Gain Pada Manufaktur AS Melemah Terkait Meningkatnya Inflasi Pada Bahan Baku
Monday, 2 April 2018 21:13 WIB | ECONOMY |Manufaktur ASEkonomi AS

Pabrik-pabrik AS berkembang pada kecepatan yang sedikit lebih lambat pada Maret dan indeks harga bahan baku mencapai level tertingginya dalam hampir tujuh tahun, karena produsen berjuang untuk memenuhi permintaan, data dari Institute for Supply Management menunjukkan Senin.

Highlights of ISM Manufacturing (Maret)

Indeks pabrik menurun menjadi 59,3 (estimasi 59,7) dari 60,8 m / m; bacaan di atas 50 mengindikasikan ekspansi.

Indeks pesanan baru turun menjadi 61,9, terendahnya sejak Agustus, dari 64,2.

Indeks Prices-paid  naik untuk bulan keempat berturut-turut ke 78,1, tertingginya sejak April 2011, dari 74,2; indikator ketenagakerjaan menurun menjadi 57,3 dari 59,7.

Indeks inventaris pelanggan turun ke level terendah sejak Juli 2011 dan indeks backlog bertahan di hampir 14 tahun tertinggi. Bersama-sama indeks itu semua menunjukkan pabrik-pabrik terus kesulitan memenuhi permintaan dari konsumen dan bisnis, sementara mereka membayar harga bahan baku yang semakin tinggi.

Meski begitu, angka tersebut konsisten dengan ekspektasi kenaikan lebih lanjut dalam produksi manufaktur dalam beberapa bulan mendatang, dan indeks utama tetap berada di dekat tingkat tertinggi sejak 2004. Sementara indeks gaji pabrik melemah, rincian yang mendasari laporan ISM merupakan pertanda baik untuk tenaga kerja. Laporan tenaga kerja dari Departemen Tenaga Kerja Maret akan dirilis pada akhir pekan ini.(mrv)

Sumber : Bloomberg

RELATED NEWS

BOJ tidak ubah kebijakan, mengubah pedoman suku bunga
Thursday, 25 April 2019 10:55 WIB

Pada hari Kamis, Bank of Japan (BOJ) menyimpulkan pertemuan peninjauan kebijakan moneter 2 hari di bulan April dan tidak membuat perubahan pada pengaturan kebijakan moneternya, mempertahankan suku bunga pada -10bps sambil mempertahankan target produksi JGB 10 tahun di 0,00%. Pemungutan suara BOJ ad...

CPI Australia Q1 Dipangkas Naik 0,3% Q/Q; Est. 0,4% Keuntungan
Wednesday, 24 April 2019 09:03 WIB

Biro Statistik Australia merilis laporan inflasi kuartal pertama di Sydney, pada Rabu. CPI Q/Q tidak berubah vs perkiraan kenaikan 0,2%. CPI median tertimbang naik 0,1% Q/Q vs kenaikan 0,4%. CPI rata-rata yang dipangkas menguat 1,6% Y/Y vs perkiraan kenaikan 1,7%. CPI naik 1,3% Y/Y vs perkiraan ken...

Perumahan Baru Turun 0,3% Di Maret vs Perkiraan +6,5%
Friday, 19 April 2019 20:19 WIB

Menurut data yang diterbitkan oleh Biro Sensus AS dan Departemen Perumahan dan Pengembangan Urban AS, perumahan baru pada bulan Maret turun 0,3% dan berada di bawah ekspektasi pasar untuk pertumbuhan 6,5%. Namun demikian, Indeks Dolar AS tidak menunjukkan reaksi karena volume perdagangan tetap tipis...

Penjualan Ritel di Amerika Serikat Melonjak Tajam Sejak 2017
Thursday, 18 April 2019 19:43 WIB

Penjualan ritel AS melonjak tajam sejak September 2017 karena kenaikan kendaraan bermotor dan pompa bensin meningkatkan penjualan, memberi sinyal konsumen memberikan dukungan ekonomi yang lebih besar. Nilai penjualan keseluruhan pada Maret naik 1,6 persen setelah penurunan 0,2 persen yang tidak dir...

Penjualan Ritel UK Melonjak Terkait Konsumen Menentang Kekhawatiran Brexit
Thursday, 18 April 2019 15:55 WIB

Penjualan ritel Inggris secara tak terduga meningkat untuk bulan ketiga berturut-turut di bulan Maret, yang mendasari ketahanan konsumen dalam menghadapi ketidakpastian Brexit. Volume barang yang dijual di toko-toko dan online melonjak 1,1 persen dari Februari, Kantor Statistik Nasional mengatakan ...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong, Shanghai berakhir melemah tajam
Thursday, 25 April 2019 15:31 WIB Saham Hong Kong berakhir melemah tajam pada Kamis ini, yang mengikuti aksi jual di Wall Street dan di sebagian besar Asia, sementara Shanghai jatuh lebih dari dua persen di tengah kekhawatiran China akan mengurangi langkah-langkah pelonggaran...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.