Minyak Turun pada Black Friday Karena Rusia Mengirim Sinyal Beragam Untuk OPEC
Saturday, 30 November 2019 03:28 WIB | COMMODITY |BrentWTIMinyak

Black Friday tampaknya memiliki arti berbeda untuk bulls minyak.

Harga minyak mentah anjlok sebesar 5% pada hari belanja ritual setelah Thanksgiving ketika Rusia mengirimkan sinyal beragam pada komitmennya untuk memperpanjang pengurangan produksi dan kesepakatan AS-China tampak lebih rumit setelah penandatanganan dua tagihan Presiden Donald Trump yang bertujuan mendukung protes Hong Kong terhadap Beijing .

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) dan Brent AS turun tanpa basa-basi dari level dua bulan tertinggi baru-baru ini karena volume perdagangan seperti liburan yang lebih tipis melebih-lebihkan aksi jual, menciptakan tekanan untuk minyak dalam jangka waktu panjang.

WTI yang diperdagangkan NYMEX ditutup turun $ 2,94, atau 5,1%, pada level $ 55,17 per barel, jauh di bawah level dua bulan tertinggi di $ 58,74 pada 22 November.

Brent yang diperdagangkan di ICE, patokan global untuk minyak mentah, merosot $ 2,55, atau 4,%, ke level $ 60,72, setelah sentuh dua bulan tertinggi dari $ 64,60 pada hari Rabu.

Untuk minggu ini, WTI turun 4,1% sementara Brent merosot 4,2%. Untuk bulan ini, patokan minyak mentah AS naik 1,8% versus kenaikan hampir 1% untuk rekannya di Inggris. (knc)

Sumber : Investing.com

RELATED NEWS

Minyak Dekati Level $ 59 Karena Kesepakatan Perdagangan Mendorong Pasokan Yang Berlimpah
Friday, 17 January 2020 19:20 WIB

Minyak mendekati level $ 59 per barel di New York setelah mengalami kenaikan terbesarnya dalam hampir dua minggu terakhir setelah AS dan China menandatangani perjanjian perdagangan, meskipun tetap dibatasi oleh tanda-tanda bahwa pasokan tetap berlimpah. Kontrak berjangka naik 0,5%, setelah meningka...

Minyak Dekati 6 Minggu Terendah Karena Pasokan Yang Cukup Mengimbangi Harapan Perdagangan
Thursday, 16 January 2020 18:29 WIB

Minyak diperdagangkan mendekati level penutupan terendah dalam enam minggu karena harapan hati-hati bahwa pakta perdagangan AS-China akan mendukung permintaan diimbangi oleh tanda-tanda pasokan yang cukup. Kontrak berjangka bertahan di dekat $ 58 per barel pada hari Kamis setelah menyelesaikan hari...

Minyak Pertahankan Penurunan Mingguan Terbesar Sejak Juli Karena Meredanya Ketegangan di Teluk
Monday, 13 January 2020 19:50 WIB

Minyak stabil setelah mengalami penurunan mingguan terbesarnya sejak Juli lalu terkait pelonggaran ketegangan geopolitik di Timur Tengah mengalihkan perhatian kembali ke melimpahnya pasokan baru yang akan melanda pasar tahun ini. Ancaman perang langsung telah surut sejak Teheran menembakkan rudal k...

Harga Minyak Lanjutkan Penurunannya Seiring Meredanya Ketegangan AS-Iran
Friday, 10 January 2020 13:54 WIB

Harga minyak terus bergerak menurun pada hari Jumat di Asia dan menuju untuk mencatatkan kerugian mingguan pertama mereka sejak November lalu ketika konflik antara AS-Iran mereda. Minyak Mentah AS WTI berjangka turun 0,2% ke level $ 59,48 pada pukul 12:50 ET (04:50 GMT), sementara Minyak Internasio...

Minyak Menuju Kerugian Mingguan Pertamanya Sejak November Karena Menurunnya Resiko
Friday, 10 January 2020 07:29 WIB

Minyak menuju kerugian mingguan pertamanya sejak November lalu karena prospek perang terbuka di Teluk Persia surut, mengurangi kekhawatiran gangguan pasokan di Timur Tengah. Kontrak berjangka di New York sedikit berubah, menuju untuk turun lebih dari 5% minggu ini. DPR AS memberikan suara pada hari...

ANOTHER NEWS
AS Rilis Aturan yang Membatasi 'Wisata Kelahiran
Friday, 24 January 2020 11:43 WIB Sementara pemerintahan Trump menambah hambatan lainnya bagi pengunjung yang datang ke Amerika Serikat (AS) dari luar negeri, aturan hukum bisa membatasi pejabat untuk menghentikan perempuan hamil memperoleh visa. Aturan visa baru yang diterbitkan...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.