Minyak Menguat Karena Laporan untuk Perlambatan Pengembalian Output Saudi yang Hilang
Monday, 23 September 2019 07:27 WIB | COMMODITY |MinyakWTIBrent

Minyak mengalami kenaikan tajam pada perdagangan Senin pagi di Asia menyusul laporan bahwa perbaikan penuh untuk ladang minyak Saudi yang terkena serangan drone pada awal bulan ini mungkin memakan waktu berbulan-bulan.

Minyak mentah Brent naik 1,1% setelah melonjak 6,7% minggu lalu, kenaikan mingguan terbesar sejak Januari. Saudi Aramco pada hari Sabtu menegaskan kembali komitmennya untuk mengembalikan 5,7 juta barel per hari produksi yang hilang pada akhir bulan, namun, sebuah laporan Wall Street Journal pada hari Minggu mengutip seorang pejabat Saudi yang mengatakan situasinya tidak "semudah yang anda bayangkan. 

Ketegangan tetap tinggi di kawasan itu, dengan AS pada hari Jumat mengumumkan sanksi terhadap bank sentral Iran sebagai balasan atas serangan yang melumpuhkan produksi minyak Arab Saudi.

Minyak mentah Brent untuk November naik 77 sen ke level $ 65,05 per barel di ICE Futures Europe Exchange pada pukul 8:16 waktu Sydney. Minyak Brent untuk pengiriman bulan November turun 12 sen menjadi berakhir pada level $ 64,28 per barel.

Minyak mentah West Texas intermediate (WTI) untuk pengiriman November naik 75 sen ke level $ 58,84 per barel di New York Mercantile Exchange. (knc)

Sumber : Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak Turun Karena Investor Fokus pada Prospek Ekonomi Yang Suram
Wednesday, 16 October 2019 03:40 WIB

Minyak mentah turun untuk hari kedua di tengah prospek pertumbuhan global yang melemah dan pasokan minyak mentah yang melimpah di ekonomi terbesar dunia. Kontrak berjangka turun 1,5% di New York pada hari Selasa. Harapan untuk penyelesaian masalah utama dalam sengketa perdagangan antara AS-China me...

Minyak Bergerak Lebih Tinggi Seiring Berlangsungnya Pembicaraan Perdagangan AS-China
Thursday, 10 October 2019 19:32 WIB

Minyak berjangka naik tipis dalam aksi harga yang berayun pada hari Kamis karena para pedagang berusaha memahami laporan berita yang saling bertentangan seputar pembicaraan perdagangan AS dan China dan menguraikan penilaian bulanan OPEC mengenai penawaran dan permintaan global. Minyak mentah West T...

Minyak Menuju Penurunan Mingguan Terbesar Sejak Juli Lalu Ditengah Pesimisnya Permintaan
Friday, 4 October 2019 19:07 WIB

Minyak menuju penurunan mingguan terbesar sejak pertengahan Juli lalu karena serangkaian data ekonomi yang mengecewakan ditambahkan ke kekhawatiran resesi global akan datang. Kontrak berjangka di New York naik tipis pada hari Jumat, tetapi turun 5,8% minggu ini. Ukuran utama dari aktivitas industri...

Harga Minyak Naik Dari 2-Bulan Terendah; Output Saudi Pulih
Thursday, 3 October 2019 19:33 WIB

Harga minyak melambung di dekat posisi terendah dua bulan pada hari Kamis, masih dilanda kekhawatiran bahwa perlambatan ekonomi global akan kembali membuat pasar dibanjiri dengan terlalu banyak minyak mentah tahun depan. Pada pukul 08:12 ET (12:12 GMT), patokan harga berjangka AS berada di level $ ...

Minyak Rebound Setelah Mengalami Kuartal Terburuk Tahun 2019
Tuesday, 1 October 2019 18:45 WIB

Minyak rebound setelah mengalami penurunan terbesar kuartalan tahun ini, namun kekhawatiran berkelanjutan bahwa ekonomi global yang goyah akan mengikis permintaan yang terus membebani pasar. Kontrak berjangka meningkat 1,1% di New York, setelah jatuh 7,5% dalam tiga bulan terakhir karena Arab Saudi...

ANOTHER NEWS
Saham AS Bervariasi saat Tengah Hari seiring Ketegangan yang Berlarut Di Hongkong
Wednesday, 16 October 2019 23:52 WIB Saham AS sedikit berubah pada pertengahan hari Rabu ini, karena ketegangan antara AS dan China atas protes Hong Kong membebani upaya untuk menyelesaikan kesepakatan perdagangan, dan setelah laporan penjualan ritel yang lemah mengimbangi laporan...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.