Pertumbuhan Upah Australia Masih Lebih Baik Hingga 2Q
Wednesday, 14 August 2019 08:49 WIB | ECONOMY | AustraliaUpah Minimum,AUD,

Pertumbuhan upah Australia lebih baik dari yang diharapkan pada kuartal kedua sebagai akibat dari kenaikan kuat dalam pembayaran upah untuk pegawai negeri, meskipun Reserve Bank of Australia tetap cenderung menurunkan suku bunga lagi sebelum akhir tahun.

Upah naik 0,6% yang disesuaikan secara musiman dibandingkan dengan kuartal pertama dan naik 2,3% dari tahun sebelumnya, Biro Statistik Australia mengatakan pada hari Rabu. Pengemudi termasuk perawatan kesehatan dan layanan sosial.

Upah sektor swasta naik 0,5% pada kuartal tersebut, dan naik 2,3% dari tahun sebelumnya, sementara upah sektor publik naik 0,8% pada kuartal tersebut dan meningkat 2,6% dari tahun sebelumnya.

Pertumbuhan upah selama setahun terakhir merupakan yang terkuat di negara bagian Victoria, yang mencatat kenaikan 2,9%. Australia Barat adalah yang outlier dengan pertumbuhan hanya 1,6%.

Lemahnya pertumbuhan upah menjadi perhatian utama bagi para pembuat kebijakan, dengan RBA menurunkan suku bunga pada bulan Juni dan Juli mengutip perlambatan tajam dalam permintaan konsumen sebagai pemicu pemotongan.

Ekonom bertaruh RBA akan memangkas lebih lanjut dalam beberapa bulan ke depan karena upaya untuk meningkatkan pertumbuhan PDB dan meningkatkan kapasitas cadangan di pasar kerja.

Gubernur RBA Philip Lowe telah mengidentifikasi upah yang lemah dan pertumbuhan produktivitas yang kendur sebagai tantangan utama bagi perekonomian, menyerukan kepada pemerintah untuk mengangkat pengeluaran dan memberlakukan reformasi ekonomi.

Dengan tingkat kas resmi RBA pada rekor terendah 1%, perdebatan di pasar telah berpaling pada kemungkinan bahwa bank sentral akan segera memperkenalkan langkah-langkah kebijakan alternatif untuk mengangkat ekonomi.(Arl)

Sumber : Bloomberg

RELATED NEWS

Inflasi UK Meningkat Lebih Dari Perkiraan Ke Tertinggi Dalam Enam Bulan
Wednesday, 19 February 2020 16:46 WIB

Inflasi naik untuk pertama kalinya dalam enam bulan terakhir, didorong oleh biaya energi, bahan bakar motor, dan tarif udara. Harga konsumen naik 1,8% lebih kuat dari perkiraan pada Januari dari tahun sebelumnya, tercepat sejak Juli, menurut laporan dari Kantor Statistik Nasional pada hari Rabu. In...

Kepercayaan Investor Jerman Turun Di Tengah Bahaya Virus Corona
Tuesday, 18 February 2020 17:26 WIB

Investor telah jatuh kembali ke suasana suram atas ekonomi Jerman di tengah kekhawatiran wabah koronavirus di China yang mengganggu perdagangan global. Ekspektasi Indeks ZEW untuk enam bulan ke depan menurun menjadi 8,7 pada bulan Februari, bahkan di bawah perkiraan yang paling pesimistis dalam sur...

Penjualan Ritel AS Naik 0,3% di Januari seperti yang Diharapkan
Friday, 14 February 2020 20:47 WIB

Penjualan Ritel di AS meningkat 0,3% secara bulanan di Januari setelah pertumbuhan 0,2% di bulan Desember, data lanjutan yang diterbitkan oleh Biro Sensus AS menunjukkan pada hari Jumat. Bacaan ini sejalan dengan ekspektasi pasar. Penjualan Eceran Tidak Termasuk automotif juga naik 0,3% pada period...

AS : IHK Inti Tahunan Tidak Berubah Di 2,3% Di Januari vs Perkiraan 2,2%
Thursday, 13 February 2020 20:48 WIB

Inflasi di Amerika Serikat, yang diukur dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) inti, naik 2,3% pada basis tahunan di bulan Januari menyamai pembacaan Desember, menurut data bulanan yang diterbitkan oleh Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat pada hari Kamis. Angka ini lebih tinggi dari ekspektasi p...

PDB Q4 Inggris memenuhi estimasi dengan 0,0%, GBP/USD pertahankan kenaikan
Tuesday, 11 February 2020 16:52 WIB

Pembacaan awal kuartal keempat 2019 PDB Inggris datang pada 0,0% QoQ vs 0,0% yang diharapkan dan +0,4% terakhir sementara pada basis tahunan angka berdiri di +1,1% vs +0,8 diharapkan dan +1,1% terlihat sebelumnya. Rilis bulanan PDB Inggris menunjukkan bahwa ekonomi Inggris tumbuh pada bulan Desembe...

ANOTHER NEWS
Minyak menguat lebih dari 2% seiring kekhawatiran virus corona mereda
Thursday, 20 February 2020 02:48 WIB Harga minyak naik lebih dari 2% pada hari Rabu seiring kekhawatiran permintaan mereda dengan melambatnya kasus virus corona baru di Cina dan pasokan dibatasi oleh langkah AS untuk memangkas lebih banyak minyak mentah Venezuela dari pasar. Minyak...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.