Minyak Naik Karena Stok Bahan Bakar di AS Mengalami Kemerosotan
Friday, 18 October 2019 03:45 WIB | COMMODITY |MinyakWTIBrent

Harga minyak naik pada hari Kamis karena para pedagang melihat lebih dari meningkatnya penurunan lebih luas dalam persediaan minyak mentah mingguan AS untuk fokus pada anjloknya stok bahan bakar karena musim pemeliharaan untuk kilang menyebabkan defisit yang tidak biasa dalam produk minyak.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup naik 57 sen, atau 1%, ke level $ 53,93 per barel.

Minyak Brent ditutup naik 49 sen, atau 0,8%, ke level $ 59,91.

Mengurangi ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga tidak membuat minyak turun. Turki telah menyetujui gencatan senjata selama lima hari di timur laut Suriah untuk memungkinkan penarikan pasukan Kurdi, kata Wakil Presiden AS Mike Pence setelah pembicaraan dengan Presiden Turki Tayyip Erdogan pada hari Kamis.

Persediaan minyak AS melonjak untuk minggu terakhir, naik lebih dari perkiraan pasar, Administrasi Informasi Energi mengatakan.

Stok minyak mentah melonjak 9,3 juta barel pekan lalu, kata EIA. Itu dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk kenaikan sekitar 2,9 juta barel, menurut perkiraan yang disusun oleh Investing.com.

Tetapi persediaan bensin turun 2,56 juta barel, dibandingkan ekspektasi untuk penarikan sekitar 1,21 juta barel. Persediaan destilasi turun 3,8 juta barel, dengan para analis memperkirakan penurunan sekitar 2,4 juta barel. (knc)

Sumber : Investing.com

RELATED NEWS

Minyak Turun Di Tengah Ketidakpastian Perang Perdagangan dan Pemotongan Pasokan OPEC
Friday, 8 November 2019 19:50 WIB

Minyak turun seiring para pedagang menunggu lebih banyak tanda-tanda konkret bahwa AS dan China sedang menyelesaikan sengketa perdagangan mereka, dan di tengah kekhawatiran bahwa OPEC dan mitranya tidak akan memperdalam pembatasan produksi untuk mencegah kelebihan pasokan. Kontrak berjangka turun s...

Minyak Melanjutkan Kenaikannya Ditengah Kesepakatan Pembatalan Tarif Perdagangan
Thursday, 7 November 2019 19:27 WIB

Minyak melonjak ketika China dan AS membuat kemajuan dalam menyelesaikan sengketa perdagangan yang telah membebani pasar global tahun ini, mengimbangi tanda-tanda bahwa OPEC dan mitranya tidak akan melakukan pengurangan pasokan yang lebih dalam. Minyak mentah Brent naik sebanyak 1,5% di London, mem...

Minyak Turun Dari Enam Minggu Tertinggi Karena Tanda-Tanda Pasokan AS Melanjutkan Kenaikannya
Wednesday, 6 November 2019 18:18 WIB

Minyak turun dari level enam minggu tertinggi terkait tanda-tanda kenaikan lain dalam minyak mentah AS menegaskan kembali pandangan yang berlaku bahwa pasar global dipasok dengan nyaman. Kontrak berjangka turun sebanyak 0,8% di New York setelah sebelumnya naik 5,6% selama tiga sesi terakhir. Americ...

Minyak Menguat Setelah AS, Data Tiongkok Meningkatkan Permintaan Outlook
Monday, 4 November 2019 18:28 WIB

Minyak mempertahankan kenaikan terbesarnya dalam hampir tujuh minggu terakhir setelah membaiknya AS dan data ekonomi China membantu prospek permintaan dan Saudi Aramco mengatakan akan terus maju dengan penawaran umum perdana yang telah lama ditunggu-tunggu. Kontrak berjangka naik 0,8% di New York s...

Minyak Menuju Penurunan Mingguan Terbesarnya Dalam Satu Bulan Terakhir
Friday, 1 November 2019 14:03 WIB

Minyak menuju kerugian mingguan terbesarnya dalam sebulan terakhir karena membengkaknya stok di Amerika dan keraguan baru atas kesepakatan perdagangan jangka panjang antara AS dan China menyarankan pasokan akan tetap melampaui permintaan. Kontrak berjangka beringsut lebih tinggi di New York pada ha...

ANOTHER NEWS
Saham Shanghai berakhir di level terendah 6 pekan
Wednesday, 13 November 2019 14:59 WIB Saham Shanghai pada hari Rabu menyentuh penutupan terendah dalam lebih dari enam pekan terakhir di tengah sinyal beragam atas pembicaraan perdagangan AS-China, sementara eskalasi gejolak di Hong Kong menekan sentimen. Indeks CSI300 blue-chip...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.