Minyak Menuju Kerugian Mingguan Pertamanya Sejak November Karena Menurunnya Resiko
Friday, 10 January 2020 07:29 WIB | COMMODITY |BrentWTIMinyak

Minyak menuju kerugian mingguan pertamanya sejak November lalu karena prospek perang terbuka di Teluk Persia surut, mengurangi kekhawatiran gangguan pasokan di Timur Tengah.

Kontrak berjangka di New York sedikit berubah, menuju untuk turun lebih dari 5% minggu ini. DPR AS memberikan suara pada hari Kamis untuk membatasi wewenang Presiden Donald Trump untuk menyerang Iran sementara Amerika menerima indikasi bahwa Republik Islam telah meminta milisi di Timur Tengah untuk tidak melakukan serangan terhadap kepentingan AS, Wakil Presiden Mike Pence mengatakan dalam komentarnya kepada Fox.

Meningkatnya konflik antara AS dan Iran setelah pembunuhan jenderal militer senior Qassem Soleimani pekan lalu membuat pasar minyak mengalami kekacauan minggu ini dengan harga berayun liar dari hari ke hari. Sementara masih ada kegelisahan bahwa ketegangan lain yang meningkat dapat mengakibatkan ditargetkannya fasilitas minyak, pasar global memiliki bantalan pasokan yang nyaman dengan anggota OPEC yang duduk dalam jumlah besar dalam kapasitas cadangan dan produksi AS meningkat.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari tergelincir 5 sen, atau 0,1%, ke level $ 59,651 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 7:53 pagi di Singapura. Kontrak siap kehilangan 5,6%, atau $ 3,55, selama minggu ini.

Brent berjangka untuk penyelesaian Maret turun 7 sen, atau 0,1%, ke level $ 65,37 pada hari Kamis, setelah naik sekitar 1% pada perdagangan sebelumnya. (knc)

Sumber : Bloomberg

RELATED NEWS

Pemulihan Minyak Mengalami Kekhawatiran Terkait Pembaruan Virus
Friday, 21 February 2020 19:08 WIB

Minyak turun, menipiskan kenaikan minggu ini, karena kekhawatiran baru tentang dampak virus corona dibayangi harapan bahwa upaya stimulus China akan meredam tekanan terhadap permintaan. Kontrak berjangka di New York turun 1,6%, namun tetap sekitar 2% lebih tinggi minggu ini setelah China, Korea Sel...

Minyak Stabil Setelah Reli 7-Hari pada Outlook Pasokan dan Harapan Stimulus
Thursday, 20 February 2020 19:40 WIB

Minyak stabil di London setelah mengalami reli terpanjang dalam setahun terakhir pada tanda-tanda pasokan global yang lebih ketat, dan berharap bahwa stimulus ekonomi China akan meredam permintaan bahan bakar dari dampak virus corona. Brent diperdagangkan mendekati level $ 59 per barel setelah memp...

Minyak Mencapai Dua Minggu Tertinggi pada Harapan Stimulus China, Risiko Pasokan
Wednesday, 19 February 2020 18:49 WIB

Minyak naik ke level dua minggu tertinggi di tengah harapan bahwa stimulus ekonomi dari China dapat menghidupkan kembali permintaan yang tertekan oleh virus korona, dan ketika sejumlah negara OPEC menghadapi ancaman terhadap produksi mereka. Brent berjangka meningkat untuk hari ketujuh, kenaikan te...

Minyak Stabil Terkait Negara-Negara Asia Berusaha Mengimbangi Serangan Virus ke Ekonomi
Monday, 17 February 2020 19:09 WIB

Minyak stabil mendekati level $ 57 per barel di London karena China dan negara-negara Asia lainnya menjanjikan stimulus ekonomi untuk mengimbangi dampak dari virus corona, mendukung prospek permintaan bahan bakar. Harga pulih lebih dari 5% minggu lalu, kenaikan terbesar sejak September, karena bebe...

Harga Minyak Stabil Di Tengah Kemungkinan Pemotongan Pasokan Yang Lebih Dalam
Friday, 14 February 2020 12:59 WIB

Harga minyak stabil pada hari Jumat di Asia di tengah kemungkinan pemotongan pasokan yang lebih dalam dari produsen utama. Minyak Mentah AS WTI Berjangka naik tipis 0,1% ke level $ 51,48 pada pukul 12:30 ET (04:30 GMT). Minyak International Brent Berjangka sedikit berubah pada level $ 56,35. Organ...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong Ditutup Lebih Rendah Ditengah Kekhawatiran Virus (Review)
Saturday, 22 February 2020 04:19 WIB Saham-saham Hong Kong ditutup melemah tajam pada hari Jumat karena meningkatnya korban dari virus korona mematikan di luar China mengipasi kekhawatiran dampak wabah tersebut pada pendapatan dan pertumbuhan ekonomi yang bisa lebih buruk daripada...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.