Ekspor Jepang naik di bulan Juni, proteksionisme awani prospek
Thursday, 19 July 2018 08:02 WIB | ASIA |JepangEkonomi JepangEkspor Jepang

Ekspor Jepang naik pada bulan Juni berkat peningkatan pengiriman komponen elektronik dan mobil, tetapi ada kekhawatiran yang menyerebak bahwa proteksionisme perdagangan dapat secara tajam mengekang permintaan ekspor.

Ekspor Jepang ke Amerika Serikat turun sedikit, tetapi surplus perdagangan naik, yang dapat mengundang perhatian dari Presiden AS Donald Trump.

Ekspor keseluruhan naik 6,7 persen pada Juni dari periode yang sama tahun lalu, kurang dari estimasi median untuk kenaikan tahunan 7,0 persen yang diperkirakan oleh para ekonom dalam jajak pendapat Reuters. Ekspor tumbuh 8,1 persen secara tahunan pada bulan Mei.

Ekspor kemungkinan akan terus tumbuh seiring permintaan global tetap kuat, tetapi surplus perdagangan Jepang dengan Amerika Serikat menjadikannya target potensial untuk kebijakan proteksionis Trump.

Impor Jepang naik 2,5 persen pada tahun ini hingga Juni, dibandingkan dengan perkiraan median untuk peningkatan 7,0 persen.

Neraca perdagangan surplus 721,4 miliar yen ($ 6,40 miliar), dibandingkan estimasi median untuk surplus 534,2 miliar yen.

Ekspor Jepang ke Amerika Serikat turun 0,9 persen dari tahun ke tahun di bulan Juni, versus kenaikan 5,8 persen tahun ke tahun di bulan Mei, seiring penurunan pengiriman mobil dan peralatan manufaktur semikonduktor.

Impor dari Amerika Serikat turun 2,1 persen dari tahun ke tahun menyusul penurunan minyak mentah, pesawat, dan batu bara.

Imbasnya, surplus perdagangan Jepang dengan Amerika Serikat menjadi 590,3 miliar yen, naik 0,5 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Surplus perdagangan Jepang dengan Amerika Serikat dapat mengundang kecaman karena pemerintahan Trump menaikkan tarif untuk menurunkan defisit perdagangan AS dan memerangi apa yang dikatakannya sebagai kebijakan perdagangan yang tidak adil. (Sdm)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS

Kenaikan Upah Jepang Berakselerasi pada November Meski Prospek yang Suram
Wednesday, 9 January 2019 07:18 WIB

Upah Jepang naik lebih dari yang diperkirakan pada bulan November, menawarkan harapan pengeluaran konsumen yang lebih kuat dapat memicu inflasi jika kenaikan berkelanjutan. Secara keseluruhan, pendapatan tunai tenaga kerja meningkat 2 persen dari tahun lalu, dibandingkan dengan kenaikan 1,5 persen ...

Pengeluaran Rumah Tangga Jepang Turun seiring Kenaikan Upah Tetap Lemah
Friday, 7 December 2018 08:32 WIB

Rumah tangga Jepang secara tak terduga memangkas pengeluaran pada bulan Oktober seiring kenaikan moderat upah, menunjukkan kelanjutan pelemahan dalam konsumsi yang dapat membebani setiap rebound dari kontraksi ekonomi pada kuartal ketiga. Pengeluaran rumah tangga turun 0,3 persen dari tahun sebelum...

Ekonomi Australia Berekspansi Kurang Dari Yang Diperkirakan; Mata Uang Turun
Wednesday, 5 December 2018 08:08 WIB

Ekonomi Australia berekspansi kurang dari yang diperkirakan dalam tiga bulan hingga September di tengah konsumsi yang lamban dan seiring konstruksi komersial menurun. Mata uang merosot hampir setengah sen AS. Produk domestik bruto naik 0,3 persen dari kuartal kedua dibandingkan estimasi median ekon...

Caixin PMI: Aktivitas pabrik Cina meningkat pada bulan Oktober
Thursday, 1 November 2018 11:33 WIB

Aktivitas di pabrik-pabrik China kembali ke wilayah ekspansi pada bulan Oktober setelah stagnan pada bulan September, indeks swasta menunjukkan, berbeda dengan data resmi yang menunjukkan ekspansi yang lebih lemah. Indeks manajer pembelian manufaktur Caixin China naik tipis menjadi 50,1 pada Oktobe...

PMI Manufaktur Cina Melambat di bulan Oktober terkait Perang Dagang
Wednesday, 31 October 2018 08:17 WIB

Indeks aktivitas resmi di sektor manufaktur China memburuk pada bulan Oktober seiring dampak dari perang dagang yang sedang berlangsung dengan AS memukul domestik. Indeks manajer pembelian manufaktur turun menjadi 50,2 bulan ini dari 50,8 pada bulan September, meleset dari prediksi median sebesar 5...

ANOTHER NEWS
Saham HK Ditutup Turun pada Jumat ini (Review)
Saturday, 21 September 2019 03:33 WIB Saham-saham Hong Kong mengakhiri pekan dengan penurunan di Jumat ini karena para pelaku pasar resah atas dampak dari protes terhadap ekonomi di kota tersebut. Indeks Hang Seng tergelincir 0,13 persen, atau 33,28 poin, menjadi 26,435,67. Indeks...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.