Minyak Turun Karena Investor Fokus pada Prospek Ekonomi Yang Suram
Wednesday, 16 October 2019 03:40 WIB | COMMODITY |BrentWTIMinyak

Minyak mentah turun untuk hari kedua di tengah prospek pertumbuhan global yang melemah dan pasokan minyak mentah yang melimpah di ekonomi terbesar dunia.

Kontrak berjangka turun 1,5% di New York pada hari Selasa. Harapan untuk penyelesaian masalah utama dalam sengketa perdagangan antara AS-China memudar, memburuknya prospek kenaikan permintaan energi. Sementara itu, Dana Moneter Internasional memangkas perkiraan pertumbuhan global pada tahun 2019 untuk kelima kalinya.

Selain dari perang perdagangan AS-China, investor juga fokus pada peningkatan pasokan di AS. Administrasi Informasi Energi melihat produksi minyak mentah di sejumlah besar shale di seluruh AS naik 58.000 barel per hari menjadi 8,97 juta barel per hari pada November.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November turun 78 sen menetap pada level US $ 52,81 per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah brent untuk penyelesaian Desember lebih rendah 61 sen untuk mengakhiri sesi di level $ 58,74 per barel di ICE Futures Europe Exchange yang berbasis di London, dan diperdagangkan dengan premi $ 5,86 kepada WTI untuk bulan yang sama. (knc)

Sumber : Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak Turun Di Tengah Ketidakpastian Perang Perdagangan dan Pemotongan Pasokan OPEC
Friday, 8 November 2019 19:50 WIB

Minyak turun seiring para pedagang menunggu lebih banyak tanda-tanda konkret bahwa AS dan China sedang menyelesaikan sengketa perdagangan mereka, dan di tengah kekhawatiran bahwa OPEC dan mitranya tidak akan memperdalam pembatasan produksi untuk mencegah kelebihan pasokan. Kontrak berjangka turun s...

Minyak Melanjutkan Kenaikannya Ditengah Kesepakatan Pembatalan Tarif Perdagangan
Thursday, 7 November 2019 19:27 WIB

Minyak melonjak ketika China dan AS membuat kemajuan dalam menyelesaikan sengketa perdagangan yang telah membebani pasar global tahun ini, mengimbangi tanda-tanda bahwa OPEC dan mitranya tidak akan melakukan pengurangan pasokan yang lebih dalam. Minyak mentah Brent naik sebanyak 1,5% di London, mem...

Minyak Turun Dari Enam Minggu Tertinggi Karena Tanda-Tanda Pasokan AS Melanjutkan Kenaikannya
Wednesday, 6 November 2019 18:18 WIB

Minyak turun dari level enam minggu tertinggi terkait tanda-tanda kenaikan lain dalam minyak mentah AS menegaskan kembali pandangan yang berlaku bahwa pasar global dipasok dengan nyaman. Kontrak berjangka turun sebanyak 0,8% di New York setelah sebelumnya naik 5,6% selama tiga sesi terakhir. Americ...

Minyak Menguat Setelah AS, Data Tiongkok Meningkatkan Permintaan Outlook
Monday, 4 November 2019 18:28 WIB

Minyak mempertahankan kenaikan terbesarnya dalam hampir tujuh minggu terakhir setelah membaiknya AS dan data ekonomi China membantu prospek permintaan dan Saudi Aramco mengatakan akan terus maju dengan penawaran umum perdana yang telah lama ditunggu-tunggu. Kontrak berjangka naik 0,8% di New York s...

Minyak Menuju Penurunan Mingguan Terbesarnya Dalam Satu Bulan Terakhir
Friday, 1 November 2019 14:03 WIB

Minyak menuju kerugian mingguan terbesarnya dalam sebulan terakhir karena membengkaknya stok di Amerika dan keraguan baru atas kesepakatan perdagangan jangka panjang antara AS dan China menyarankan pasokan akan tetap melampaui permintaan. Kontrak berjangka beringsut lebih tinggi di New York pada ha...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong Anjlok Karena Meningkatnya Kerusuhan Yang Terjadi di Kota (Review)
Thursday, 14 November 2019 04:31 WIB Saham-saham Hong Kong anjlok pada Rabu ini, karena para investor bersiap untuk kerusuhan lebih lanjut setelah protes berhari-hari yang hampir membuat sebagian kota berhenti, dengan polisi memperingatkan itu dekat dengan "kehancuran total". Setelah...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.