Minyak Menuju Pekan Terburuk Sejak Juli Karena Saudi Memulihkan Produksinya
Friday, 27 September 2019 13:44 WIB | COMMODITY |MinyakWTIBrent

Minyak menuju kerugian mingguan terbesarnya sejak Juli lalu karena indikasi Arab Saudi memulihkan produksi minyak yang hilang lebih cepat dari yang diperkirakan setelah serangan pada infrastruktur energi utamanya.

Kontrak berjangka turun sebanyak 0,6% di New York pada hari Jumat. Kerajaan itu sekitar satu minggu lebih cepat dari jadwal perbaikannya dan memompa lebih dari 8 juta barel per hari, menurut orang-orang yang mengetahui masalah itu. Penurunan harga lebih lanjut dapat dibatasi oleh prospek meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. AS mengatakan akan mengirim baterai rudal Patriot tambahan dan 200 personel lagi ke Arab Saudi, memperluas pertahanan udara kawasan itu setelah serangan 14 September.

AS, Arab Saudi dan negara-negara Eropa utama telah menyalahkan Iran atas serangan terhadap kerajaan itu, yang mengambil 5% dari pasokan global dan memacu rekor lonjakan minyak. Teheran membantah tuduhan itu. Kemerosotan manufaktur yang semakin dalam di Jerman, lebih banyak tanda-tanda kelemahan ekonomi di China dan meningkatnya stok minyak mentah AS juga membebani harga minggu ini.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November turun sebanyak 30 sen ke level $ 56,11 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 12:18 siang waktu Singapura. Kontrak merosot 8 sen ke level $ 56,41 pada hari Kamis dan turun 3,4% minggu ini, penurunan mingguan terbesar sejak 19 Juli. Harga naik 1,8% selama bulan ini.

Brent untuk penyelesaian November turun 56 sen, atau 0,9%, ke level $ 62,18 per barel di ICE Futures Europe Exchange. Kontrak turun 3,3% minggu ini. Minyak mentah acuan global diperdagangkan dengan premi $ 6,07 untuk WTI. (knc)

Sumber : Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak Dekati Level $ 59 Karena Kesepakatan Perdagangan Mendorong Pasokan Yang Berlimpah
Friday, 17 January 2020 19:20 WIB

Minyak mendekati level $ 59 per barel di New York setelah mengalami kenaikan terbesarnya dalam hampir dua minggu terakhir setelah AS dan China menandatangani perjanjian perdagangan, meskipun tetap dibatasi oleh tanda-tanda bahwa pasokan tetap berlimpah. Kontrak berjangka naik 0,5%, setelah meningka...

Minyak Dekati 6 Minggu Terendah Karena Pasokan Yang Cukup Mengimbangi Harapan Perdagangan
Thursday, 16 January 2020 18:29 WIB

Minyak diperdagangkan mendekati level penutupan terendah dalam enam minggu karena harapan hati-hati bahwa pakta perdagangan AS-China akan mendukung permintaan diimbangi oleh tanda-tanda pasokan yang cukup. Kontrak berjangka bertahan di dekat $ 58 per barel pada hari Kamis setelah menyelesaikan hari...

Minyak Pertahankan Penurunan Mingguan Terbesar Sejak Juli Karena Meredanya Ketegangan di Teluk
Monday, 13 January 2020 19:50 WIB

Minyak stabil setelah mengalami penurunan mingguan terbesarnya sejak Juli lalu terkait pelonggaran ketegangan geopolitik di Timur Tengah mengalihkan perhatian kembali ke melimpahnya pasokan baru yang akan melanda pasar tahun ini. Ancaman perang langsung telah surut sejak Teheran menembakkan rudal k...

Harga Minyak Lanjutkan Penurunannya Seiring Meredanya Ketegangan AS-Iran
Friday, 10 January 2020 13:54 WIB

Harga minyak terus bergerak menurun pada hari Jumat di Asia dan menuju untuk mencatatkan kerugian mingguan pertama mereka sejak November lalu ketika konflik antara AS-Iran mereda. Minyak Mentah AS WTI berjangka turun 0,2% ke level $ 59,48 pada pukul 12:50 ET (04:50 GMT), sementara Minyak Internasio...

Minyak Menuju Kerugian Mingguan Pertamanya Sejak November Karena Menurunnya Resiko
Friday, 10 January 2020 07:29 WIB

Minyak menuju kerugian mingguan pertamanya sejak November lalu karena prospek perang terbuka di Teluk Persia surut, mengurangi kekhawatiran gangguan pasokan di Timur Tengah. Kontrak berjangka di New York sedikit berubah, menuju untuk turun lebih dari 5% minggu ini. DPR AS memberikan suara pada hari...

ANOTHER NEWS
AS Rilis Aturan yang Membatasi 'Wisata Kelahiran
Friday, 24 January 2020 11:43 WIB Sementara pemerintahan Trump menambah hambatan lainnya bagi pengunjung yang datang ke Amerika Serikat (AS) dari luar negeri, aturan hukum bisa membatasi pejabat untuk menghentikan perempuan hamil memperoleh visa. Aturan visa baru yang diterbitkan...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.