Harga Minyak Berayun Setelah OPEC+ Gagal Menurunkan Target Output Baru
Friday, 6 December 2019 07:57 WIB | COMMODITY |BrentWTIMinyak

Minyak berada di dekat level $ 58 per barel karena koalisi OPEC+ gagal untuk menjabarkan rincian perjanjian untuk menyesuaikan target produksi resminya bahkan setelah enam jam perundingan di Wina.

Kontrak berjangka sedikit berubah di New York setelah berputar sepanjang sesi sebelumnya. Sementara Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak mendekati kesepakatan untuk memangkas target produksi sebesar 500.000 barel per hari, para menteri meninggalkan markas kartel pada hari Kamis tanpa memperkuat kesepakatan. Pangeran Saudi Abdulaziz bin Salman, dalam pertemuan pertamanya sebagai menteri energi, meninggalkan wartawan dengan janji "berita indah besok."

Minyak masih berada di jalur untuk kenaikan mingguan terbesar sejak September lalu karena menyusutnya stok minyak mentah AS dan tanda-tanda kemajuan pada kemungkinan kesepakatan perdagangan antara Beijing dan Washington menambah nada bullish. Pengurangan 500.000 barel per hari oleh OPEC dan sekutu-sekutunya sebagian besar akan bersifat simbolis, hanya memformalkan pengurangan pasokan tambahan yang telah dilakukan kelompok itu untuk sebagian besar tahun ini, daripada mengambil barel dari pasar.

Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari turun 3 sen ke level $ 58,40 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 8:34 pagi waktu Singapura. Kontrak ditutup tidak berubah pada hari Kamis setelah berayun antara keuntungan dan kerugian. Harga melonjak 5,9% minggu ini, terbesar sejak pekan yang berakhir 20 September.

Brent untuk penyelesaian Februari naik 39 sen, atau 0,6%, menjadi ditutup pada level $ 63,39 per barel di ICE Futures Europe Exchange yang berbasis di London pada Kamis. Kontrak naik 1,5% minggu ini. Minyak mentah acuan global diperdagangkan dengan premi $ 5,04 kepada WTI untuk bulan yang sama. (knc)

Sumber : Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak Dekati Level $ 59 Karena Kesepakatan Perdagangan Mendorong Pasokan Yang Berlimpah
Friday, 17 January 2020 19:20 WIB

Minyak mendekati level $ 59 per barel di New York setelah mengalami kenaikan terbesarnya dalam hampir dua minggu terakhir setelah AS dan China menandatangani perjanjian perdagangan, meskipun tetap dibatasi oleh tanda-tanda bahwa pasokan tetap berlimpah. Kontrak berjangka naik 0,5%, setelah meningka...

Minyak Dekati 6 Minggu Terendah Karena Pasokan Yang Cukup Mengimbangi Harapan Perdagangan
Thursday, 16 January 2020 18:29 WIB

Minyak diperdagangkan mendekati level penutupan terendah dalam enam minggu karena harapan hati-hati bahwa pakta perdagangan AS-China akan mendukung permintaan diimbangi oleh tanda-tanda pasokan yang cukup. Kontrak berjangka bertahan di dekat $ 58 per barel pada hari Kamis setelah menyelesaikan hari...

Minyak Pertahankan Penurunan Mingguan Terbesar Sejak Juli Karena Meredanya Ketegangan di Teluk
Monday, 13 January 2020 19:50 WIB

Minyak stabil setelah mengalami penurunan mingguan terbesarnya sejak Juli lalu terkait pelonggaran ketegangan geopolitik di Timur Tengah mengalihkan perhatian kembali ke melimpahnya pasokan baru yang akan melanda pasar tahun ini. Ancaman perang langsung telah surut sejak Teheran menembakkan rudal k...

Harga Minyak Lanjutkan Penurunannya Seiring Meredanya Ketegangan AS-Iran
Friday, 10 January 2020 13:54 WIB

Harga minyak terus bergerak menurun pada hari Jumat di Asia dan menuju untuk mencatatkan kerugian mingguan pertama mereka sejak November lalu ketika konflik antara AS-Iran mereda. Minyak Mentah AS WTI berjangka turun 0,2% ke level $ 59,48 pada pukul 12:50 ET (04:50 GMT), sementara Minyak Internasio...

Minyak Menuju Kerugian Mingguan Pertamanya Sejak November Karena Menurunnya Resiko
Friday, 10 January 2020 07:29 WIB

Minyak menuju kerugian mingguan pertamanya sejak November lalu karena prospek perang terbuka di Teluk Persia surut, mengurangi kekhawatiran gangguan pasokan di Timur Tengah. Kontrak berjangka di New York sedikit berubah, menuju untuk turun lebih dari 5% minggu ini. DPR AS memberikan suara pada hari...

ANOTHER NEWS
Saham AS berakhir melemah seiring kekhawatiran atas wabah coronavirus
Saturday, 25 January 2020 04:19 WIB Saham AS berakhir lebih rendah pada hari Jumat, memberikan kenaikan awal pasca pihak berwenang mengkonfirmasi kasus virus corona AS kedua. Saham Dow Jones Industrial Average turun sekitar 170 poin, atau 0,6%, berakhir di level 28.990, menurut...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.