Minyak Menetap pada 2 Bulan Tertinggi, Didukung Pembicaraan Potensi Perpanjangan dari Output OPEC
Friday, 22 November 2019 03:54 WIB | COMMODITY |BrentWTIMinyak

Harga minyak mencatatkan penutupan tertinggi dalam sekitar dua bulan terakhir pada hari Kamis, mendapatkan dukungan dari laporan bahwa Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutu-sekutunya kemungkinan akan memperpanjang pengurangan produksi serta optimisme baru di sekitar pembicaraan perdagangan AS-China.

OPEC dan sekutunya, termasuk Rusia, kemungkinan setuju untuk memperpanjang pengurangan produksi minyak mentah sampai pertengahan 2020 ketika mereka bertemu bulan depan, Reuters melaporkan pada hari Kamis, mengutip sumber-sumber OPEC. Perjanjian yang ada tentang pembatasan produksi berjalan sampai Maret 2020. OPEC dan sekutunya akan bertemu pada 5 Desember dan 6 Desember mendatang di Wina.

Dalam sebuah catatan hari Kamis, Raffi Boyadjian, analis investasi senior di XM, mengatakan aliansi produsen minyak diharapkan setuju untuk memperpanjang batas output saat ini di luar Maret 2020, dan harga minyak "mendapat dorongan lebih lanjut setelah Rusia mengisyaratkan akan terus bekerja sama dengan OPEC untuk membatasi output. "

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari naik $ 1,57, atau 2,8%, untuk menetap di level $ 58,58 per barel di New York Mercantile Exchange, sementara minyak mentah Brent untuk bulan Januari, patokan global, menambahkan $ 1,57, atau 2,5%, pada level $ 63,97 per barel di ICE Berjangka Eropa. (knc)

Sumber : Market Watch

RELATED NEWS

Minyak Melihat Rebound Pertamanya Dalam Seminggu, Mengamati Data Stok
Wednesday, 29 January 2020 03:56 WIB

Harga minyak naik untuk pertama kalinya dalam sepekan terakhir pada hari Selasa karena investor mencoba melihat di luar virus corona dan dampaknya yang melemahkan pasar, meskipun tes minyak mentah yang sebenarnya mungkin datang dari data stok mingguan yang akan datang. Minyak mentah West Texas Inte...

Minyak Dekati Level $ 59 Karena Kesepakatan Perdagangan Mendorong Pasokan Yang Berlimpah
Friday, 17 January 2020 19:20 WIB

Minyak mendekati level $ 59 per barel di New York setelah mengalami kenaikan terbesarnya dalam hampir dua minggu terakhir setelah AS dan China menandatangani perjanjian perdagangan, meskipun tetap dibatasi oleh tanda-tanda bahwa pasokan tetap berlimpah. Kontrak berjangka naik 0,5%, setelah meningka...

Minyak Dekati 6 Minggu Terendah Karena Pasokan Yang Cukup Mengimbangi Harapan Perdagangan
Thursday, 16 January 2020 18:29 WIB

Minyak diperdagangkan mendekati level penutupan terendah dalam enam minggu karena harapan hati-hati bahwa pakta perdagangan AS-China akan mendukung permintaan diimbangi oleh tanda-tanda pasokan yang cukup. Kontrak berjangka bertahan di dekat $ 58 per barel pada hari Kamis setelah menyelesaikan hari...

Minyak Pertahankan Penurunan Mingguan Terbesar Sejak Juli Karena Meredanya Ketegangan di Teluk
Monday, 13 January 2020 19:50 WIB

Minyak stabil setelah mengalami penurunan mingguan terbesarnya sejak Juli lalu terkait pelonggaran ketegangan geopolitik di Timur Tengah mengalihkan perhatian kembali ke melimpahnya pasokan baru yang akan melanda pasar tahun ini. Ancaman perang langsung telah surut sejak Teheran menembakkan rudal k...

Harga Minyak Lanjutkan Penurunannya Seiring Meredanya Ketegangan AS-Iran
Friday, 10 January 2020 13:54 WIB

Harga minyak terus bergerak menurun pada hari Jumat di Asia dan menuju untuk mencatatkan kerugian mingguan pertama mereka sejak November lalu ketika konflik antara AS-Iran mereda. Minyak Mentah AS WTI berjangka turun 0,2% ke level $ 59,48 pada pukul 12:50 ET (04:50 GMT), sementara Minyak Internasio...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong ditutup melemah tajam karena kekhawatiran akan virus
Wednesday, 29 January 2020 15:34 WIB Saham Hong Kong berakhir dengan penurunan tajam pada Rabu, karena investor kembali dari liburan Tahun Baru Imlek dengan pasar dunia panik terkait penyebaran virus mematikan. Indeks Hang Seng merosot 2,82 persen, atau 789,01 poin, menjadi...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.