Minyak Tolak Kesepakatan Dagang untuk Naik Menjelang Pertemuan OPEC+
Wednesday, 4 December 2019 09:48 WIB | COMMODITY |BrentWTIMinyak

Minyak menantang bearish kesepakatan perdagangan untuk kenaikan hari ketiga setelah sebuah laporan industri menunjukkan stok minyak mentah AS menyusut dan sebelum OPEC+ memutuskan kebijakan pengurangan produksi pada akhir pekan ini.

Kontrak berjangka bertambah sebanyak 0,6% di New York karena saham Asia turun di tengah meningkatnya ketidakpastian tentang apakah AS dan China akan mencapai kesepakatan perdagangan terbatas yang banyak dipuji. American Petroleum Institute melaporkan persediaan minyak mentah turun 3,72 juta barel pekan lalu, menurut orang yang mengetahui laporan tersebut. Itu akan menjadi penurunan terbesar sejak September lalu jika dikonfirmasi oleh angka Administrasi Informasi Energi pada hari Rabu.

Minyak telah naik sejak awal Oktober lalu di tengah optimisme AS dan China yang mendekati kesepakatan awal, menunjukkan minyak mentah memiliki ruang untuk turun jika kedua belah pihak tidak dapat mencapai kesepakatan. Namun, kemungkinan OPEC dan sekutu-sekutunya akan memperpanjang pengurangan produksi dan memperkuat kepatuhan, bersama dengan beberapa tanda-tanda bahwa mereka dapat memperdalamnya, tampaknya akan menopang harga minggu ini.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari naik 24 sen, atau 0,4%, ke level $ 56,34 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 9:30 pagi di Singapura. Kontrak naik 0,3% menjadi ditutup di level $ 56,10 pada hari Selasa menyusul kenaikan 1,4% pada hari Senin.

Brent untuk penyelesaian Februari bertambah 24 sen ke level $ 61,06 per barel di ICE Futures Europe Exchange yang berbasis di London. Minyak mentah patokan global diperdagangkan pada $ 4,81 premium untuk WTI pada bulan yang sama. (knc)

Sumber : Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak Dekati Level $ 59 Karena Kesepakatan Perdagangan Mendorong Pasokan Yang Berlimpah
Friday, 17 January 2020 19:20 WIB

Minyak mendekati level $ 59 per barel di New York setelah mengalami kenaikan terbesarnya dalam hampir dua minggu terakhir setelah AS dan China menandatangani perjanjian perdagangan, meskipun tetap dibatasi oleh tanda-tanda bahwa pasokan tetap berlimpah. Kontrak berjangka naik 0,5%, setelah meningka...

Minyak Dekati 6 Minggu Terendah Karena Pasokan Yang Cukup Mengimbangi Harapan Perdagangan
Thursday, 16 January 2020 18:29 WIB

Minyak diperdagangkan mendekati level penutupan terendah dalam enam minggu karena harapan hati-hati bahwa pakta perdagangan AS-China akan mendukung permintaan diimbangi oleh tanda-tanda pasokan yang cukup. Kontrak berjangka bertahan di dekat $ 58 per barel pada hari Kamis setelah menyelesaikan hari...

Minyak Pertahankan Penurunan Mingguan Terbesar Sejak Juli Karena Meredanya Ketegangan di Teluk
Monday, 13 January 2020 19:50 WIB

Minyak stabil setelah mengalami penurunan mingguan terbesarnya sejak Juli lalu terkait pelonggaran ketegangan geopolitik di Timur Tengah mengalihkan perhatian kembali ke melimpahnya pasokan baru yang akan melanda pasar tahun ini. Ancaman perang langsung telah surut sejak Teheran menembakkan rudal k...

Harga Minyak Lanjutkan Penurunannya Seiring Meredanya Ketegangan AS-Iran
Friday, 10 January 2020 13:54 WIB

Harga minyak terus bergerak menurun pada hari Jumat di Asia dan menuju untuk mencatatkan kerugian mingguan pertama mereka sejak November lalu ketika konflik antara AS-Iran mereda. Minyak Mentah AS WTI berjangka turun 0,2% ke level $ 59,48 pada pukul 12:50 ET (04:50 GMT), sementara Minyak Internasio...

Minyak Menuju Kerugian Mingguan Pertamanya Sejak November Karena Menurunnya Resiko
Friday, 10 January 2020 07:29 WIB

Minyak menuju kerugian mingguan pertamanya sejak November lalu karena prospek perang terbuka di Teluk Persia surut, mengurangi kekhawatiran gangguan pasokan di Timur Tengah. Kontrak berjangka di New York sedikit berubah, menuju untuk turun lebih dari 5% minggu ini. DPR AS memberikan suara pada hari...

ANOTHER NEWS
AS Rilis Aturan yang Membatasi 'Wisata Kelahiran
Friday, 24 January 2020 11:43 WIB Sementara pemerintahan Trump menambah hambatan lainnya bagi pengunjung yang datang ke Amerika Serikat (AS) dari luar negeri, aturan hukum bisa membatasi pejabat untuk menghentikan perempuan hamil memperoleh visa. Aturan visa baru yang diterbitkan...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.