Minyak Turun Seiring Pasar Menunggu Isyarat Lebih Lanjut Tentang Produksi Saudi
Tuesday, 24 September 2019 08:31 WIB | COMMODITY |MinyakWTIBrent

Minyak berjangka melayang lebih rendah di perdagangan Asia pada Selasa ini, karena para pedagang mengkaji laporan yang bertentangan tentang seberapa cepat Arab Saudi akan dapat mengembalikan produksinya yang hilang, sementara data ekonomi yang lembut membayangi prospek permintaan global.

Kontrak berjangka di New York 0,5% lebih rendah, setelah naik 1% pada hari Senin. Arab Saudi, yang telah menegaskan akan mengembalikan semua kehilangan produksinya pada akhir September setelah terjadinya serangan terhadap fasilitas minyak mereka, tentu saja untuk memenuhi janji tersebut, menurut Reuters. Itu terjadi setelah Wall Street Journal pada akhir pekan mengatakan perbaikan di pabrik yang rusak mungkin memakan waktu "berbulan-bulan." Sementara itu, kekhawatiran atas permintaan yang menurun kembali setelah indeks manufaktur utama Eropa mengalami penurunan terburuk sejak krisis keuangan.

Minyak mentah WTI untuk pengiriman November turun 30 sen ke level $ 58,34 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 8:20 waktu Sydney. Minyak WTI untuk bulan November naik 55 sen ke level US $ 58,64 per barel pada hari Senin.

Minyak mentah Brent untuk November menguat 49 sen ke level US $ 64,77 per barel di ICE Futures Europe Exchange. (knc)

Sumber : Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak Bergerak Lebih Tinggi Seiring Berlangsungnya Pembicaraan Perdagangan AS-China
Thursday, 10 October 2019 19:32 WIB

Minyak berjangka naik tipis dalam aksi harga yang berayun pada hari Kamis karena para pedagang berusaha memahami laporan berita yang saling bertentangan seputar pembicaraan perdagangan AS dan China dan menguraikan penilaian bulanan OPEC mengenai penawaran dan permintaan global. Minyak mentah West T...

Minyak Menuju Penurunan Mingguan Terbesar Sejak Juli Lalu Ditengah Pesimisnya Permintaan
Friday, 4 October 2019 19:07 WIB

Minyak menuju penurunan mingguan terbesar sejak pertengahan Juli lalu karena serangkaian data ekonomi yang mengecewakan ditambahkan ke kekhawatiran resesi global akan datang. Kontrak berjangka di New York naik tipis pada hari Jumat, tetapi turun 5,8% minggu ini. Ukuran utama dari aktivitas industri...

Harga Minyak Naik Dari 2-Bulan Terendah; Output Saudi Pulih
Thursday, 3 October 2019 19:33 WIB

Harga minyak melambung di dekat posisi terendah dua bulan pada hari Kamis, masih dilanda kekhawatiran bahwa perlambatan ekonomi global akan kembali membuat pasar dibanjiri dengan terlalu banyak minyak mentah tahun depan. Pada pukul 08:12 ET (12:12 GMT), patokan harga berjangka AS berada di level $ ...

Minyak Rebound Setelah Mengalami Kuartal Terburuk Tahun 2019
Tuesday, 1 October 2019 18:45 WIB

Minyak rebound setelah mengalami penurunan terbesar kuartalan tahun ini, namun kekhawatiran berkelanjutan bahwa ekonomi global yang goyah akan mengikis permintaan yang terus membebani pasar. Kontrak berjangka meningkat 1,1% di New York, setelah jatuh 7,5% dalam tiga bulan terakhir karena Arab Saudi...

Minyak Turun Seiring Prospek Ekonomi Tiongkok Masih Lemah
Monday, 30 September 2019 20:37 WIB

Minyak turun pada hari Senin karena prospek ekonomi China tetap lemah bahkan ketika data manufaktur membaik, dengan perang perdagangan yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat membebani pertumbuhan permintaan untuk importir minyak mentah terbesar di dunia. Minyak mentah berjangka Brent turun ...

ANOTHER NEWS
Trump: AS Akan Terapkan 'Sanksi Besar' Terhadap Turki
Monday, 14 October 2019 23:42 WIB Presiden Amerika Donald Trump pada hari Senin (14/10) menjanjikan "sanksi besar" terhadap Turki. Ancaman sanksi itu diberikan karena invasi Turki ke Suriah utara untuk menyerang pejuang Kurdi. Namun Trump, sekali lagi, membela penarikan pasukan...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.