Minyak Turun Dari Enam Minggu Tertinggi Karena Tanda-Tanda Pasokan AS Melanjutkan Kenaikannya
Wednesday, 6 November 2019 18:18 WIB | COMMODITY |BrentWTIMinyak

Minyak turun dari level enam minggu tertinggi terkait tanda-tanda kenaikan lain dalam minyak mentah AS menegaskan kembali pandangan yang berlaku bahwa pasar global dipasok dengan nyaman.

Kontrak berjangka turun sebanyak 0,8% di New York setelah sebelumnya naik 5,6% selama tiga sesi terakhir. American Petroleum Institute melaporkan bahwa stok minyak mentah meningkat 4,26 juta barel pekan lalu, menurut orang-orang yang dikenal, sebelum rilis data resmi pemerintah pada Rabu malam. Pejabat tinggi OPEC mengatakan pada hari Selasa bahwa prospek pasar untuk tahun 2020 telah membaik, meredam beberapa spekulasi bahwa kelompok tersebut akan memperdalam pengurangan produksi ketika mengadakan pertemuan bulan depan.

Harga minyak naik pada awal pekan ini di tengah optimisme bahwa ketegangan perdagangan antara AS dan China berkurang, berpotensi mengurangi tekanan ke bawah pada ekonomi global dan dengan itu memicu permintaan bahan bakar. Namun harga tetap sekitar 15% di bawah rekornya yang dicapai pada bulan April di tengah kekhawatiran bahwa pertumbuhan konsumsi yang hangat dan rekor produksi minyak serpih Amerika akan menciptakan surplus baru tahun depan.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember turun 25 sen ke level $ 56,98 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 10:31 pagi di London. Kontrak naik 69 sen ke level $ 57,23 pada hari Selasa, penutupan tertinggi sejak 24 September lalu.

Brent untuk penyelesaian Januari turun 37 sen, atau 0,6%, ke level $ 62,59 per barel di ICE Futures Europe Exchange yang berbasis di London. Kontrak naik 83 sen ke level $ 62,96 pada hari Selasa. Benchmark global diperdagangkan dengan premi $ 5,60 untuk minyak WTI. (knc)

Sumber : Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak Mencapai Dua Minggu Tertinggi pada Harapan Stimulus China, Risiko Pasokan
Wednesday, 19 February 2020 18:49 WIB

Minyak naik ke level dua minggu tertinggi di tengah harapan bahwa stimulus ekonomi dari China dapat menghidupkan kembali permintaan yang tertekan oleh virus korona, dan ketika sejumlah negara OPEC menghadapi ancaman terhadap produksi mereka. Brent berjangka meningkat untuk hari ketujuh, kenaikan te...

Minyak Stabil Terkait Negara-Negara Asia Berusaha Mengimbangi Serangan Virus ke Ekonomi
Monday, 17 February 2020 19:09 WIB

Minyak stabil mendekati level $ 57 per barel di London karena China dan negara-negara Asia lainnya menjanjikan stimulus ekonomi untuk mengimbangi dampak dari virus corona, mendukung prospek permintaan bahan bakar. Harga pulih lebih dari 5% minggu lalu, kenaikan terbesar sejak September, karena bebe...

Harga Minyak Stabil Di Tengah Kemungkinan Pemotongan Pasokan Yang Lebih Dalam
Friday, 14 February 2020 12:59 WIB

Harga minyak stabil pada hari Jumat di Asia di tengah kemungkinan pemotongan pasokan yang lebih dalam dari produsen utama. Minyak Mentah AS WTI Berjangka naik tipis 0,1% ke level $ 51,48 pada pukul 12:30 ET (04:30 GMT). Minyak International Brent Berjangka sedikit berubah pada level $ 56,35. Organ...

Minyak Menuju Kenaikan Mingguan Seiring Meredanya Kekhawatiran Akan Virus Korona
Friday, 14 February 2020 07:28 WIB

Minyak berada di jalur untuk membukukan kenaikan mingguan pertamanya sejak awal Januari lalu di tengah optimisme bahwa wabah virus korona bisa mereda. Kontrak berjangka di New York sedikit berubah, setelah naik 0,5% pada hari Kamis. Mereka naik lebih dari 2% selama seminggu, di jalur untuk menembus...

Reli Minyak Berjalan Menjadi Bergejolak Setelah Meningkatnya Kasus Virus China
Thursday, 13 February 2020 13:17 WIB

Rebound harga minyak yang baru terjadi bergejolak setelah provinsi Hubei China melaporkan hampir 15.000 kasus virus corona baru ketika mengubah metode untuk menghitung infeksi. Pemerintah provinsi yang menjadi pusat wabah mengatakan telah melakukan peninjauan terhadap kasus-kasus yang dicurigai di ...

ANOTHER NEWS
Iran Laporkan Dua Korban Meninggal karena Virus Korona
Thursday, 20 February 2020 17:59 WIB Kantor berita resmi Iran melaporkan dua orang meninggal setelah dinyatakan positif terkena virus korona. Keduanya adalah korban meninggal pertama di Iran. Kantor berita IRNA mengutip pejabat kementerian kesehatan yang mengatakan kedua orang itu...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.