Minyak Perpanjang Penurunan Karena Trump Menyerang China, Membengkaknya Persediaan
Wednesday, 25 September 2019 07:50 WIB | COMMODITY |MinyakWTIBrent

Minyak memperpanjang penurunan dalam perdagangan Asia hari Rabu ini setelah Presiden Donald Trump membuka kembali perang kata-katanya dengan China atas perdagangan dan sebuah laporan yang menunjukkan persediaan minyak mentah diperluas pekan lalu di ekonomi terbesar dunia itu.

Kontrak berjangka di New York turun 0,7%, menambah penurunan 2,3% pada hari Selasa. American Petroleum Institute dikatakan melaporkan peningkatan 1,38 juta barel dalam stok minyak, menambah tekanan penurunan setelah pidato garis keras PBB oleh Trump yang menuduh Tiongkok melakukan manipulasi mata uang, pencurian properti intelektual, dan dumping. Dia juga membidik Iran karena "perilaku mengancamnya."

Sementara itu, para pedagang dengan cermat melacak kemajuan Arab Saudi dalam memulihkan instalasi minyak mentah utama yang dilumpuhkan oleh serangan udara lebih dari seminggu yang lalu. Produsen minyak yang dikontrol negara, Aramco, menyatakan bahwa sebagian besar kapasitas yang terganggu akan online pada akhir bulan ini, target yang oleh beberapa pengamat dikritik terlalu ambisius.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November turun 40 sen ke level $ 56,89 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 8:18 pagi waktu Sydney. Minyak mentah WTI untuk bulan November merosot $ 1,35 untuk menyelesaikan hari Selasa di level $ 57,29 per barel.

Minyak mentah Brent untuk November ditutup lebih rendah $ 1,67 ke level $ 63,10 per barel di ICE Futures Europe Exchange. (knc)

Sumber : Bloomberg

RELATED NEWS

Harga Minyak Bervariasi Pada Harapan Stimulus Dan Menurunnya Permintaan
Friday, 27 March 2020 18:06 WIB

Harga minyak bervariasi pada hari Jumat karena pasar mengkaji potensi manfaat dari upaya stimulus oleh pembuat kebijakan di seluruh dunia terhadap merosotnya permintaan yang disebabkan dari penyebaran cepat virus corona. Minyak mentah Brent berada di jalur untuk penurunan mingguan kelima beruntun. ...

Minyak Merosot Karena Menurunnya Permintaan Melebihi Harapan Stimulus
Thursday, 26 March 2020 18:06 WIB

Harga minyak turun pada hari Kamis, mengakhiri tiga sesi kenaikan, karena pembatasan pergerakan di seluruh dunia untuk menahan virus corona mengurangi permintaan dan membayangi harapan bahwa stimulus darurat senilai US $ 2 triliun akan meningkatkan aktivitas ekonomi. Minyak mentah berjangka Brent t...

Pasar Minyak Merosot Ditengah Kekacauan Virus Corona
Monday, 23 March 2020 19:00 WIB

Harga minyak turun pada hari Senin karena pemerintah meningkatkan penguncian untuk membatasi penyebaran wabah virus corona global yang telah memangkas prospek permintaan minyak dan mengancam kontraksi ekonomi global. Minyak mentah berjangka Brent turun $ 1,09, atau 4%, ke level $ 25,89 per barel pa...

Trump Memasuki Perang Harga Mendorong Minyak Memperpanjang Gain Rekornya
Friday, 20 March 2020 13:30 WIB

Minyak terus naik setelah mengalami kenaikan satu hari terbesarnya karena Presiden AS Donald Trump memasuki perang harga antara Arab Saudi dan Rusia yang telah mengguncang pasar minyak mentah di tengah menyusutnya permintaan. Kontrak berjangka di New York meningkat sebanyak 5,7% menyusul lonjakan t...

Minyak Sentuh Rekor Kenaikan Seiring Trump Memasuki Perang Harga
Friday, 20 March 2020 08:03 WIB

Minyak terus menguat setelah mengalami kenaikan satu hari terbesarnya karena Presiden AS Donald Trump memasuki perang harga antara Arab Saudi dan Rusia yang telah mengguncang pasar minyak mentah di tengah permintaan yang menurun. Kontrak berjangka di New York membukukan lonjakan terbesar pada rekor...

ANOTHER NEWS
Bursa Saham Hong Kong Berakhir Dengan Penguatan (Review)
Saturday, 28 March 2020 03:16 WIB Bursa saham Hong Kong naik pada hari Jumat, menutup minggu yang sehat dengan catatan positif karena investor menyambut rencana stimulus AS dan janji oleh Federal Reserve untuk meredakan kekhawatiran likuiditas. Indeks Hang Seng bertambah 0,56...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.