Minyak Rebound Setelah Mengalami Kuartal Terburuk Tahun 2019
Tuesday, 1 October 2019 18:45 WIB | COMMODITY |MinyakWTIBrent

Minyak rebound setelah mengalami penurunan terbesar kuartalan tahun ini, namun kekhawatiran berkelanjutan bahwa ekonomi global yang goyah akan mengikis permintaan yang terus membebani pasar.

Kontrak berjangka meningkat 1,1% di New York, setelah jatuh 7,5% dalam tiga bulan terakhir karena Arab Saudi sepenuhnya memulihkan produksinya setelah serangan dahsyat yang sementara waktu mengurangi separuh produksinya. Perhatian sekarang kembali ke negosiasi perdagangan antara AS-China, dengan investor mencari petunjuk tentang prospek permintaan minyak karena pembicaraan tingkat tinggi diharapkan pada 10-11 Oktober mendatang.

Pemulihan Arab Saudi dari serangan dan kekhawatiran terhadap pertumbuhan konsumsi minyak telah mendorong harga minyak mentah kembali ke posisi semula sebelum serangan 14 September lalu. Ini berarti bahwa sementara minyak naik pada hari Selasa, kenaikannya bisa sementara, kata Harry Tchilinguirian, kepala strategi pasar komoditas di BNP Paribas SA.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November naik 57 sen ke level $ 54,64 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 11:14 siang di London. Kontrak bulan depan turun $ 1,84 pada hari Senin untuk membatasi penurunan 7,5% pada kuartal terakhir.

Brent untuk penyelesaian Desember menguat 54 sen, atau 0,9%, ke level $ 59,79 per barel di ICE Futures Europe Exchange. Kontrak November, yang berakhir hari Senin, mengakhiri sesi 1,8% lebih rendah. Minyak mentah acuan global pada hari Selasa diperdagangkan pada $ 5,29 premium untuk WTI pada bulan yang sama. (knc)

Sumber : Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak Menuju Penurunan Mingguan Karena Tanda-Tanda Pasokan Global yang Memadai
Friday, 15 November 2019 19:03 WIB

Minyak menuju penurunan mingguan karena meningkatnya persediaan minyak mentah AS dan produksi baru di tempat lain mengisyaratkan bahwa pasar global akan tetap dipasok dengan nyaman. Kontrak berjangka tergelincir 0,5% di New York, membawa kerugian minggu ini menjadi 1,3%. Data pemerintah AS menunjuk...

Minyak Naik Karena Tanda-Tanda Penurunan Pasokan AS, Outlook Serpihan OPEC
Thursday, 14 November 2019 18:49 WIB

Minyak naik untuk hari kedua setelah sebuah laporan industri menunjukkan penurunan dalam persediaan AS, dan ketika OPEC mengatakan melihat potensi perlambatan "tajam" dalam produksi serpih Amerika tahun depan. Kontrak berjangka bertambah 1,1% di New York. Harapan bahwa pemerintah AS akan melaporkan...

Minyak Turun Di Tengah Ketidakpastian Perang Perdagangan dan Pemotongan Pasokan OPEC
Friday, 8 November 2019 19:50 WIB

Minyak turun seiring para pedagang menunggu lebih banyak tanda-tanda konkret bahwa AS dan China sedang menyelesaikan sengketa perdagangan mereka, dan di tengah kekhawatiran bahwa OPEC dan mitranya tidak akan memperdalam pembatasan produksi untuk mencegah kelebihan pasokan. Kontrak berjangka turun s...

Minyak Melanjutkan Kenaikannya Ditengah Kesepakatan Pembatalan Tarif Perdagangan
Thursday, 7 November 2019 19:27 WIB

Minyak melonjak ketika China dan AS membuat kemajuan dalam menyelesaikan sengketa perdagangan yang telah membebani pasar global tahun ini, mengimbangi tanda-tanda bahwa OPEC dan mitranya tidak akan melakukan pengurangan pasokan yang lebih dalam. Minyak mentah Brent naik sebanyak 1,5% di London, mem...

Minyak Turun Dari Enam Minggu Tertinggi Karena Tanda-Tanda Pasokan AS Melanjutkan Kenaikannya
Wednesday, 6 November 2019 18:18 WIB

Minyak turun dari level enam minggu tertinggi terkait tanda-tanda kenaikan lain dalam minyak mentah AS menegaskan kembali pandangan yang berlaku bahwa pasar global dipasok dengan nyaman. Kontrak berjangka turun sebanyak 0,8% di New York setelah sebelumnya naik 5,6% selama tiga sesi terakhir. Americ...

ANOTHER NEWS
Parlemen India Membahas Bahaya Udara Beracun
Wednesday, 20 November 2019 10:48 WIB Parlemen India pada hari Selasa memperdebatkan udara beracun yang mengancam kehidupan 48 juta orang di wilayah ibu kota, dengan para pemimpin oposisi menuntut pembentukan panel parlemen untuk memperbaiki situasi pada basis jangka panjang. Dalam...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.