursa Tokyo Dibuka Lebih Tinggi Karena Harapan Berlanjut Untuk Perdagangan
Friday, 6 December 2019 07:44 WIB Bursa Tokyo dibuka lebih tinggi pada hari Jumat, memperpanjang aksi reli di Wall Street didukung oleh harapan lanjutan untuk kesepakatan perdagangan AS-China. Indeks acuan Nikkei 225 naik sebesar 0,31 persen atau 72,91 poin ke level 23.373,00 pada...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.