Harga Minyak Lanjutkan Penurunannya Seiring Meredanya Ketegangan AS-Iran
Friday, 10 January 2020 13:54 WIB | COMMODITY |BrentWTIMinyak

Harga minyak terus bergerak menurun pada hari Jumat di Asia dan menuju untuk mencatatkan kerugian mingguan pertama mereka sejak November lalu ketika konflik antara AS-Iran mereda.

Minyak Mentah AS WTI berjangka turun 0,2% ke level $ 59,48 pada pukul 12:50 ET (04:50 GMT), sementara Minyak Internasional Brent berjangka tergelincir 0,1% ke level $ 65,32.

DPR AS memberikan suaranya semalam untuk mengekang kekuasaan Presiden AS Donald Trump untuk menyerang Iran. Sementara itu, dalam komentarnya kepada Fox News, Wakil Presiden Mike Pence mengatakan Republik Islam telah meminta milisi di Timur Tengah untuk tidak melakukan serangan terhadap kepentingan A.S.

Meredanya ketegangan antara AS-Iran mengurangi kekhawatiran potensi gangguan pasokan di Timur Tengah, dan disebut-sebut sebagai catatan penjualan harga minyak dalam dua hari terakhir.

Di front perdagangan Sino-AS, juru bicara Kementerian Perdagangan China Gao Feng mengkonfirmasi bahwa Wakil Perdana Menteri Liu He akan melakukan perjalanan ke Washington antara 13 dan 15 Januari untuk menandatangani perjanjian perdagangan fase satu. (knc)

Sumber : Investing.com

RELATED NEWS

Pemulihan Minyak Mengalami Kekhawatiran Terkait Pembaruan Virus
Friday, 21 February 2020 19:08 WIB

Minyak turun, menipiskan kenaikan minggu ini, karena kekhawatiran baru tentang dampak virus corona dibayangi harapan bahwa upaya stimulus China akan meredam tekanan terhadap permintaan. Kontrak berjangka di New York turun 1,6%, namun tetap sekitar 2% lebih tinggi minggu ini setelah China, Korea Sel...

Minyak Stabil Setelah Reli 7-Hari pada Outlook Pasokan dan Harapan Stimulus
Thursday, 20 February 2020 19:40 WIB

Minyak stabil di London setelah mengalami reli terpanjang dalam setahun terakhir pada tanda-tanda pasokan global yang lebih ketat, dan berharap bahwa stimulus ekonomi China akan meredam permintaan bahan bakar dari dampak virus corona. Brent diperdagangkan mendekati level $ 59 per barel setelah memp...

Minyak Mencapai Dua Minggu Tertinggi pada Harapan Stimulus China, Risiko Pasokan
Wednesday, 19 February 2020 18:49 WIB

Minyak naik ke level dua minggu tertinggi di tengah harapan bahwa stimulus ekonomi dari China dapat menghidupkan kembali permintaan yang tertekan oleh virus korona, dan ketika sejumlah negara OPEC menghadapi ancaman terhadap produksi mereka. Brent berjangka meningkat untuk hari ketujuh, kenaikan te...

Minyak Stabil Terkait Negara-Negara Asia Berusaha Mengimbangi Serangan Virus ke Ekonomi
Monday, 17 February 2020 19:09 WIB

Minyak stabil mendekati level $ 57 per barel di London karena China dan negara-negara Asia lainnya menjanjikan stimulus ekonomi untuk mengimbangi dampak dari virus corona, mendukung prospek permintaan bahan bakar. Harga pulih lebih dari 5% minggu lalu, kenaikan terbesar sejak September, karena bebe...

Harga Minyak Stabil Di Tengah Kemungkinan Pemotongan Pasokan Yang Lebih Dalam
Friday, 14 February 2020 12:59 WIB

Harga minyak stabil pada hari Jumat di Asia di tengah kemungkinan pemotongan pasokan yang lebih dalam dari produsen utama. Minyak Mentah AS WTI Berjangka naik tipis 0,1% ke level $ 51,48 pada pukul 12:30 ET (04:30 GMT). Minyak International Brent Berjangka sedikit berubah pada level $ 56,35. Organ...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong Ditutup Lebih Rendah Ditengah Kekhawatiran Virus (Review)
Saturday, 22 February 2020 04:19 WIB Saham-saham Hong Kong ditutup melemah tajam pada hari Jumat karena meningkatnya korban dari virus korona mematikan di luar China mengipasi kekhawatiran dampak wabah tersebut pada pendapatan dan pertumbuhan ekonomi yang bisa lebih buruk daripada...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.