Minyak Menuju Gain Mingguan Terbesar Pada Optimisme Perang Perdagangan
Friday, 30 August 2019 18:53 WIB | COMMODITY |MinyakWTIBrent

Minyak menuju kenaikan mingguan terbesar sejak pertengahan Juli lalu setelah penurunan pada persediaan minyak mentah AS yang cukup besar dan jeda yang jelas dalam perang perdagangan AS dan China mengurangi kekhawatiran permintaan.

Kontrak berjangka di New York turun 0,9% pada hari Jumat tetapi naik 3,7% untuk minggu ini. China mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka tidak akan segera membalas terhadap kenaikan tarif Gedung Putih terbaru, memacu optimisme bahwa Beijing ingin mencapai kesepakatan. Pedagang mengawasi gangguan dari Badai Dorian, yang diperkirakan akan menjadi badai besar pada hari Jumat saat menuju Florida.

Terlepas dari kenaikan minggu ini, minyak tetap di bawah tekanan karena prospek ekonomi global terus melemah dan produksi AS pada tingkat rekor tertinggi. Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutu-sekutunya mengatakan minggu ini mereka berharap akan mengurangi surplus minyak global dengan pemotongan mereka, dan penurunan inventaris di Amerika mengindikasikan beberapa tingkat keberhasilan.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober turun 53 sen, atau 0,9%, ke level $ 56,18 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 11:25 waktu London. Kontrak menuju kenaikan mingguan terbesar sejak 12 Juli.

Brent untuk penyelesaian Oktober melemah 5 sen, atau 0,1%, ke level $ 61,03 per barel di ICE Futures Europe Exchange, dan naik 2,9% minggu ini. Minyak mentah acuan global diperdagangkan pada $ 4,50 premium untuk WTI pada hari Jumat. (knc)

Sumber : Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak Bergerak Lebih Tinggi Seiring Berlangsungnya Pembicaraan Perdagangan AS-China
Thursday, 10 October 2019 19:32 WIB

Minyak berjangka naik tipis dalam aksi harga yang berayun pada hari Kamis karena para pedagang berusaha memahami laporan berita yang saling bertentangan seputar pembicaraan perdagangan AS dan China dan menguraikan penilaian bulanan OPEC mengenai penawaran dan permintaan global. Minyak mentah West T...

Minyak Menuju Penurunan Mingguan Terbesar Sejak Juli Lalu Ditengah Pesimisnya Permintaan
Friday, 4 October 2019 19:07 WIB

Minyak menuju penurunan mingguan terbesar sejak pertengahan Juli lalu karena serangkaian data ekonomi yang mengecewakan ditambahkan ke kekhawatiran resesi global akan datang. Kontrak berjangka di New York naik tipis pada hari Jumat, tetapi turun 5,8% minggu ini. Ukuran utama dari aktivitas industri...

Harga Minyak Naik Dari 2-Bulan Terendah; Output Saudi Pulih
Thursday, 3 October 2019 19:33 WIB

Harga minyak melambung di dekat posisi terendah dua bulan pada hari Kamis, masih dilanda kekhawatiran bahwa perlambatan ekonomi global akan kembali membuat pasar dibanjiri dengan terlalu banyak minyak mentah tahun depan. Pada pukul 08:12 ET (12:12 GMT), patokan harga berjangka AS berada di level $ ...

Minyak Rebound Setelah Mengalami Kuartal Terburuk Tahun 2019
Tuesday, 1 October 2019 18:45 WIB

Minyak rebound setelah mengalami penurunan terbesar kuartalan tahun ini, namun kekhawatiran berkelanjutan bahwa ekonomi global yang goyah akan mengikis permintaan yang terus membebani pasar. Kontrak berjangka meningkat 1,1% di New York, setelah jatuh 7,5% dalam tiga bulan terakhir karena Arab Saudi...

Minyak Turun Seiring Prospek Ekonomi Tiongkok Masih Lemah
Monday, 30 September 2019 20:37 WIB

Minyak turun pada hari Senin karena prospek ekonomi China tetap lemah bahkan ketika data manufaktur membaik, dengan perang perdagangan yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat membebani pertumbuhan permintaan untuk importir minyak mentah terbesar di dunia. Minyak mentah berjangka Brent turun ...

ANOTHER NEWS
Rusia Memperketat Kebebasan pada pengguna Internet
Tuesday, 15 October 2019 10:57 WIB Rancangan undang-undang baru yang akan diajukan bulan depan kepada Majelis Rendah Rusia akan memperketat peraturan tentang penggunaan internet, komputer, dan tablet serta peralatan lain untuk mengakses jaringan internet itu. Rancangan UU itu juga...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.