Minyak Naik Terkait Kekhawatiran Laporan Stok AS Mengimbangi Resesi
Wednesday, 21 August 2019 13:56 WIB | COMMODITY |MinyakWTIBrent

Minyak naik setelah sebuah laporan industri mengindikasikan bahwa persediaan minyak mentah AS turun untuk pertama kalinya dalam tiga minggu terakhir, melawan kekhawatiran yang berkembang bahwa ekonomi global menuju resesi.

Kontrak berjangka di New York naik sebanyak 0,6% setelah rebound untuk ditutup naik 0,2% dalam sesi volatile pada hari Selasa. American Petroleum Institute melaporkan penurunan 3,45 juta barel pekan lalu, orang-orang yang mengetahui data mengatakan. Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa ia dapat memotong pajak tanpa persetujuan kongres karena ekonomi AS mengeluarkan tanda-tanda peringatan resesi.

Minyak telah merosot sekitar 15% sejak akhir April lalu terkait perang perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia membebani permintaan. Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan upaya oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan produsen sekutu untuk mengurangi output belum mampu menahan penurunan.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober bertambah 20 sen, atau 0,4%, ke level $ 56,33 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 7:28 pagi di London setelah naik sebanyak 31 sen sebelumnya. Kontrak September berakhir 13 sen lebih tinggi pada level $ 56,34 karena berakhir pada hari Selasa.

Brent untuk penyelesaian Oktober menguat 35 sen, atau 0,6%, ke level $ 60,38 per barel di ICE Futures Europe Exchange setelah ditutup naik 0,5% pada hari Selasa. Minyak mentah acuan diperdagangkan dengan premi $ 4,04 ke WTI. (knc)

Sumber : Bloomberg

RELATED NEWS

Minyak Dekati Level $ 59 Karena Kesepakatan Perdagangan Mendorong Pasokan Yang Berlimpah
Friday, 17 January 2020 19:20 WIB

Minyak mendekati level $ 59 per barel di New York setelah mengalami kenaikan terbesarnya dalam hampir dua minggu terakhir setelah AS dan China menandatangani perjanjian perdagangan, meskipun tetap dibatasi oleh tanda-tanda bahwa pasokan tetap berlimpah. Kontrak berjangka naik 0,5%, setelah meningka...

Minyak Dekati 6 Minggu Terendah Karena Pasokan Yang Cukup Mengimbangi Harapan Perdagangan
Thursday, 16 January 2020 18:29 WIB

Minyak diperdagangkan mendekati level penutupan terendah dalam enam minggu karena harapan hati-hati bahwa pakta perdagangan AS-China akan mendukung permintaan diimbangi oleh tanda-tanda pasokan yang cukup. Kontrak berjangka bertahan di dekat $ 58 per barel pada hari Kamis setelah menyelesaikan hari...

Minyak Pertahankan Penurunan Mingguan Terbesar Sejak Juli Karena Meredanya Ketegangan di Teluk
Monday, 13 January 2020 19:50 WIB

Minyak stabil setelah mengalami penurunan mingguan terbesarnya sejak Juli lalu terkait pelonggaran ketegangan geopolitik di Timur Tengah mengalihkan perhatian kembali ke melimpahnya pasokan baru yang akan melanda pasar tahun ini. Ancaman perang langsung telah surut sejak Teheran menembakkan rudal k...

Harga Minyak Lanjutkan Penurunannya Seiring Meredanya Ketegangan AS-Iran
Friday, 10 January 2020 13:54 WIB

Harga minyak terus bergerak menurun pada hari Jumat di Asia dan menuju untuk mencatatkan kerugian mingguan pertama mereka sejak November lalu ketika konflik antara AS-Iran mereda. Minyak Mentah AS WTI berjangka turun 0,2% ke level $ 59,48 pada pukul 12:50 ET (04:50 GMT), sementara Minyak Internasio...

Minyak Menuju Kerugian Mingguan Pertamanya Sejak November Karena Menurunnya Resiko
Friday, 10 January 2020 07:29 WIB

Minyak menuju kerugian mingguan pertamanya sejak November lalu karena prospek perang terbuka di Teluk Persia surut, mengurangi kekhawatiran gangguan pasokan di Timur Tengah. Kontrak berjangka di New York sedikit berubah, menuju untuk turun lebih dari 5% minggu ini. DPR AS memberikan suara pada hari...

ANOTHER NEWS
Emas gain seiring Kekhawatiran Virus bebani Risiko Appetite
Thursday, 23 January 2020 10:08 WIB Emas menguat karena penghindaran risiko kembali ke pasar di tengah upaya berkelanjutan untuk mengendalikan penyebaran virus korona yang meluas. Pejabat China menghentikan perjalanan dari kota berpenduduk 11 juta tersebut saat mereka mencoba...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.